Alissa Wahid Tanggapi Polemik Pemulangan WNI Eks ISIS

KabarMakassar.com — Putri sulung Presiden RI keempat, Abdurahman Wahid (Gusdur), Alissa Wahid ikut berkomentar soal polemik pemulangan 689 Warga Negara Indonesia (WNI) eks anggota ISIS yang saat ini masih berada di Suriah dan Turki.

Menurut Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu, hal ini harus benar-benar dikaji secara matang dan tidak bisa diputuskan begitu saja.

“Ada dua sisi, dan dua-duanya sama-sama penting. Satu, masyarakat Indonesia yang jumlahnya 260 juta itu membutuhkan rasa aman dan rasa nyaman. Tapi kan ada persoalan, kalau kemudian yang disana (WNI eks anggota ISIS) itu dipulangkan oleh pemerintah lokalnya, lalu mereka akan kemana?,” kata Alissa saat berkunjung ke Kota Parepare, Sulsel, Kamis (13/2).

Kedatangan Alissa ke Kota parepare sendiri adalah dalam rangka mempersiapkan program Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag) di Kecamatan Bacukiki.

“Karena kita ingin keluarga Indonesia itu menjadi keluarga yang tangguh, yang sakinah, mawadah, warahmah, dan membawa maslahat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam kunjungannya tersebut, Alissa datang bersama Kasubdit Bina Keluarga Sakinah (KS) Direktorat Bina KUA dan KS Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, M Adib Machrus.

Alissa juga didaulat untuk meletakkan batu pertama pembangunan Mesjid Darudrahman Rosi Pesantren Istana Tahfidzul Qur’an NU Kota Parepare.