Sidak, Instansi Pemerintah dan Perusahaan Beri Surat Pernyataan

KabarMakassar.com — Hasanuddin Contact beserta TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar sidak di beberapa Instansi Pemerintahan dan Perusahaan diantaranya Balaikota, RRI, RS Khadijah, RS Stella Maris, Kimia Farma, Kantor lurah, SMP Frater, Bank Bukopin, Kantor pos, Iradio, Kampung Popsa, SMP Perguruan Islam, Angkutan Umum, Pasar Baru dan masih banyak lagi. Diketahui sidak yang digelar hari ini (30/1) sejumlah Instansi Pemerintahan dan Perusahaan di beri surat pernyataan baik yang melakukan pelanggaran yakni merokok bukan pada tempatnya maupun Pimpinan, Manager pada Instansi atau Perusahaan tersebut.

Pada surat pernyataan berisikan agar tidak merokok bukan pada tempatnya, bahkan kedepannya akan di berikan sanksi kepada pelaku maupun pengelola Instansi atau Perusahaan yang melanggar Perda no 4 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Bagi pelaku yang melanggar perda KTR akan di denda 1 juta sedangkan pengelola juga didenda sebesar 50 juta.

Selain surat pernyataan yang sekaligus di tanda tangani langsung oleh orang yang melanggar, juga diberikan sosialisasi, pemasangan stiker KTR bagi Instansi atau Perusahaan yang belum memiliki stiker KTR, mendokumentasikan orang maupun KTP yang melanggar serta menyita rokok maupun asbak yang menjadi barang bukti.

Prof.Dr.dr. H. M. Alimin Mahidin MPH rektor Universitas Hasanuddin sekaligus Direktur Hasanuddin Contact mengatakan sengaja melakukan sidak guna membantu Pemerintah dalam menegaskan perda KTR.

“Kami bekerjasama dengan Pemerintah untuk mendorong agar masyarakat itu bisa merokok di tempat yang hanya ditentukan saja jadi tidak boleh merokok disembarang tempat.” ucap Prof Alimin saat di wawancarai pada kegiatan Hasanuddin Contact usai sidak di Hotel Aerotel Smile (30/1).

Sekedar diketahui sidak yang berjalan pukul 08.00 hingga 11.00 Wita disebar 7 kelompok yang wajib mendatangi 3 sampai 4 Instansi maupun Perusahaan guna mulai memberlakukan Perda tersebut, selain itu setiap hari minggu pada acara Car Free Day juga akan kembali berlanjut begitupun sidak yang diketahui akan kembali dilakukan dalam waktu dekat ini.

Prof Alimin menuturkan bahwa perokok di Kota Makassar ada 380 ribu perokok perhari dan bisa menghasilkan 3,8 Miliar perhari.

“Di Makassar ada 380 ribu perokok paling sedikit dan setiap hari membakar rokok rata-rata 10 batang x 1000 rupiah total 380 ribu kali 10 ribu adalah 3,8 miliar, itu paling sedikit dibakar perhari.” tuturnya.

Menurutnya orang-orang yang tidak merokok memiliki hak untuk menghirup udara segar, terlebih bagi anak-anak dan perempuan yang rentan terkena berbagai penyakit karena dampak asap rokok.

“22,6 persen perokok itu merusak seluruh pernapasan masyarakat kita sebanyak 88 persen, jadi kita sebenarnya 4 kali lebih berhak untuk menghirup udara yang bersih tidak terkena racun asap rokok yang mungkin akan menyebabkan Kanker atau Bronkhitis terutama pada anak anak kecil.” tutupnya.

Pada hasil temuan sidak ada banyak puntung dan asbak rokok yang disita baik ditemukan dari Instansi Pemerintahan maupun Perusahaan.