BPBD Tator Kirim Bantuan Logistik ke 5 Kabupaten Terdampak Banjir

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja (Tator) melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Tator bakal menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, bahan bangunan dan terpal untuk lima kabupaten yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andilolo mengatakan jika dalam waktu dekat pihak Pemkab Tator bakal mengirim bantuan kemanuasian bagi korban terdampak banjir dan bangin kencang di lima kabupaten diantaranya, Kabupaten Sidrap, Pinrang, Kota Parepare, Barru dan Soppeng.

“Berdasarkan perintah bapak Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae kemarin, dalam waktu dekat pemerintah akan membawa dan memberikan bantuan kemanusiaan berupa logistik, bahan bangunan dan terpal untuk 5 Kabupaten yang terdampak bencana banjir,” tulis pesan Alfian Andilolo, Rabu (15/1).

Alfian juga menjelaskan jika bantuan kemanusiaan tersebut, Pemkab Tana Toraja memberi program bertajuk Sentuhan Peduli Sesama.

“Kita beri bantuan untuk wilayah yang terdekat dari Kabupaten Tana Toraja,” tambahnya.

Sementara itu data BPBD Provinsi Sulsel melansir 17 Kabupaten dan Kota di Sulsel yang terdampak banjir dan angin kencang data Periode Januari 2020 diantaranya,

1. Maros, Angin Kencang dan Puting Beliung, jumlah rumah rusak 17 rumah.
2. Pangkep, Angin Kencang dua kali kejadian , jumlah rumah rusak 2 rumah.
3. Barru, Angin Kencang (184 rumah rusak), Tanah Longsor (-) dan Banjir (121 rumah terendam banjir), total 305 terdampak.
4. Soppeng, Angin Kencang (102 rumah rusak).
5. Wajo, Puting Beliung (323 rumah rusak), bangunan sekolah rusak 4, 1 unit tempat ibadah dan 2 bangunan sarana kesehatan rusak, total 330 terdampak.
6. Sidrap, Puting Beliung (2014 rumah rusak), bangunan sekolah rusak 6, 2 rumah ibadah dan 1 sarana kesehatan, 4 kantor dan 30 kios rusak.
Banjir Sidrap, 460 rusak, 3 sekolah, 1 sarana kesehatan, 2 kantor dan 2 kios terendam banjir.
7. Enrekang, Angin Kencang 9 rumah rusak, dan 1 kantor rusak.
8. Pinrang, Angin Kencang dua kali kejadian, 888 rumah rusak, 1 sarana keseahatan rusak. Banjir Pinrang 206 rumah terendam banjir, 3205 Hektar sawah terendam, dan 25 rumah terdampak abrasi.
9. Toraja Utara, tanah longsor 3 kali kejadian, 1 rumah rusak, 1 sekolah, 1 kantor dan 1 sarana kesehatan, total 4 bangunan rusak.
10. Bulukumba, Angin kencang dua kali kejadian, 1 bangunan rusak.
11. Tana Toraja, Tanah Longsor 1 kali.
12. Jeneponto, Angin Kencang dan Puting Beliung 4 rumah terdampak.
13. Parepare, Angin Kencang 690 rumah rusak dan 2 rumah ibadah rusak akibat angin kencang.
14. Gowa, Angin Puting Beliung 16 rumah rusak.
15. Bone, Angin Puting Beliung, 23 rumah rusak.
16. Selayar, Angin Kencang 9 kali kejadian, 13 rumah rusak dan 1 sekolah.
17. Takalar, Angin Kencang dua kali kejadian, 2 rumah rusak.

Antisipasi Bencana, BPBD Tana Toraja Siaga di Posko Terpadu

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tator mendirikan posko terpadu untuk merespon cepat informasi dari masyarakat terkait bencana.

Posko terpadu tersebut didirikan untuk penanganan bencana di dua kabupaten kembar di Sulsel yakni di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Dimana pendirian posko tersebut merupakan kesepakatan dalam rapat koordinasi multi stakeholder di Mapolres Tana Toraja.

Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andi Lolo ditemui di posko terpadu menjelaskan jika posko yang didirikan merupakan upaya pemerintah daerah untuk merespon cepat informasi masyarakat akan bahaya bencana atau saat terjadi bencana.

“Posko inikan didirikan sengaja di Plaza Kolam Makale, di pusat kota. Jelasnya ini agar masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan informasi, kemudian tempat ini juga penerimaan laporan kejadian bencana, serta respon cepat penanganan laporan bencana,” kata Alfian, Jumat (10/1).

Alfian juga mengatakan jika informasi yang diterima Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu akan prakiran cuaca ekstrem untuk satu pekan mulai dari Minggu, (5/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020).

“Dari peringatan dini itu, maka kami dengan sejumlah stakeholder sepakati untuk mendirikan posko, kami siapkan 24 jam dan berganti atau shift bagi para petugas dan ini dari berbagai unsur, muali dari BPBD, Dinsos, Dinkes, Tagana, infokom, Satpol, Kepolisian serta unsur TNI juga tergabung dalam posko terpadu ini,” tambah Alfian.

Ia menjelaskan jika ada beberapa wilayah yang berpotensi terjadinya bencana longsor, setidaknya ada enam kecamatan yang di antisipasi dari pihak BPBD diantaranya di Kecamatan Mappak, Simbuang, Bittuang, Gandasil, Malimbong Balepe hingga sebagian di wilayah Makale.

Tak hanya longsor, banjir dan juga angin kencang juga berpotensi terjadi saat hujan lebat terjadi di Tana Toraja. Hal ini dikatakan Alfian Andi Lolo jika sebelumnya memasuki awal tahun 2020 angin kencang mengakibatkan beberapa rumah rusak, serta alang atau tongkonan rusak diterpa angin puting beliung di beberapa wilayah di Tana Toraja.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, dr Rudi Andilolo ditemui di posko terpadu juga menjelaskan jika ada sekira 3 hingga 5 petugas kesehatan.

“Kami juga siapkan tim kesehatan, dokter kami siapkan dan perawat serta ambulance yang siap sewaktu-waktu di butuhkan jika terjadi bencana,” ujar dr Rudi Andilolo.

Pantauan KabarMakassar.com sejak siang hari hingga sore, nampak Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae berada di posko terpadu. Dengan menggunakan pakaian adat Toraja, orang nomor 1 di Tana Toraja tersebut memantau petugas di posko dan sesekali berbincang dengan para petugas dari Dinkes, Dinsos hingga pejabat OPD yang berada di posko tersebut.