Kapolres Pinrang Angkat Bicara Terkait Dugaan OTT di Ruangan SIM

KabarMakassar.com — Beredar informasi terkait dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum Satuan Petugas Administrasi (Satpas) di ruangan SIM Polres Pinrang 15 Januari 2020 beberapa hari lalu oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Mabes Polri.

Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono angkat bicara, ia mengatakan bahwa giat tersebut bukan operasi tangkap tangan (OTT) melainkan operasi perbaikan pelayanan di Jajaran Polres Pinrang.

“Itu bukan OTT, melainkan giat operasi perbaikan pelayanan ditataran kepolisian, termasuk pelayanan Satpas SIM itu yang perlu kami sampaikan,” Kata Bambang kepada KabarMakassar.com saat di konfirmasi melalui selularnya. Kamis, (23/1).

Lanjut kata Dia, untuk mencapai kesempurnaan pasti banyak kekurangannya apalagi personil kita manusia biasa, karena kita lebih ke sistem untuk pelayanan publik.

“Ya, namanya untuk mencapai kesempurnaan pasti banyak kekurangannya yang terbaik saja punya kekurangan. Apakah itu anggota yang kurang simpati, jam kerja, maupun kecepatan personil itu kan bagian dari pelayanan semua makanya di lakukan operasi pelayanan publik,” Pungkasnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Ibrahim Tompo saat di konfirmasi KabarMakassar.com melalui pesan WhatsApp membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan itu bukan operasi tangkap tangan (OTT) melainkan langkah yang dilakukan oleh internal untuk lebih memperbaiki pelayanan publik kepolisian.

“Benar adanya kejadian tersebut. Ada hal yang perlu di luruskan bawah kegiatan tersebut bukan OTT namun langkah yang dilakukan oleh internal untuk lebih memperbaiki pelayanan publik kepolisian,” ujar Ibrahim Tompo.

Polres Pinrang Ungkap Tiga Tersangka Pemilik Sabu 1 Kilogram

KabarMakassar.com — Polres Pinrang gelar Press Release kasus penyalaan Narkoba sebanyak 1 kilo 300 gram di halaman kantor Polres Pinrang Jalan Bintang Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Rabu (22/1).

Adapun tersangka Ramon Bin Hasan (39) pekerjaan nelayan, Awi Bin Mamma (37), pekerjaan buruh keduanya warga Karang Kejo, Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan dan Abd. Rahman alias Emmang Bin Yamang (40), warga Cacabala Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang.

AKBP Bambang Suharyono mengatakan modus para tersangka bermufakat jahat untuk memiliki, membeli, menerima, menjual, dan mengedarkan narkotika jenis sabu tersebut kepada orang yang mau membelinya di Kota Pinrang.

“Para pelaku mengaku barang haram tersebut berasal dari negara Malaysia yang kemudian dikirim ke pulau Kalimantan dan masuk ke wilayah Sulawesi Selatan melalui pelabuhan Kota Parepare,” kata Bambang di depan awak media.

“Pasal yang disangka untuk tersangka yaitu pasal 114 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama hukuman seumur hidup atau pidana mati,” ungkapnya.

Lanjut Bambang, kita berkomitmen memerangi peredaran barang haram itu di Pinrang dengan cara melakukan upaya preventif atau pencegahan dan menindak tegas para pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Kita selama ini sudah maksimal melakukan penyuluhan sebagai upaya Preventif. Tentu juga kita akan menindak secara tegas para pelaku penyalahgunaan barang haram itu di Pinrang,” Tutupnya.

Barang bukti yang diamankan di Mapolres Pinrang yaitu
1. 1 kilo 300 gram narkotika jenis sabu
2. 2 buah kantongan warna hitam
3. 1 buah termos nasi besar, warna biru
4. 1 bungkus yang berisikan kosong.