Kesejukan Air Terjun Karawa Pinrang Ramai Dikunjungi Wisatawan

KabarMakassar.com — Pesona Air Terjun Karawa di Lingkungan Karawa, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mulai jadi salah satu obyek wisata alam yang menarik minat wisatawan.

Selain airnya yang jernih serta suasana alam masih asri dan sejuk, juga karena pemandangan menuju lokasi air terjun ini begitu eksotis dan cocok untuk rekreasi dan rileksasi diri.

Permandian Air Terjun Karawa adalah salah satu obyek wisata baru yang mulai dipromosikan pemerintah daerah sebagai salah satu destinasi wisata. Tak heran jika obyek wisata alam yang terletak di jalan poros PLTA Bakaru ini mulai jadi buah bibir, yang jarak sekitar 46 kilometer dari Kota Pinrang.



Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter lebih yang berada di puncak Gunung Karawa. Untuk menuju lokasi ini wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 1 kilometer dari jalan kecamatan. Jalan yang menanjak dan menantang membuat pengunjung kerap singgah untuk beristirahat karena perjalanan cukup melelahkan.

Namun kelelahan itu terobati setelah menikmati dinginnya Air Terjun Karawa yang dikelilingi bebatuan dan pepohonan yang asri dan rindang. Jalanan menuju ke air terjun pun dapat dilalui sepeda motor. Namun pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki sejauh 1 kilometer, karena kendaraan tak bisa sampai ke lokasi.

Abdul Wahab (28) wisatawan asal Majene, Sulawesi Barat, mengaku sangat terkesan dengan Air Terjun Karawa meskipun dia baru pertama kali menikmati kesejukan air terjun ini.

“Airnya sejuk dan jernih, panorama alamnya masih asli. Hanya saja dari fasilitas banyak yang kurang perlu ditata dengan baik, agar terlihat keren lagi,” ujarnya.

Alip, warga setempat mengatakan air terjun karawa bukan hanya wisatawan lokal yang padati, namun wisatawan luar daerah
cukup banyak berdatangan bahkan ada dari wisatawan Turis.

“Air terjun karawa, banyak dikunjungi warga di luar Pinrang bahkan wisatawan Turis juga pernah berwisata disini,” ungkapnya, Minggu (5/1).

Lanjut Alip, hanya saja sejumlah fasilitas harus dipoles agar menjadi lebih menarik seperti gazebo dan tempat ganti pakaian sebaiknya disediakan dan dikelola baik oleh Pemda atau Investor sehingga bisa mendatangkan manfaat ekonomi.

“Perludikelola dengan baik oleh Pemda atau Investor sehingga bisa mendatangkan manfaat ekonomi,” harap Alip.

Air Terjun Karawa saat ini masih dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat. Setiap pengunjung dibebani karcis masuk sebesar Rp 5.000 untuk setiap pengunjung.