Teknologi Desalinasi Diperkenalkan di Kota Makassar

KabarMakassar.com — Seiring berkembangnya zaman modern saat ini, banyak terobosan-terobosan baru yang ingin diperkenalkan pada dunia melalui teknologi canggih.

Salah satunya teknologi yang mengubah air laut menjadi air tawar dan dapat dikonsumsi atau desalinasi.

Hal ini pun yang dilakukan Martun Anda Pemimpin Jurusan Teknik Lingkungan Mudardoch University Perth Australia di Ombak Cafe Jalan Ujung Pandang Kota Makassar, Senin (20/1).

Makassar menjadi salah satu Kota yang dituju guna memperkenalkan alat canggih tersebut terlebih diperkenalkan ke daerah daerah terpencil atau pedesaan.

Meskipun begitu menurut Muhammad Anshar teknologi desalinasi sudah ada di Makassar bahkan sebelum diperkenalkan oleh Pimpinan Jurusan Teknik lingkungan tersebut.

“Dia menawarkan teknologi untuk desalinasi, sebenarnya hal itu bukan hal yg baru ini sudah lama ada tapi memang belum kita terapkan, beberapa tahun lalu Makassar sudah melakukan itu cuman memang teknologinya jaman dulu beda sama teknologi sekarang, tadi kalau kita liat, teknologinya agak sederhana sudah simpel kalau dulu itu besar sekali dan rumit.” ucapnya saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan tersebut.

Diketahui di Kota Makassar sendiri kebutuhan air bersih dari PDAM baru mencapai 80 persen dari seluruh kebutuhan masyarakat, maka dari itu salah satu solusi agar kebutuhan air masyarakat Kota Makassar dapat terpenuhi secara keseluruhan dibutuhkan dan diharapkan dari teknologi desalinasi.

Menurutnya jika hanya berharap dari air diatas sepenuhnya belum berjalan normal karena masih ada beberapa kendala diantaranya pipa air yang kadang masih bermasalah.

Sementara itu Muhammad Anshar juga membeberkan bahwa ia telah memberikan saran kepada Wakil gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terkait teknologi desilinasi tersebut.

“Saya tadi sempat kasih masukan ke bapak Wagub, kami di Makassar ini sudah mulai berjalan ini bapak hal yang sama tapi merek bisa lainkan, kita tidak bicara merek tpi soal bagaimana memprodukai air laut, kan air laut ini kan makin banyakkan tiap tahun sudah ada contoh yang kita sudah buat, bahkan di Makassar sudah ada di beberapa tempat kita buat seperti itu memang biayanha cukup tinggi waktu itu namun kalau yang ini kelihatannya lebih murah teknologi itukan makin lama makin murah, simpel kalau di Makassar modelnya adalah kami tidak memenuhi alat itu.” lanjutnya.

Agar lebih simpel, mudah dan tidak rumit, ia menyarankan agar air yang langsung dapat dikonsumsi tersebut langsung di beli saja agar semua pihak mendapatkan keuntungan masing masing.

“Ini jangan dimonopoli sama pemerintah misalnya ada pengusaha misalnya saudara yang bikin seperti itu, beli alatnya kemudian diproduksi airnya lalu dijual ke PDAM, jadi Makassar itulah PDAM membeli hasil produksinya jadi PDAM tidak perlu membuat alat itu atau membeli itu alat itu dan saran saya mending kita beli airnya saja nanti PDAM yang bawa supaya semua dapat keuntungan, pengusaha dapat keuntungan juga setidaknya semuanya bisa hiduplah jangan dimonopoli semua sama PDAM.” tutupnya.