Bupati Gowa Launching Rabu Sehat

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan melakukan senam bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa sekaligus melaunching Rabu Sehat dengan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Rabu (5/8).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan kegiatan olahraga ini merupakan tindaklanjut dari instruksi pemerintah pusat kepada seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk bisa kembali melakukan aktivitas senam.

“Hari Rabu ini kita tetapkan sebagai hari olahraga untuk wilayah Kabupaten Gowa yang kita namakan dengan Rabu Sehat,” ujar Adnan.

Namun diluar daripada itu, kegiatan olahraga ini salah satu pola kebiasaan atau gaya hidup baru yang harus tetap dilaksanakan menyesuaikan dengan Pandemi Covid-19. Mengingat akhir dari pandemi Covid-19 ini belum diketahui.

Apalagi kata Adnan hingga saat ini vaksin untuk Covid-19 belum ditemukan. Sehingga kegiatan olahraga ini merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Sebelum ditemukannya vaksin, maka yang paling penting adalah bagaimana menjaga imunitas kita, daya tahan tubuh kita untuk bisa terhindar dari penularan Covid-19. Salah satu cara yang paling tepat untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita imunitas kita adalah dengan berolahraga,” jelas Adnan.

Lanjutnya, kegiatan olahraga ini akan dilakukan setiap hari Rabu pagi sekaligus berjemur selama 30 menit yang dimulai pukul 07.45 – 08.30 WITA. Bupati Adnan menjelaskan waktu ini sangat cocok untuk bisa mendapatkan sinar ultraviolet (UV) yang baik untuk kulit dan daya tahan tubuh.

“Matahari pagi kalau kita berjemur 3 kali dalam 1 minggu itu juga meningatkan imunitas kita, daya tahan tubuh kita dan juga menguatkan tulang tulang kita,” lanjutnya.

Selain berolahraga, orang nomor satu di Gowa ini juga meminta agar tetap mengikuti Protokol Kesehatan. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, tidak kontak atau bersentuhan dan rajin mencuci tangan.

“Memakai masker, jaga jarak satu setengah meter sampai dengan 2 meter maka itu resiko penularannya sesuai dengan penelitian riset yang dilakukan oleh berbagai negara, maka resiko penularannya hanya 1,5 persen persen apalagi kalau di ruang terbuka seperti ini maka resiko penularannya hanya 0,5 persen,” tambahnya.

Senam ini diikuti Wakil Bupati Gowa,H Abd Rauf Malaganni, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis dan jajaran ASN lingkup Kantor Bupati Gowa.

Gowa Peringati Hari Anak Secara Virtual di Peace Room A’Kio

KabarMakassar.com — Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Gowa tahun 2020 dilakukan secara berbeda yakni melalui virtual Aplikasi Zoom, yang dipusatkan di Peace Room A’Kio, Selasa (4/8).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, saat ini Indonesia sedang berjuang untuk terlepas dari pandemi sehingga seluruh kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dilakukan secara virtual.

Menurut Adnan, dalam keadaan seperti ini para anak di Gowa harus fokus mengembangkan kemampuan, dan menggali potensi diri sehingga bisa membawa daerah kearah yang lebih baik.

“Yang akan menjadi penerus nantinya adalah para anak, jadi manfaatkan waktu sebaik mungkin ditengah pandemi ini untuk mengasah kemampun yang ada dalam diri kita,” ungkapnya.

Selain itu, Adnan mengajak para anak untuk selalu bergembira walaupun Indonesia khususnya di Kabupaten Gowa sedang berjuang untuk terlepas dari pandemi Covid-19.

“Sesuai tema hari ini bergembira dari rumah, jadi meskipun kita disituasi yang sulit ini, hati harus selalu bergembira karena bergembira salah satu cara meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh kita,” ungkapnya.

Adnan tak menampik, saat ini banyak anak yang merindukan suasana sekolah, bermain dengan teman. Kendati demikian, dirinya mengingatkan agar anak selalu berkomitmen melindungi diri, keluarga dan orang disekitar karena Gowa merupakan zona merah penularan covid-19.

“Mari kita tunjukan kebersamaan, kerjasama untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan sehingga kita bisa segera melaksanakan kegiatan untuk memenuhi hak anak kita di wilayah Kabupaten Gowa,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kawaidah menagatakan peringatan kali ini berbeda dengan peringatan Hari Anak Nasional pada tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan karena adanya pandemi Covid-19 di tengah-tengah masyarakat khususnya pagi pelajar.

Tak hanya itu, Kawaidah membeberkan kegiatan ini diikuti oleh ratusan anak yang tesebar di enam kecamatan yakni Somba Opu, Pallangga, Bajeng, Barombong, Bontomarannu dan Tinggimoncong.

“Selain peringatan ini ada beberapa rangkaian peringatan hari anak seperti diskusi online, pembuatan film pendek, dan pembagian masker dan hand sanitizer pada beberapa kecamatan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui kegiatan ini turut diikuti Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, Sekretaris Daerah, Muchlis, Wakil Ketua TP PKK Gowa Mussadiyah Rauf, dan para SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Bupati Gowa Tinjau Kesiapan Pembukaan Pos Pelayanan Publik

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa, Yeni Andriani dan Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola mengecek kesiapan pembukaan Pos Pelayanan Publik di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Gowa, Senin (3/8).

Bupati Adnan mengatakan kehadiran Pos Pelayanan Publik sebagai langkah awal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk terus meningkatkan dan tetap bisa memberikan kemudahan pelayanan kepada Masyarakat.

Nantinya Pos Pelayanan Publik ini akan menggabungkan pelayanan di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Gowa dan instansi vertikal lainnya. Sementara untuk awal hanya akan menggabungkan 3 (tiga) instansi, yaitu DPM-PTSP, Kejaksaan dan Polres Gowa.

Lanjut Adnan kehadiran Pos Pelayanan Publik langkah awal sebelum adanya pembangunan Mall Pelayanan Publik. Agar Kabupaten Gowa tetap bisa mempertahankan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang saat ini memiliki peringkat B.

“Untuk awal agar kita bisa mempertahankan B dan naik BB kita buat dulu Pos Pelayanan Publik yang akan ditempatkan di kantor PTSP. Pelayanannya 3 (tiga) dulu yaitu PTPS, Kejaksaan dan Kepolisian, mudah-mudahan ini bisa membuat Kabupaten Gowa meraih peringkat BB,” kata Bupati Adnan.

Sementara untuk pembangunan Mall Pelayanan Publik, Adnan merencanakan akan dibangun tahun 2021 mendatang. Adnan menyebutkan ini adalah satu satu poin untuk mendapatkan penilaian SAKIP.

“Sehingga saya minta TAPD yang diketuai oleh pak Sekda untuk bisa mempersiapkan ini dan merencanakan pada penganggaran tahun depan untuk membuat Mall Pelayanan Publik menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Saya minta dipersiapkan dari sekarang sehingga pada saat pembahasan APBD pokok 2021 sudah ada di dalamnya,” ujar Adnan.

Mall Pelayanan Publik ini akan diintegrasikan dengan semua pelayanan baik yang berada dilingkungan SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa maupaun dengan pelayanan di instansi vertikal lainnya seperti Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan Agama serta Kementerian Agama Kabupaten Gowa.

“Sehingga tidak ada lagi pelayanan di kantor masing-masing, semua akan menjadi satu,” tambah Adnan.

Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Kabupaten Gowa, Indra Setiawan Abbas menyebutkan beberapa pelayanan yang akan hadir dalam Pos Pelayanan Publik ini seperti pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), SIM, lapaoran hilang, bayar tilang dan pelayanan PTSP sendiri.

Mentan SYL Shalat Idul Adha 1441 H di Gowa

KabarMakassar.com — Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL) melaksanakan shalat Idul Adha 1441 Hijriah di Ruang Terbuka Hijau RTH Syekh Yusuf Discovery Sungguminasa Kabupaten Gowa, Jumat (31/7).

Dalam sambutannya Mentan SYL yang juga mantan Bupati Gowa ini mengaku bahagia bisa ikut melaksanakan Shalat Idul Adha di Kabupaten Gowa. Karena menurutnya lebaran Idul Adha tahun ini bisa dilaksanakan di kampung halaman bersama keluarga.

“Terutama kita semua yang menajdi keluarga saya sebagai orang Gowa. Saya merasa ini menjadi berkah tersendiri melihat kondisi keadaan Gowa dari hari ke hari makin baik,” ujarnya di hadapan ribuan jemaah Idul Adha.

Lanjutnya, pelaksanaan Idul Adha tahun ini kata SYL berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini dilaksanakan ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19. SYL menyebutkan bahwa Covid-19 ini merupakan ujian untuk kita semua.

“Ini adalah ujian untuk kita keluar sebagai orang yang kuat. Kita harus banyak mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi, vitamin dan banyak berolahraga,” jelasnya.

Olehnya itu, cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi Covid-19 ini adalah memperbaiki keimanan, kedekatan terhadap sesama dan mengikuti protokol kesehatan serta anjuran pemerintah.

“Kita adalah anak pemerintah anak negara. Oleh karena itu, kita harus mendengarkan apa anjuran pemerintah seperti menggunakan masker dan jaga jarak. Jangan anggap Covid-19 ini sebagai hal biasa-biasa saja,” harapnya.

Namun mantan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dua periode ini yakin bahwa dengan kultur yang dimiliki masyarakat Gowa bisa keluar dan melewati tantangan ini.

“Kita harus menjadi pemenang dari semua tantangan dan masalah kehidupan. Karena orang Gowa, Bugis-Makassar sudah teruji kehidupannya, teruji dia punya genetika dan ini bawaan dari lahir,” tandasnya.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha ini juga dihadiri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni, jajaran Forkopimda dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Peringatan Hari Anak di Gowa Digelar Secara Virtual

KabarMakassar.com — Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Gowa akan dilakukan secara virtual melalui zoom pada Selasa 4 Agustus 2020 mendatang.

Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham saat menemui Bupati Gowa bersama Forum Anak Hasanuddin Tamalajjua (FAHASTA) di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu, (29/7).

Ia mengatakan peringatan kali ini berbeda dengan peringatan Hari Anak Nasional pada tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan karena adanya pandemi Covid-19 di tengah-tengah masyarakat khususnya pagi pelajar.

“Jadi ditengah penyebaran ini peringatan hari anak akan dilakukan secara virtual dengan tema nasional Anak Terlindungi, Indonesia Maju #bergembira dari rumah,” ungkapnya.

Selain itu, Kawaidah membeberkan pada peringatan ini akan diikuti oleh ratusan anak yang tesebar di enam kecamatan yakni Somba Opu, Pallangga, Bajeng, Barombong, Bontomarannu dan Tinggimoncong.

Sementara Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku akan turut membawakan materi kepada para anak, sehingga pihaknya mengimbau agar tidak ada kegiatan berkumpul namun semuanaya dilakukan secara virtual.

“Anak-anak saat ini masih belajar dari rumah, apalagi Kabupaten Gowa merupakan zona merah penularan covid jadi peringatan dilakukan secara virtual, insyaallah saya akan ikut,” pungkasnya.

Organisasi Muslim Afrika Dukung Pembangunan Replika Balla Lompoa

KabarMakassar.com — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk membangun replika Rumah Adat Balla Lompoa di Cape Town, Afrika Selatan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari organisasi muslim di sana.

Hal ini diungkapkan Acting Chairman of Abdul Wahab Trust, Ebrahim Peters saat melakukan video telekonferensi bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Konsultan Jenderal Republik Indonesia (KJRI) cape town di Afrika Selatan.

Ebrahim Peters mengaku sangat berterima kasih telah dilibatkan dalam rencana pembangunan Balla Lompoa. Hal ini pun merupakan sumbangan yang luar biasa bagi masyarakat Afrika Selatan.

“Kami berkomitmen untuk berperan dalam keberlanjutannya dan ini merupakan peluang yang dapat ditawarkan untuk pengembangan budaya, sejarah, ekonomi, dan sosial,” katanya.

Sementara Bupati Adnan mengatakan, pembangunan replika Balla Lompoa merupakan tindaklanjut dari rencana pembangunan Rumah Indonesia yang dicanangkan pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu juga menjadi impian Pemkab Gowa untuk bisa memberikan tanda mata kepada Pemerintah Afrika Selatan khususnya dalam membangun tali persaudaraan yang kuat antara Kabupaten Gowa dan Cape Town.

Olehnya, seluruh anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan Balla Lompoa di Cape Town ini akan ditanggung oleh pemerintah daerah, termasuk untuk biaya pemeliharaannya.

“Kami juga ingin sampaikan bahwa pembangunan rumah adat Balla Lompoa Insyaallah pemeliharaannya hemat atau pemeliharaannya lebih murah dibandingkan perawatan-perawatan yang lain. Karena ini memakai kayu kelas 1 yang sudah diakui oleh dunia bahkan kayu tersebut juga dipakai di Masjidil Aqsa,” jelas Adnan.

Adnan menambahkan kehadiran replika Balla Lompoa di Afrika Selatan nantinya akan dijadikan sebagai perpustakaan Syekh Yusuf. Jadi siapapun yang ingin mengetahui sejarah Tuanta Salamaka bisa mengunjungi makam dan museum Balla Lompoa di Kampung Makassar di Cape Town Afrika Selatan.

Olehnya itu, orang nomor satu di Gowa ini berharap KJRI Cape Town bersama dengan seluruh pemangku kepentingan agar bisa ditindaklanjuti dengan baik. Sehingga pelaksanaan pembangunan Balla Lompoa ini bisa segera terlaksana.

“Replika Balla Lompoa yang akan kami berikan pasti yang terbaik dan kami akan sesuaikan luasan tanah yang disediakan,” tambah Adnan.

Hadir dalam Vicon ini, Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Gowa, H. Muchlis, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad, PLT Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa, Ratnawati dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Arifuddin Saeni.

Pemkab Gowa Gelar Rapid Massal Hari Ini, Bantu Warganya ke Makassar

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa merencanakan akan kembali melakukan rapid test secara massal, hari ini Senin (13/7) yang akan dipusatkan di Gedung Haji Bate, untuk membantu masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Makassar.

Kebijakan ini diambil, menurut Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, setelah Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin, menandatangani Perwali Nomor 36 Tahun 2020, tentang Percepatan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kita akan bantu masyarakat dengan rapid test yang akan dipusatkan di gedung Haji Bate. Insya Allah saya akan kemunikasikan pemilik gedung secepatnya,” ujar orang nomor satu di Gowa, pada hari Sabtu 11/7, pada pertemuan virtual yang diikuti, Wakil Bupati Gowa H. Abd Rauf Malaganni Kr Kio, Sekda Gowa H. Muchlis, Inspektorat Hj Kamsinah, Kepala Bapeda Taufiq Mursad, Kadis Kesehatan H. Hasanuddin, Kadis DPKD Karim Dania dan Kadis Kominfo-SP Arifuddin Saeni.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, mendorong para Camat untuk membuat Posko di perbatasan kecamatan masing-masing, untuk mengantisipasi masyarakatnya yang akan melakukan perjalanan ke masyarakat, seperti pedagang sayur dan pekerja lainnya yang membutuhkan surat keterangan. Posko yang terbentuk ini selain melakukan pemeriksaan, juga sudah menyediakan form bepergian yang akan dipakai memasuki kota Makassar.

“Kan ada enam item yang membolehkan orang luar masuk Makassar dengan menggunakan form,” ujar Adnan.

Adnan juga merencanakan untuk meminta bantuan Gubernur Sulsel, H. Nurdin Abdullah, agar Gowa dapat dibantu rapid test, mengingat keterbatasan alat tersebut di Gowa. “Kami akan coba meminta ke Bapak Gubernur, mudah-mudahan dapat bantuan rapid test,” katanya.

Mengingat jumlah ketersediaan rapid test ang ada, menurut orang nomor satu di Gowa tersebut, ancang-ancangnya 100 hingga 200 orang perhari. “Ini pun kita akan seleksi ketat, kalau cuman sekadar jalan-jalan, ya silakan balik ke rumah,” ujarnya.

Seperti diketahui, pembatasan orang masuk ke Makassar pada Perwali tersebut disebutkan pada Bab V, tentang Pembatasan Pergerakan Lintas Antar Daerah. Pada pasal 6 ayat 1 menyebutkan, setiap orang yang masuk ke dalam dan keluar kota Makassar, wajib melengkapi diri dengan surat keterangan rekomendasi Covid-19 dari Gugus Tugas dan/atau Rumah Sakit/Puskesmas daerah asal dan berlaku selama 14 hari setelah diterbitkan.

Sementara di Pasal 6 ayat 2 juga menyebutkan bahwa ketentuan yang dimaksud pada Pasal 6 ayat 1, berlaku bagi setiap orang yang memasuki kota Makassar, dengan menggunakan kendaraan umum dan/atau pribadi melalui transportasi darat, laut dan udara.

Di sisi lain, aturan yang mewajibkan orang membawa surat bebas Covid-19, tidak berlaku bagi orang-orang tertentu. Hal ini tertuang dalam pasal 6 ayat 3 Perwali.

Ketentuan sebagaimana yang dimaksud pasal 1, dapat dikecualikan kepada:
a. ASN yang bekerja di Kota Makassar
b. TNI/Polri yang bekerja di Makassar.
c. Karyawan swasta yang bekerja di Makassar.
d. Buruh yang bekerja di Makassar
e. Pedagang yang berdagang di Makassar.
f. Penduduk yang berdomisili di Maminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) yang bekerja di Makassar.

Ketentuan yang dimaksud pada ayat 3 hurup (a), (b) dan (c) wajib memperlihatkan bukti diri bahwa benar bekerja di kota Makassar kepada petugas.

Sementara itu, pada ketentuan lainnya yang dimaksud pada ayat 3 huruf d dan e tersebut, wajib memperlihatkan surat keterangan Lurah/Kepala Desa asal bahwa benar adalah buruh yang bekerja di Makassar dan pedagang yang menjajakan dagangannya di Makassar.

Sementara ketentuan yang dimaksud pada ayat (3) huruf f wajib memperlihatkan identitas bahwa benar adalah penduduk yang berdomisili/menetap di Makassar, Maros, Gowa dan Takalar.

Adnan Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 Bersama Kapolri

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kapolri dan Panglima TNI melalui Video Conference, Jumat (10/7).

Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap Penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 seperti progarm Balla Ewako dan program duta Covid-19.

Dihadapan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 se Provinsi Sulawesi Selatan, Jenderal Polisi Drs. Idham Azis mengaku jajaran Polri dan TNI siap memberikan bantuan jika dibutuhkan.

“Bangun komunikasi yang baik dengan semua unsur, maka semua pekerjaan yang ada akan muda dan lakukan pekerjaan itu dengan ikhlas agar diridhoi Allah SWT,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Panglima TNI, Marsekal TNI  Hadi Tjahjanto, mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama tokoh agama untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker.

Hal ini penting, karena menurutnya, hingga saat ini vaksin belum ditemukan. Bahkan WHO mengatakan bahwa penularan Covid-19 saat ini bukan hanya droplet saja tapi dari bersih atau bersuara virus akan mengambang di udara selam dua menit.

“Untuk menghindari itu makanya harus kita menggunakan masker. Saat ini perlu edukasi dan sosialisasi dengan kearifan lokal dengan memberdayakan tokoh agama dan masyarakat. Insya Allah masyarakat akan mengikuti apa yang diinginkan oleh Gugus Tugas,” jelasnya.

Ia berharap ada kerja sama antara pemerintah, Gugus Tugas dan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk terus mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya covid-19.

“Semoga gugus tugas dapat melaksanakan tugas dengan baik agar masyarakat tetap produktif dan aman Covid-19 di masa pandemi,” harapnya.

Turut hadir pada video conference ini Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola, Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh. Muhammad Suaib (Han), Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Gowa, H. Jabbar Hijaz, dan dan Perwakilan Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Syarifuddin Kulle.

Gerakan Sejuta Masker, ASN Gowa Sumbang 61 Ribu Masker

KabarMakassar.com — Gerakan Sejuta Masker yang diinisiasi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Khususnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa mencatat hingga Jumat, 3 Juli 2020 jumlah masker yang masuk sekitar 61.000. Sumbangan masker ini pun dari ASN.

“Mereka ada yang menyumbang dalam bentuk masker, ada juga yang menyumbang dalam bentuk uang. Allhamdulilah saat ini bantuan dalam bentuk masker maupun uang terus mengalir,” kata Kepala BKPSDM Gowa Muh. Basir saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7).

Ia menegaskan, pihaknya pun tidak memberikan target terkait jumlah bantuan yang harus diberikan setiap ASN. Sehingga mereka yang memberikan bantuan betul-betul sesuai dengan keihklasan dan kemampuannya.

“Target selesai sampai hari Senin, itu sudah harus fix. Olehnya, saya berharap ASN ikut berpartisipasi seikhlasnya. Ini juga jadi langkah nyata kita untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Gowa,” harapnya.

Sebelumnya Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan Gerakan Sejuta Masker ini sebagai tidak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 25 Tahun 2020 tentang wajib masker dan rencana pembuatan peraturan daerah (Perda) Wajib Masker dan Penerapan Protokol Kesehatan.

“Saya mau kita melakukan gerakan membagikan masker, kita berikan dulu maskernya sebelum perda kita berlakukan. Konsepnya sama sama saat kita menerapkan PSBB, kita bagikan dulu sembakonya baru kita terapkan PSBB,” kata Bupati Adnan.

Bahkan kata Bupati Adnan, kegiatan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2020 mendatang ini akan dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Manta Kapolri ini akan turun langsung membagikan sejuta masker kepada masyarakat Kabupaten Gowa.

“Alhamdulillah Bapak Mendagri bersedia untuk hadir dan sudah fix untuk hadir langsung menjadi saksi dari Gerakan Sejuta Masker ini,” tutupnya.

Bupati Adnan Serahkan Dua Ranperda ke Ketua DPRD Gowa

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyerahkan dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kepada Ketua DPRD Kabupaten Gowa, H Rafiuddin pada Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, Rabu (1/7).

Dua buah Ranperda tersebut yaitu, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Gowa T.A 2019 dan Ranperda Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan daerah Kabupaten Gowa No 15 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan daerah.

Adnan menjelaskan bahwa terkait Ranperda pertanggungjawaban yang kita serahkan hari ini merupakan penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2019 yang terdiri atas laporan realisasi anggaran, laporan neraca daerah, laporan arus kas, laporan operasional, laporan perubahan saldo anggaran lebih , laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan serta beberapa komponen laporan dan lampiran-lampirannya.

“ Laporan Pertanggungjawaban ini telah kami sajikan sesuai standar akutansi pemerintahan, memenuhi kecukupan pengungkapan dan sistem pengendalian intern yang memadai, menunjukan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan sehingga pemerintah daerah kabupaten Gowa dapat mempertahankan predikat WTP tanpa paragraf dari BPK-RI selama sembilan tahun berturut-turut,” katanya.

Dalam perjalanan pelaksanaan APBD tersebut, telah diadakan penyesuaian faktor-faktor obyektif yang dihadapi dalam pengalokasian anggaran, rencana kerja dan kegiatan keuangan.

“ Secara keseluruhan jumlah realisasi pendapatan daerah termasuk penerimaan pembiayaan adalah sebesar Rp 2.011.976.909.324,55 sedangkan jumlah realisasi belanja daerah termasuk pengeluaran pembiayaan adalah sebesar Rp 1.919.436.399.756,48 atau 95,33 persen. Dengan demikian jumlah sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2019 adalah sebesar Rp 92.540.509.568,07 yang mana saldo tersebut sudah termasuk sisa dana BOS, sisa JKN serta sisa dana untuk pembayaran program dan kegiatan yang belum selesai dilunasi pada tahun anggaran 2019,” jelasnya.

Lebih lanjut, adnan menyampaikan bahwa secara garis besar pengelolaan anggaran belanja jika ditinjau dari segi unit organisasi yang melaksanakan maupun dari segi jenis uraiannya nampak sudah terjadi keserasian.

“ Ini berarti bahwa batas-batas kebijakan anggran yang menganut anggran surplus dan defisit dalam artian bahwa secara totalitas jumlahnya masih mengacu pada anggaran berimbang, tidak melampaui plafon anggaran yang teralokasidalam APBD, baik itu bersumber dari dana PAD, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dana bagi hasil dari pusat dan provinsi serta Silpa anggaran tahun lalu,” terang Adnan.

Sedangkan terkait ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah dimaksudkan agar retribusi pemakaian kekayaan daerah yakni pungutan daerah sebagai pembayaran atas pemakaian kekayaan daerah berupa semua barang dan jasa yang dimiliki oleh pemerintah daerah dapat dilakukan perubahan karena didalamnya tertulis yang namanya tarif.

“ Kita berharap dalam perda itu tidak lagi menyebutkan angka-angka tetapi hanya secara umum yang akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan Bupati (Perbup). Apa yang kita mau atur dalam Perda tersebut salah satunya adalah pemakaian kekayaan daerah lapangan syekh yusuf dimana pemanfaatan dan pengelolaannya perlu ditetapkan. Kalau kita hanya berbicara lapangan syekh yusuf berarti kita hanya berbicara lapangan sepak bolanya saja, padahal saat ini didalamnya terdapat banyak fasilitas olah raga lainnya,’ ujarnya.

Diakhir sambutannya ia berharap, melalui pembahasan ranperda ini nantinya pihak eksekutif dan legislatif lebih meninkatkan kerjasama yang baik agar pembahasan ranperda ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses.