Pemkab Gowa Laksanakan Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah Secara Virtual

KabarMakassar.com — Sempat tertunda beberapa pekan akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali menggelar Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah (PQJI) secara virtual, Jumat (5/6).

Pada kesempatan itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan selain pelaksanaan PQJI pertama juga merupakan hari pertama aktivitas kantor bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali normal.

Menurutnya hal ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo dengan noor 57/2020 tertanggal 28 Mei 2020.

“Ini menjadi momentum yang sangat penting untuk sama-sama berdoa kepada Allah SWT supaya kita semua yang hadir dan bekerja seperti biasa selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT,” kata Adnan.

Ia menyebutkan saat ini kasus Covid-19 masih sangat tinggi termasuk di Sulsel khususnya di Gowa. Kata dia, Sulsel sudah berada diurutan ke 3 di Indonesia kasus Covid-19 terbesar.

“Ini berarti terjadi tren kenaikan yang cukup signifikan, hari kita mengalami penambahan positif 8 orang sehingga di Gowa juga cukup tinggi yang terkena Covid-19,” ungkapnya.

Kata Adnan, jumalah masyarakat Kabupaten Gowa yang terkategorikan masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 505, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 251 orang, dan positif sebanyak 137 orang.

Karena itu, ia berharap ada pencerahan agar bisa meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dan berdoa agar terjaga dari penyebaran Covid-19.

“Mari jaga diri kita, jaga keluarga kita dan jaga orang disekitar kita dengan cara memakai masker, menjaga jarak, tidak berkontak, tidak bersalaman dan rajin-rajin cuci tangan,” harapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Othman Omar Shihab mengajak untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya apa yang terjadi saat ini merupakan ujian dari Allah SWT.

“Allah SWT mengatakan pasti senang atau tidak senang, pasti kita akan diuji oleh Allah SWT. Kita siap atau tidak siap orang beriman itu akan diuji oleh Allah SWT,” kata Othman Omar.

Karenanya, ia berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan yang meninggal mati dalam keadaaan syuhada.

“Mudah-mudahan Allah SWT melindungi kita dari segala bala, dari segala musibah, dari segala fitnah dan kita diberi kesehatan diberikan rezeki yang dapat menenangkan kita, menenangkan hati kita dan keluarga kita dan Allah mengangkat wabah ini,” pungkasnya.

Adnan Minta Dana BOS Dipakai untuk Beli Kuota Guru dan Siswa

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku Dana dari Bantuan Operasional Siswa (BOS) akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kuota internet para siswa selama menjalankan proses belajar mengajar dari rumah, Rabu (3/6).

Menurutnya meski aktivitas dalam lingkungan perkantoran akan kembali normal, tapi hal ini tidak berlaku dengan aktivitas di sekolah. Kata dia, pemberlakuan belajar dari rumah melalui masih akan terus dilakukan hingga kasus penyebaran Covid-19 belum mengalami penurunan.

“Kalaupun kebijakan pusat akan memperbolehkan anak-anak sekolah, khusus untuk di Gowa saya belum mempertimbangkan untuk dibuka,” kata Adnan.

Ia mengaku masih besarnya resiko yang akan terjadi penularan Covid-19 jika anak mulai sekolah. Apalagi, selama di sekolah aktivitas anak tidak ada yang menjamin dapat menjalankan protokol kesehatan dengan ikut imbauan pemerintah.

“Atas dasar inilah saya meminta agar dana BOS sebagiannya bisa kita alokasikan untuk pengadaan atau pembelian kuota internet bagi siswa dan guru selama menjalankan pembelajaran daring,” terangnya.

Adanya jaminan kebutuhan internet siswa dan guru akan menciptakan proses belajar mengajar dari rumah berjalan dengan baik. Selain itu, juga mengurangi beban para orangtua siswa karena selama adanya Covid-19 ini membuat pendapatan mereka menurun.

“Ini juga untuk menjawab keluhan masyarakat dalam hal ini orangtua siswa bahwa belajar dari rumah membutuhkan biaya besar karena harus terus beli pulsa untuk pemenuhan kuota. Sementara diantara anak-anak kita pasti ada orangtuanya yang kehilangan pendapatan dan terdampak pandemi ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Salam mengaku rencana Bupati Gowa untuk memberikan kuota internet bagi siswa melalui dana BOS sudah sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kata dia, aturan ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 yang mana disebutkan bahwa dalam penggunaan dana BOS, kepala sekolah wajib menyiapkan kuota internet bagi guru dan siswa.

Begitupun dengan anggaran lain untuk penggunaan dana BOS ini seperti pengadaan buku semuanya diserahkan kepada pihak sekolah untuk mengelola seusai dengan kebutuhan.

“Disitu dijelasnkannya secara jelas, untuk keperluan menyiapkan kouta bagi siswa dan guru itu sudah diatur di dalam Kemendikbud. Kita akan tindaklanjuti ini secepatnya,” pungkasnya.

Adnan Nilai Penanganan Covid-19 Butuh Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku jika penanganan yang baik terhadap pandemi Covid-19 dibutuhkan sinergitas yang kuat antar pemerintah. Diantaranya dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan Adnan ketika menjadi narasumber pada seminar virtual bertajuk “Sinergi Kepemimpinan Mengatasi Covid-19” yang dilaksanakan Laboratorium Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (21/5).

Menurutnya, berdasarkan rujukan Undang-Undang Nomor 23 dijelaskan bawah sistem pemerintahan di Indonesia sifatnya linear. Misalnya, dari pusat sampai ke daerah, mulai dari gubernur, wali kota, bupati bahkan ke pemerintah desa.

“Penanganan pandemi ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, tetapi menjadi tanggungjawab bersama. Semuanya itu satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Adnan.

Selain sinergitas antara pemerintah, Adnan juga dibutuhkan sinergitas atau kerjasama dari semua pihak. Kata dia, masyarakat, para tokoh dan elemen dan organisasi kemasyarakatan termasuk pula para akademisi.

“Akademisi harus ikut andil dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat terhadap dampak dan bahaya Covid-19 ini. Sehingga masyarakat dapat meningkatkan kedisiplinan dan tidak menganggap remeh hal ini,” jelasnya.

Lanjut, Adnan mengatakan sinergitas lain yang dibutuhkan yaitu antar pemerintah dengan pengusaha dan media. Utamanya, media yang menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat sehingga informasi yang disampaikan pun harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menilai, penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa sangat terlihat adanya kerja bersama dengan membangun solidaritas yang kuat. Buktinya, kata dia, saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) beberapa organisasi dan elemen masyarakat itu terlibat.

“Saya harap ke depan sinergitas antar pemerintah dan seluruh unsur bisa lebih diperkuat. Sehingga tidak ada yang saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya dan Covid-19 ini bisa segera tertangani di Indonesia. Terlebih lagi di negara kita sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Unhas, Muhammad Idrus Taba menilai bahwa PSBB yang dilaksanakan oleh Pemkab Gowa sudah berjalan dengan naik dan sukses. Bahkan, pelaksanaan PSBB di Gowa ini sudah sesuai dengan yang diharapkan.

“Saya sebagai masyarakat Gowa merasakan sendiri ketika diterapkan, betul-betul kita merasakan suasana seperti yang diharapkan masyarakat umum dan kita mejaga suasana itu dan saya kira PSBB itu terlaksana dengan baik,” kata Idrus.

Rektor UIN Alauddin Puji Pemkab Gowa untuk Makmurkan Masjid

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjadi narasumber pada Dialog Ramadan yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui aplikasi zoom, Selasa (19/5).

Kegiatan itu menghadirkan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dan Dewan Masjid dengan mengangkat tema “Memakmurkan Masjid Pasca Covid 19”.

Pada kesempatan itu, Adnan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memakmurkan selama ini masjid, khususnya di Masjid Agung Syekh Yusuf yaitu dengan melaksanakan berbagai kegiatan dengan melibatkan berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Diantaranya, kata dia, kajian yang dilakukan Ormas Islam setiap minggunya seperti dari Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan beberapa ormas Islam lainnya.

Khusus untuk Masjid Agung Syekh Yusuf, Bupati termuda di Kawasan Timur Indonesia ini menyebutkan sudah mengalami beberapa kali renovasi. Mulai saat Pemerintahan Syahrul Yasin Limpo hingga di kepemimpinannya.

“Masjid Agung Syekh Yusuf itu dibangun oleh Pak Syahrul kemudian disempurnakan oleh almarhum Ayahanda tercinta Pak Ichsan Yasin Limpo lalu kemudian saya renovasi total,” kata Adnan.

Selain Masjid Agung Syekh Yusuf, kata dia, Gowa juga memiliki Masjid Tua Katangka. Menurutnya masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan yang menjadi sumber peradaban islam di Sulsel khususnya di Gowa.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya masjid-masjid ini kita lebih membumikan agama kita dan juga ini menjadi kewajiban kita untuk mensyiarkan agama Islam di wilayah kita masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengaku sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memakmurkan masjid dengan merenovasi masjid Agung Syekh Yusuf sehingga nyaman digunakan.

“Masjid itu betapa indahnya di dalam luar biasa. Kami juga aktif di situ memberikan kajian jumat ibadah yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun. Nyaman sekali sound sistem juga sangat baik. Kalau ke masjid agung senang sekali,” kata Prof Hamdan.

Selama PSBB, Bupati Gowa Akui Kesadaran Masyarakat Meningkat

KabarMakassar.com — Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa sejak 4 hingga 17 Mei 2020 dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran Covid-19.

“Selama PSBB, kami melihat aktivitas masyarakat di luar rumah menurun setiap harinya. Ini artinya masyarakat secara bertahap mulai menyadari bahwa dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini sangat berbahaya. Baik bagi dirinya maupun keluarganya,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Minggu (17/5).

Termasuk, kata dia, bagi masyarakat yang harus tetap berada di luar rumah selama PSBB, mereka mampu mengikuti anjuran protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

“Kesadaran masyarakat sudah semakin tinggi. Misalnya, ketika mereka berada di luar rumah sudah membiasakan diri memakai masker, termasuk menjaga jarak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola mengatakan jumlah penindakan yang dilakukan setiap malam berkurang. Ia menyebutkan, selama penerapan PSBB pihaknya mengeluarkan sebanyaknya 1.456 blanko teguran.

“Indikatornya kita lihat dari hari berikutnya yang kita tangkap tidak menemukan orang-orang yang sama. Itu tandanya mereka sadar. Begitupun pengusaha pelaku usaha toko-toko yang kita amankan hari pertama dan hari kedua berbeda,” kata Boy.

Bupati Gowa Keliling Pos Pengamanan, Bagikan Vitamin Kepada Petugas

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh. Muh Suaib kembali melakukan peninjauan pada delapan Pos Pengamanan Perbatasan Kabupaten Gowa, Kamis (14/5) kemarin.

Delapan pos yang dikunjungi yaitu pos pengamanan perbatasan Gowa-Maros di Desa Paccellekang dan Desa Je’nemadinging Kecamatan Pattalassang, Pos Perbatasan Gowa-Makassar di Jalan Abd Kadir Daeng Suro Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu.

Kemudian pos perbatasan Gowa-Makassar di Jalan Tun Abdul Razak dan Jalan Hertasning, pos pengamanan di Jalan Syekh Yusuf, serta pos perbatasan Jalan Sultan Hasanuddin Gowa dan Jalan Sultan Alauddin Makassar, pos pengamanan di Kecamatan Barombong dan pos pengamanan perbatasan Gowa-Takalar di Desa Kalaserena, Kecamatan Bontonompo.

Pada kesempatan itu, Adnan mengatakan kunjungan ini untuk memastikan proses pengamanan berjalan berjalan dengan baik dan untuk memastikan kesehatan para petugas pos pengamanan dalam kondisi sehat.

“Kita membawakan vitamin C dan susu untuk daya tahan tubuh agar betul-betul mereka semua tetap bisa sehat dalam menjalankan tugas dan tetap semangat karena ini untuk kebaikan kita semuanya dan untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Gowa,” kata Adnan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa ini menjelaskan bahwa pada hari kesebelas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan SOP.

“Kalau kita lihat sekarang kondisinya dibandingkan hari pertama pelaksanaan, kendaraan sudah jauh menurun dibandingkan awal-awal. Artinya ada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pelaksanaan PSBB di Gowa,” jelasnya.

Adnan berharap selama pelaksanaan PSBB, penjagaan dan pemeriksaan di pos pengamanan perbatasan tetap diperketat. “Tetap periksa KTP-nya. Kalau memang tidak terlalu penting dan tidak ada surat tugasnya suruh kembali, suruh putar balik selama pelaksanaan PSBB ini,” tegasnya.

Diketahui, peninjauan pos perbatasan ini didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik Dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni, Kepala Dinas Perhubungan, Firdaus dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro.

Besok, Pemkab Gowa akan Laksanakan Rapid Test Massal

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan melaksanakan rapid test secara massal, Selasa (12/5) besok. Pelaksanaan rapid test ini akan menyasar sejumlah pasar dan pos-pos penjagaan di perbatasan.

Rencananya pemeriksaan rapid test akan dilakukan selama tiga hari yakni 12, 13 dan 14 Mei 2020 mendatang. Hal ini merupakan bagian dari langkah Pemkab Gowa selama memberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Rapid test massal ini untuk melakukan deteksi terhadap orang yang terkena atau tertular Covid-19,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan ketika memimpin Coffee Morning melalui telekonferensi, Senin (11/5).

Adnan berharap setiap warga yang masuk di Gowa agar melakukan skrining awal untuk mengecek penularan Covid-19. Karena, Gowa merupakan salah satu epicentrum penyebaran Covid-19 di Sulsel. Apalagi, kata dia, jumlah pasien positif saat ini mengalami peningkatan.

“Jika ada warga yang suhunya berada di atas 37,5 atau 38 derajat kita bisa langsung lakukan rapid test. Sementara jika hasilnya reaktif maka langsung ditindaklanjuti untuk pemeriksaan swab,” jelasnya.

Menurut Adnan, sejumlah perbatasan Gowa dengan daerah lain dan pasar dipilih karena kedua lokasi ini adalah tempat yang memiliki peluang besar terjadinya penyebaran covid-19.

“Pasar itu termasuk karena menjadi loaksi dengan interksi manusia dengan jumlah yang banyak yang memungkinkan terjadinya penyebaran dalam jumlah yang besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Armin mengatakan jumlah alat rapid test yang disiapkan Pemkab yakni sebanyak 5.326.

“Khusus pasar, ada sembilan yang akan menjadi lokasi sasaran antara lain Pasar Induk Minasa Maupa, Pasar Sentral Sungguminasa, Pasar Limbung, Pasar Balang-balang, Pasar Bu’rung-bu’rung, Pasar Bontonompo, Pasar Bontonompo Selatan, Pasar Bontoramba, Pasar Kampili dan Pasar Moncobalang,” kata Armin.

Selain menyasar pasar, pihaknya juga akan melakukan rapid test kepada pedagang pada beberapa tempat. “Para pedagang yang ada di pinggir jalan dan pedagang buah dan sayur yang ada di wilayah Kecamatan Pallangga,” pungkasnya.

Adnan Sebut Pemakanan Warga Pao-Pao PDP Covid-19 Sesuai SOP

KabarMakassar.com — Warga BTN Pao-Pao Permai, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Gowa, AR (52) yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia.

Terkait hal itu, Camat Somba Opu, Agussalim membenarkan perihal kabar tersebut. Ia mengatakan jika almarhum telah dimakamkan setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Kami pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan Paccinongngang telah berkoordinasi dengan Ketua Kerukunan Keluarga BTN Pao-Pao Permai dan RW, dan mereka menyampaikan bahwa almarhum telah dikubur,” kata Agussalim, Minggu (29/3).

Ia mengatakan bahwa almarhum AR dimakamkan di Pekuburan Sudiang pagi tadi. Kata dia, sebelumnya almarhum rencananya akan dimakamkan di Antang tapi ditolak.

“Almarhum meninggal di RSUP dr Wahidin Sudirohusodo pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.50 Wita. Korban sebelum sempat dirawat di ruang isolasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya mengaku jika saat ini keluarga almarhum diisolasi selama 14 hari dan seluruh kebutuhannya akan dipenuhi selama isolasi.

“Terkait dengan keluarga yang ditinggalkan, kami dan Pak RW sudah menyampaikan untuk isolasi diri dulu dan segala kebutuhannya Pak RW dan warga siapkan selama masa isolasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan juga membenarkan hal tersebut. Ia mengaku jika almarhum sudah dimakamkan dan meminta masyarakat agar tidak takut dan panik.

“Proses pemakaman dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, sehingga betul-betul aman,” kata Adnan.

Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu diedukasi bahwa pemakaman yang memakai SOP tidak apa-apa. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak menolak jika ada pasien Covid-19 yang akan dimakamkan di wilayahnya.

“Kita sadar penyebaran Covid-19 itu cepat tapi semua bisa tertangani dengan baik jika kita semua mengambil peran untuk memutus mata rantainya. Tidak dengan menolak dan mengusir mereka yang masuk daftat ODP, PDP dan keluarganya,” pungkasnya.

Adnan Tetapkan Gowa sebagai Wilayah Siaga Covid-19

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menetapkan Kabupaten Gowa sebagai status siaga Covid-19. Hal ini disampaikan Adnan ketika melakukan video conference bersama Forkopimda dan para pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan camat se-Kabupaten Gowa, Jumat (27/3).

Adnan mengatakan bahwa penetapan status siaga Covid-19 itu dikerenakan Pemerintah Kabupaten melihat perkembangan virus itu Sulsel khususnya di Gowa cukup cepat.

“Sekarang ini sudah menjadi darurat bencana nasional dan kita juga sudah tetapkan ini masuk pada kondisi siaga karena mengingat dalam dua hari ini sudah terjadi penambahan masyarakat yang positif,” kata Adnan.

Khusus di Gowa, Adnan mengungkap bahwa saat ini kasus Covid-19 juga mengalami peningkatan. Sebelumnya, kata dia, jumlah warga yang positif covid-19 sebanyak 3 orang dan kemudian bertambah satu sehingga total menjadi empat orang yang positif ovid-19.

“Pada Kamis kemarin, tercatat untuk Gowa hingga saat ini Orang dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 12 orang dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang,” ungkapnya.

Karena itu, kata dia, sebagai langkah antisipasi Pemkab Gowa akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhadap ODP dan PDP beserra keluarga pasien. Agar isolasi mandiri dapar berjalan dengan baik, ia mengaku Pemkab Gowa akan memberikan bantuan berupa sembako.

“Semua yang masuk dalam ODP, PDP dan positif keluarganya ini akan diberikan bantuan sembako untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya selama 14 hari ke depan atau selama masa isolasi,” jelasnya.

Selain itu, Adnan mengatakan bahwa penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis cukup dan penyemprotan desinfektan secara serentak di seluruh wilayah Gowa rencananya akan dilakukan pada 1 April mendatang.

“Kita lakukan persiapannya dari sekarang supaya ini betul-betul serentak. Pertama yang perlu disiapkan memang mulai dari sekarang alat penyemprot pinjam dulu, kalau perlu adakan sendiri dan kita lakukan penyemprotan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan secara bersama,” pungkasnya.

Hadiri Pelantikan PPK Gowa, Ini Harapan Bupati Adnan di Pilkada 2020

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang baru dilantik mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam mengawal proses pengadministrasian di internal KPU. Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dalam Rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa Tahun 2020, di Hotel Best Western, Makassar, Sabtu (14/3).

“Sekretariat PPK harus bisa clean government dalam mengawal pengadministrasian, mulai dari tahapan hingga berakhirnya proses pilkada, sehingga pertanggungjawaban dari setiap anggaran yang kita gunakan bisa berjalan sesuai dengan kaidah dan aturan-aturan yang ada,” katanya.

Dalam penyelenggaraan Pilkada, kata Adnan,t idak sedikit anggaran Pemerintah Kabupaten Gowa yang dialokasikan untuk KPU.

“Total keseluruhan berkisar Rp81 miliar. Untuk KPU Rp55 miliar dan selebihnya adalah biaya pengamanan. Anggaran ini terbilang cukup besar di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tidak menentu,” ungkap Adnan.

Olehnya itu, Adnan berharap seluruh proses tahapan Pilkada 2020 di Kabupaten Gowa menjadi tanggung jawab bersama agar dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Saya mengajak bapak ibu sekalian untuk bisa bersama sama mensukseskan pilkada ini, karena suksesnya Pilkada tersebut bukan hanya tanggungjawab dari KPU saja tetapi ini menjadi tanggung jawab dan tugas kita bersama,” ujar mantan anggota DPRD Sulsel dua periode ini.

Lebih jauh Adnan menyampaikan, Gowa yang selama ini berada dalam zona merah pada beberapa kali pelaksanaan Pilkada, kini masuk dalam zona hijau atau zona aman.

Menurut Adnan, hal ini tentu bukan hanya kerja pemerintah Kabupaten Gowa, tetapi juga berkat kejasama seleuruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Gowa.

“Mudah-mudahan situasi ini mampu kita pertahankan bersama hingga selesainya pelantikan bupati dan Wakil bupati terpilih dan semoga Pilkada yang diselenggarakan di Gowa mampu menjadi contoh Pilkada di Sulsel,” ucapnya.

Sementara, Koordinator Divisi SDM KPU Sulsel, Fatmawati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih, sebab KPU Gowa menjadi yang pertama kali melakukan pelantikan Sekretariat PPK di Sulsel.

“Ini menjadi bukti bahwa ada akselerasi dan koordinasi yang terjalin dengan baik antara KPU dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Fatma juga menyampaikan sejumlah point penting yang perlu didalami lebih lanjut oleh anggota sekretariat PPK.

Ditempat yang sama, Ketua KPU Gowa, Muchtar Muis menjelaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretariat PPK hari ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh KPU.

“Selama ini Sekretariat PPK hanya dimintakan SK yang diterbitkan oleh pemerintah daerah, setelah itu menjalankan tugas dan membantu teman-teman PPK sesuai dengan keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2020. Itu sudah diatur mekanisme pengangkatan dan penrekrutan mulai dari PPK, PPS, Sekretariat PPK, Sekretariat PPS hingga PPDP, dimana salah satu pointnya diatur bahwa untuk tahun ini sekretariat PPK akan dilantik,” jelasnya.