Adnan Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari Gowa

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menghadiri pemusnahan barang bukti Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa tahun 2020 di Kantor Kejaksaan Negeri Gowa, Senin (13/7).

Diketahui, sebanyak 832,9623 gram narkotika, 4,4730 gram pil ekstasi dan obat daftar G sebanyak 101 butir dimusnahkan jajaran Kejaksaan Negeri Gowa. Selain narkoba, Kejaksaan Negeri Gowa juga memusnahkan barang bukti hasil kejahatan lainnya.

Pada kesempatan itu, Adnan mengatakan penangaan narkoba perlu dilakukan secara bersama, jika ditemukan orang yang masuk kategori pengedar maka harus diberi hukuman setimpal bahkan maksimal.

Karena, kata dia, bisa saja melumpuhkan tapi juga merusak mental anak-anak Gowa. “Salah satu cara yang paling ampuh beri efek jera adalah adanya kepastian hukum yang diberikan kepada pengedar,” kata Adnan.

Adnan juga mengapresiasi atas prestasi yang diraih Kejari Gowa meski Kajarinya merupakan pejabat baru yang satu bulan memimpin Kejari Gowa.

“Kami salut dengan Ibu Kajari yang baru sebulan memimpin namun sudah bisa meraih sebagai Kejari terbaik pertama ditingkat Sulsel. Ini mampu membawa nama harum Gowa,” ujarnya.

Sementara itu, Kajari Gowa, Yeni Andriani mengatakan pemusnahan ini terdiri dari dua jenis kasus yakni kasus narkoba dan kasus umum lainnya.

“Untuk kasus narkoba barang bukti terdiri dari narkotika sebanyak 62 perkara dengan berat netto keseluruhan 832,9623 gram, untuk pil ekstasi dari 7 butir dengan berat 4,4730 gram sedang obat daftar G sebanyak 101 butir.

Ia menambahkan untuk narkotika tertinggi diperoleh dari terdakwa Ismail alias Mail bin Syamsuddin dengan berat 794,1908 gram, sedang narkotika terendah dengan terdakwa Suryani alias Uchi binti Sumang Ali.

“Untuk kasus lain meliputi 2 perkara yakni uang palsu 102 lembar pecahan Rp.100.000 serta 5 lembar pecahan Rp.50.000. Barang bukti lainnya berupa 6 badik, 1 busur, 1 pisau, 2 parang dan 1 obeng,” ungkapnya.

Menurutnya barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil olah perkara April-Juli 2020. Ia menilai Gowa banyak kasus narkotika sehingga perlu kerja keras dalam membersihkan narkotika di Gowa.

“Untuk pengedar di Gowa tiada maaf bagimu. Kami akan hukum seberat-beratnya untuk pengedar,” pungkasnya.

Wali Kota Makassar Disumbang 150 Ribu Masker dari Bupati Gowa

KabarMakassar.com — Gerakan Sejuta Masker yang telah dilaunching oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, bukan saja diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Gowa secara keseluruhan, tapi juga diperuntukkan bagi masyarakat kabupaten/kota tetangga salah satunya Kota Makassar.

Hal ini diungkapkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat melakukan kunjungan ke Kantor Walikota Makassar, Jumat (10/7).

“Kunjungan saya kesini untuk menyerahkan 150 ribu lembar masker, semoga ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kota Makassar,” kata Adnan saat menyerahkan masker secara simbolis kepada PJ Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin yang berlangsung di Ruang Rapat Walikota Makassar.

Selain itu, alasan lain yang mendasari dirinya menyumbangkan masker sebab diketahui epicentrum penyebaran virus corona berada di Kota Makassar.

“Karena penduduk Kabupaten Gowa hanya 756 ribu jiwa, sementara gerakan yang kami lakukan Gerakan Sejuta Masker sehingga pihak kami berinisiasi memberikan sebagian ke kabupaten lain dan bukan hanya Makassar. Rencananya kami juga serahkan 50 ribu pcs masker untuk Kabupaten Takalar,” jelas Adnan.

Lanjutnya, Gerakan Sejuta Masker ini adalah gerakan kemanusiaan yabg melibatkan seluruh elemen masyarakat secara sukarela dalam memberikan donasi masker.

“Alhamdulillah dalam waktu seminggu, kami sudah bisa mengumpulkan 1,2 juta masker. Ini sudah melebihi target awal karena selain ASN Gowa, ada beberapa instansi, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan para pengusaha di Kabupaten Gowa ikut andil dalam gerakan ini,” tuturnya.

Sementara, Prof Rudy memuji Gerakan Sejuta Masker yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.

Ia mengatakan gerakan ini tidak mudah karena mengumpulkan masker dalam jumlah banyak selama seminggu itu sangat mustahil.

“Ini sangat luar biasa, kerja keras yang dilakukan Pemkab Gowa perlu diapresiasi dan ditiru oleh beberapa kab/kota,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Pj Walikota Makassar juga menyerahkan bantuan alat rapid test sebanyak 700 set kepada Bupati Gowa.

Gerakan Sejuta Masker Pemkab Gowa Catatkan Rekor MURI

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa sukses menggelar Gerakan Sejuta Masker untuk masyarakat Gowa. Launching Gerakan Sejuta Masker ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Rabu (8/7).

Tak hanya sukses digelar, Gerakan Sejuta Masker ini juga berhasil tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai daerah yang mampu memberikan sumbangsih masker yang banyak sebanyak 1.200.000 lembar masker.

Pendiri MURI, Jaya Suprana mengatakan bahwa rekor ini sangat membanggakan. Pasalnya, tak hanya memecahkan rekor di Indonesia tetapi juga memecahkan rekor dunia.

“Karena belum pernah terjadi pada dunia ini ada sebuah kabupaten yang memberikan sumbangsih masker dalam rangka untuk menangkal Covid-19 ini tetapi jumlahnya bukan main yaitu 1.200.000 lembar masker,” kata Jaya.

Ia menambahkan peristiwa ini akan menjadi tauladan dan menunjukkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa negara ini adalah bangsa yang siap untuk bergotong royong melawan Covid-19.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena menurutnya kegiatan Gerakan Sejuta Masker ini akan dapat mencegah penularan Covid-19.

Mendagri Launching Gerakan Sejuta Masker di Kabupaten Gowa

KabarMakassar.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian melaunching Gerakan Sejuta Masker Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa di Gedung Haji Bate Sungguminasa, Rabu (8/7).

Dalam sambutannya, Tiro Karnavian mengaku mengapresiasi Gerakan Sejuta Masker tersebut. Menurutnya, selama ini pemerintah masih hanya fokus dan sudah melakukan pada tahap sosialisasi yang cukup lama.

Bahkan, kata dia, beberapa daerah juga sudah mengeluarkan Peraturan Bupati ataupun Peraturan Daerah (Perda) tanpa ada intervensi untuk melakukan gerakan pembagain masker.

“Saat ini yang belum ada itu aksinya karena masyakat kita belum semuanya punya masker. Sehingga harus ada intervensi pemerintah untuk membagikan masker. Jangan hanya buat baliho ajakan pakai masker tapi gak ada yang membagikan masker,” kata Tito.

Mantan Kapolri ini menilai bahwa pembagian masker ini salah satu cara yang efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Ia menjelaskan bahwa penularan Covid-19 ini melalui tiga aspek yaitu droplet, benda atau objek dan melalui aerosol.

“Sehingga salah satu yang bisa mencegah itu adalah penggunaan masker. Karena pengguna masker itu relatif bisa mengatasi yang ketiga itu,” tandasnya.

Ia berharap Gerakan Sejuta Masker ini bisa diikuti oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. “Kita yakin jika ini bisa diikuti daerah lainnya maka kurva kasus Covid-19 di Indonesia bisa diturunkan hingga 50 persen,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan terima kasih kepada Mendagri karena telah menjadikan Kabupaten Gowa sebagai lokasi launching Gerakan Sejuta Masker.

“Gerakan sejuta masker ini merupakan ide beliau dan menjadi tantangan bagi Kabupaten Gowa. Kami berterimakasih menunjuk Gowa. Kami ingin menjadi contoh daerah yang bisa disiplin memakai masker,” kata Adnan.

Diketahui, kegiatan juga turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malagnni dan jajaran Forkopimda Kabupaten Gowa serta pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.

Sore Ini, Mendagri Launching Gerakan Sejuta Masker di Gowa

KabarMakassar.com – Mentri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dijadwalkan hadir langsung untuk melaunching Gerakan Sejuta Masker yang digagas Pemerintah Kabupaten Gowa, Rabu (8/7).

Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan pukul 16.00 sore nanti di Gedung Haji Bate, Jalan Tumanurung, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan gerakan ini sebagai langkah tegas pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker sebagai bentuk proteksi diri pada penularan Covid-19.

“Penyebaran virus melalui droplet sangat rentan jika kita tidak menggunakan masker. Sehingga dengan memakai masker sangat mudah untuk kita tertular virus,” kata Adnan.

Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri pada launching Gerakan Sejuta Masker ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemkab Gowa dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 secara serius.

“Kami sangat berterimakasih karena Bapak Mendagri yang menyempatkan hadir pada kegiatan kita ini,” ujarnya.

Gerakan Sejuta Masker, lanjut Adnan, bukan hanya menyasar masyarakat di Kabupaten Gowa. “Gerakan ini juga nantinya diperuntukkan untuk masyarakat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad menyebutkan bahwa Pemkab Gowa sudah siap melaksanakan Gerakan Sejuta Masker ini.

“Soal kesiapan pemerintah daerah prinsipnya sudah siap. Jumlah masker yang tercatat sudah melampaui 1 juta lembar,” kata Taufik.

Bahkan, kata dia, hingga saat ini bantuan masker masih terus bertambah. “Makanya kita belum bisa memastikan jumlah real masker yang sudah terkumpul,” katanya.

Bupati Adnan Usul Kabupaten dan Kota Terapkan Perda Wajib Masker

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengusulkan seluruh labupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk mengodok Peraturan Daerah (Perda) Wajib Masker sebagai upaya memperkuat penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan.

“Saya berharap bapak gubernur mendorong seluruh kabupaten/kota untuk membuat peraturan daerah berkaitan dengan wajib masker dan juga penerapan new normal di daerah masing-masing,” katanya saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan dan Akuntabilitas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Provinsi Sulsel melalui telekonferensi, Selasa (30/6).

Adnan mengatakan, dengan hadirnya perda sebagai payung hukum sebuah aturan dapat memberikan kedisiplinan bagi masyarakat untuk taat dan disiplin. Peningkatan kasus Covid-19 di Sulsel yang semakin tinggi dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang belum disiplin mengikuti protokol kesehatan seperti penggunaan masker.

Sehingga, kehadiran Perda Wajib Masker ini akan menjadi payung hukum bagi masyarakat termasuk petugas agar lebih tegas dalam mendisiplinkan masyarakat yang menggunakan masker ataupun tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Semoga dengan cara ini kita bisa memutus dengan cepat mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel secara keseluruhan,” harapnya.

Perlunya ada penguatan perda tersebut juga dengan melihat karakteristik masyarakat. Ada masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi, sehingga dapat dengan mudah mengikuti arahan pemerintah. Kemudian ada juga masyarakat yang nanti berkali-kali diberikan arahan.

“Ada juga masyarakat yang harus secara represif diberikan arahan, bahkan tidak sedikit dilakukan dengan sebuah ketegasan. Sehingga harus ada cara sebagian bentuk penegasan agar menjalankan aturan yang ditetapkan,” tegas Bupati Adnan.

Sementara Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah mengatakan, penanganan Covid-19 ini merupakan tanggungjawab bersama. Olehnya, ia meminta kepada seluruh kepala daerah untuk terus mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang penting penerapan Protokol Kesehatan.

“Kita bahu-membahu dan gotong royong tanpa lelah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Jika kita bersama-sama maka persoalan Covid-19 ini dapat selesai,” tegasnya.

4 Faktor Mendorong untuk Tekan Angka Stunting di Gowa

KabarMakassar.com — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, dalam menekan jumlah anak stunting disuatu daerah maka dibutuhkan perbaiki generasi sejak dini. Karena, ketika berbicara persoalan stunting maka tentu akan berbicara masa depan suatu daerah atau masa depan suatu bangsa.

“Kalau generasi kita persiapankan baik sejak dini maka yakin dan percaya daerah atau bangsa itu pasti akan baik. Seperti berupaya maksimal menekan jumlah anak stunting,” katanya saat membuka Rembuk Stunting dalam rangka Pelaksanaan Konvergensi Penanganan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan melalui telekonferensi, Senin (29/6).

Menurutnya, menekan jumlah anak stunting harus dengan mempersiapkan generasi yang kuat, generasi yang berkualitas dan memiliki kompetensi. Pasalnya mereka lah yang akan membawa daerah atau bangsa kearah yang lebih baik 15 hingga 20 tahun kedepan.

Dalam menyiapkan generasi seperti ini lanjut Adnan, ada empat faktor yang harus didorong. Pertama, perbaikan gizi untuk seluruh anak-anak sejak dini. Hal ini menjadi faktor utama anak menjadi stunting.

“Anak-anak kita harus memproduksi gizi yang baik dengan mengkonsumsi buah dan sayur serta makanan dengan sumber protein, baik nabati maupun hewani,” ujarnya.

Kedua, seluruh sektor yang berkerja dalam mencegah jumlah stunting di setiap daerah harus memiliki visi dan pemahaman yang sama. Ketiga, dalam mencegah stunting, pemerintah daerah harus memiliki konsep yang jelas. Seperti pada sistem pola asuh, pola makan dan sanitasi serta kebutuhan air bersih.

“Kita harus memiliki tujuan yang sama untuk membentuk anak-anak kita tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, dan berkompetisi,” jelasnya lagi.

Sementara faktor keempat, memiliki persiapan yakni bagaimana menyatukan data yang ada sebagai awal daripada merencanakan suatu konsep yang akan diimplementasikan. Olehnya, dirinya berharap adanya perbaikan data terkait jumlah anak stunting sesuai dengan fakta yang ada.

“Saya berharap seluruh OPD yang terkait baik ditingkat kabupaten maupun desa/kelurahan untuk memperbaiki data yang ada terkait angka stunting serta membuat perencanaan yang matang sehingga kita mampu memeranginya,” ujarnya.

Bupati Adnan menegaskan, dengan angka stunting yang terus meningkat di wilayah Kabupaten Gowa maka akan berbahaya bagi masa depan daerah. Apalagi ditengah situasi pandemi virus corona atau Covid-19.

“Kita harus betul-betul mampu membuat inovasi yang baik agar semua program ini bisa berjalan namun tetap kita dapat melakukan penanganan yang baik dari pandemi yang ada saat ini,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad mengatakan, rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara stakeholder terkait.

“Ini bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dengan rencana-rencana intervensi penurunan stunting kabupaten/kota terintegrasi. Mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting terintegrasi di kabupaten/kota,” jelasnya.

Pada rembuk stunting virtual tersebut dihadiri perwakilan dari setiap OPD lingkup Pemkab Gowa. Antara lain 36 OPD, 18 camat, 26 kepala puskesmas, serta perwakilan desa dan kelurahan sebanyak 167 desa/kelurahan.

Bupati Gowa Harap Perbup Wajib Masker Digodok Menjadi Perda

KabarMakassar.com — Bupati Gowa berharap kewajiban mengenakan masker dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Gowa Nomor 25 Tahun 2020 dapat digodok menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Kami berharap kebijakan ini bisa didorong pihak legislatif dalam hal ini anggota dewan agar perbup ini dapat menjadi Perda yang dapat berlaku selama pandemi Covid-19,” kata Adnan, Senin (22/6).

Adnan mengatakan perlunya kewajiban mengenakan masker menjadi aturan daerah gara memiliki payung hukum yang jelas. Sehingga ke depan, kata dia, pihak yang melanggar dapat diberikan sanksi sesuai yang ada dalam aturan tersebut.

“Ini sebagai langkah kita untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh mengikuti protokol kesehatan salah satunya pengunaan masker,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik masyarakat saat ini berbeda-beda. Kata dia, ada masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi sehingga bisa langsung mengikuti arahan pemerintah dan ada juga masyarakat yang tingkat kesadarannya tidak telalu tinggi atau tergolong masyarakat cuek.

Makanya, kat dia, masih banyak masyarakat yang kurang sadar tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas, seperti menggunakan masker sehingga jika ada penguatan hukum melalui aturan daerah pihaknya optimistis masyarakat bisa semakin sadar.

“Saya lihat upaya edukasi yang kita lakukan sejak Maret kemarin masih perlu ditegaskan dalam peraturan daerah. Sehingga yang paling terpenting adalah adanya payung hukum sebagai bentuk ketegasan, sehingga masyarakat akan tunduk dan patuh mengikuti arahan,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan masker sebagai salah satu upaya untuk bisa mencegah penularan Covid-19. Ia menilai penularan Covid-19 melalui droplet sangat besar potensinya. “Yang perlu diatur dalam perda ini adalah wajib memakai masker saja dulu dengan berjaga jarak,” ujarnya.

Kata dia, Perda ini nantinya diharap dapat memberikan sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar. Misalnya, kata dia, bagi masyarakat yang melanggar yaitu sanksi denda maupun sanksi sosial dengan membersihkan drainase.

“Saya minta Pak Sekda dengan Pak Kabag Hukum untuk bisa dikomunikasikan dengan Badan Pembuatan Peraturan Daerah DPRD. Kita berharap langkah kita ini juga bisa menjadi pelopor bagi kabupaten yang lain dan kita juga harap Gowa menjadi yang pertama membuat peraturan daerah wajib masker,” pungkasnya.

Bupati Gowa Teken Perbub Tentang Wajib Pakai Masker

KabarMakassar.com – Bupati Gowa, Adnan Purichta Icshan meneken Peraturan Bupati (Perbup) terkait kewajiban menggunakan masker. Hal ini berlaku kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Gowa yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

Langkah ini dilakukan oleh Pemkab Gowa untuk mempertegas komitmen pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan aturan tersebut. Utamanya kepada ASN sebagai aparat pemberi layanan ke masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Trantib Satpol PP Gowa, Rizky Abe mengatakan Sidak ini untuk memastikan seluruh ASN Pemkab Gowa tetap menggunakan masker saat beraktivitas sehingga betul-betul dapat disiplin dalam menjalankan aturan tersebut.

Apalagi, kata dia, saat ini Kantor Bupati Gowa sudah menjadi kawasan wajib mengenakan masker sehingga seluruh ASN yang berada dalam kawasan harus menggunakan masker termasuk dalam ruangan.

“Walaupun kita sudah sudah lakukan pemeriksaan sebelum masuk, tapi terkadang sampai di dalam ruangan ada yang buka masker. Makanya kami sidak ini dilakukan untuk mendisiplinkan,” kata Rizky Abe.

Tak hanya itu, kebijakan tersebut juga akan diberlakukan diseluruh kantor instansi dan pelayanan yang ada di Kabupaten Gowa. Dimana setiap kantor instansi wajib memeriksa para pegawainya apakah mengenakan masker atau tidak sebelum memasuki kantor ataupun ruangan.

“Sidak ini juga akan kita lakukan di seluruh kantor instansi yang ada. Apalagi Pak Bupati telah menginstruksikan bagi pegawai yang tidak menggunakan masker saat masuk kantor wajib disuruh pulang untuk mengambil maskernya,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan penggunaan masker pada jajaran ASN bukan hanya dilakukan pintu masuk Kantor Bupati Gowa tetapi juga akan dilakukan pada setiap ruangan.

“Dari sidak yang kita lakukan tidak ada ASN yang melanggar. Mereka tertib mengenakan masker meskipun saat berada di dalam ruangan, meski demikian kami tetap memberikan edukasi agar aturan ini dapat dijalankan secara disipr,” katanya.

Sebelumnya, Adnan Purichta Icshan telah menetapkan kawasan Kantor Pemkab Gowa menjadi kawasan wajib masker sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Karena, kata dia, penularan Covid-19 melalui droplet atau tetesan air liur.

“Covid-19 ini menular melalui droplet atau tetesan air liur yang keluar dari mulut kita. Droplet yang keluar sampai satu meter tidak sampai 1,5 meter. Itulah kenapa kita juga diminta untuk menggunakan masker dan jaga jarak,” kata Adnan.

Karena itu, ASN Pemkab Gowa harus bisa menjadi pelopor dalam memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan meminta pimpinan SKPD untuk menerapkan protokol kesehatan kantor masing-masing.

“ASN itu pada kategori orang berpendidikan, harus menjadi contoh. Keman-mana dia harus pakai masker, kita tidak beloh menganggap enteng atau remeh karena kita tidak tahu siapa yang membawa virus,” pungkasnya.

Adnan Wajibkan ASN Fasih Baca Al Qur’an Jika Ingin Promosi Jabatan

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memberlakukan syarat tambahan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengajukan kenaikan atau promosi jabatan. Syarat yang bersifat wajib ini yakni harus bisa dan dengan fasih membaca Al quran.

“Saya memasukkan salah satu persyaratan utama dan sifatnya wajib bagi siapapun yang akan melakukan promosi jabatan mereka tidak buta aksara Al quran,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Jumat (12/6).

Kata Adnan, kewajiban ini pun diberlakukan bagi ASN yang akan melakukan promosi jabatan eselon II, III dan eselon IV. Menurutnya kebijakan baru ini sejalan dengan program Pemkab Gowa khususnya bidang keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia yang cinta Al quran.

“Siapapun yang akan promosi jabatan ke depan, membaca Al quran adalah tes yang wajib. Baik untuk laki-laki maupun perempuan, ini akan menjadi persyaratan utama,” katanya.

Ia berharap dengan adanya program ini bukan hanya masyarakat yang mampu membaca Al quran dengan baik dan fasih tetapi juga seluruh ASN termasuk para jajaran pejabat pemerintahan.

“Meskipun dari syarat untuk menduduki jabatan sudah terpenuhi tetapi jika syarat membaca Al quran-nya tidak maka hari itu juga akan dibatalkan dan akan digugurkan untuk promosi,” tegasnya.

Adnan menambahkan, Pemkab Gowa saat ini telan menggelar lelang jabatan karena adanya beberapa jabatan yang kosong. “Proses lelang jabatan ini pun telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI,” pungkasnya.