KM Lambelu Diizinkan Sandar di Pelabuhan Petikemas Makassar

KabarMakassar.com — KM Lambelu dengan 141 kru atau anak buah kapal (ABK) yang awalnya direncanakan dikarantina di perairan dengan jarak 2 mil dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, ternyata bersandar di Pelabuhan Petikemas (dermaga Hatta ujung selatan) Makassar, Selasa, (14/4) dinihari tadi.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Laut Kantor Otoritas Pelabuhan Makassar, Sirajuddin yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, keputusan untuk membolehkan KM Lambelu bersandar di pelabuhan Makassar ini diambil setelah dilakukan rapat bersama Ketua Gugus Covid-19 Kota Makassar, Otoritas Pelabuhan Makassar, Kantor Kesyahbandaraan Utama Makassar (KSU), Pangdam XIV Hasanuddin, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Kota Makassar, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Polres Pelabuhan.

Selain untuk pengisian BBM, air tawar dan supply logistik, kata dia, keputusan ini juga diambil untuk memudahkan pengawasan dan pemantauan terhadap ABK KM Lambelu. Terlebih, petugas dari KKP dan Dinkes akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Setelah melalui evaluasi dan pertimbangan bahwa dalam beberapa hari anchorage pada posisi zona karantina, pengawasan dan pemantauan kurang efektif dan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, makanya diizinkan untuk bersandar di pelabuhan petikemas,”
kata Sirajuddin, Selasa (14/3) siang.

Saat ini, kata dia, KM Lambelu yang sandar di Pelabuhan Petikemas itu telah dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan TNI, guna memastikan tidak ada ABK yang turun dari kapal.

“Saat ini sudah ada posko pengawasan di depan kapal, untuk memastikan tidak ada awak kapal yang turun ke darat. Di posko itu ada dari Otoritas Pelabuhan, KSU, Polres, Koramil, Dishub dan security,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah T Azikin mengungkapkan, pemeriksaan terhadap 99 ABK (sisa dari yang belum diperiksa pada pemeriksaan sebelumnya) yang sedianya akan dilakukan pada Senin (13/4) kemarin, tertunda dan baru dilakukan hari ini.

“Sesuai rencana awal, semua dilakukan di atas kapal. Tidak ada yang boleh turun ke darat, karena kapal masuk dalam zona karantina. Dan hasilnya nanti akan diumumkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Termasuk semua ABK yang positif dan lainnya sudah isolasi mandiri di kapal selama 14 hari,” kata Naisyah.

Hal senada disampaikan Kepala KKP Kelas 1 Makassar, Darmawali Handoko. Ia memastikan tidak ada ABK KM Lambelu yang akan turun dari kapal.

Namun, jika dibutuhkan tindakan medis darurat, maka pasien akan langsung dilarikan ke RS rujukan Covid-19.

“Intinya adalah tidak boleh ada yang turun dari kapal, kecuali jika diperlukan untuk tindakan medis,” tegasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya dari 141 ABK KM Lambelu, 42 ABK sudah menjalani pemeriksaan swab. Hasilnya, 26 diantaranya dinyatakan positif terrinfeksi Covid-19 dan 16 lainnya negatif.

Kapal Coral Adventure Tiba di Makassar, KKP Periksa Penumpang dan ABK

KabarMakassar.com — Kapal pesiar Coral Adventure yang mengangkut puluhan turis atau wisatawan mancanegara asal Australia dan sebelumnya sempat ditolak untuk berlabuh/sandar di Pelabuhan Palopo dan Bulukumba, hari ini tiba di Kota Makassar.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Darmawali Handoko mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan dan Dinas Kesehatan Makassar terkait kedatangan kapal pesiar COral Adventure tersebut.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), kata dia, kapal tersebut tidak boleh langsung sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

“SOP-nya sudah jelas. Dia berlabuh dulu di jarak 2 mil dari Pelabuhan Makassar, terus tim kita akan naik. Sekarang sementara pemeriksaan ini,” kata Darmawali melalui sambungan telepon, Rabu (11/3).

Boleh tidaknya kapal tersebut sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, lanjut Darmawali, akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim dari KKP terhadap seluruh awak dan ABK di kapal tersebut.

“Kalau hasil pemeriksaan menyatakan clear, tidak ada yang terjangkit penyakit menular atau penyakit yang harus dikarantina, dia baru mendapat izin untuk berlabuh atau sandar di Pelabuhan Makassar,” jelasnya.

Darmawali menambahkan, sebenanrnya SOP ini sama dengan yang diberlakukan di bandara terhadap para penumpang pesawat dari luar negeri.

“Sebenarnya sama dengan pesawat, kan itu banyak banget dari Malaysia, Arab Saudi dan negara lain. Sebenarnya sama (SOP-nya). Cuma kenapa ya kalau kapal pesiar ini heboh sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah juga menyampaikan jika kapal tersebut tak bisa langsung sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

“SOP itu standar dan dimana-mana sama. Dia datang berlabuh sejauh 2 mil dari pelabuhan, kemudian semua awak dan penumpang kapal diperiksa oleh tim kesehatan dari KKP Makassar. Kalau ada suspect (Corona/Covid-19) di atas, tidak ada yang boleh turun, kecuali yang sakit itu langsung di bawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal pesiar Coral Adventure ini mengangkut 44 penumpang dan 34 ABK. Sebelumnya, kapal ini ditolak untuk bersandar di Palopo dan Bulukumba dikarenakan kekhawatiran pemerintah dan masyarakat di daerah tersebut terkait penyebaran Virus Corona (Covid-19).