Sekprov Kukuhkan Pejabat Administrator dan Pengawas Disdukcapil Sulsel

KabarMakassar.com — Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani mengukuhkan pejabat Tinggi Pratama Eselon II, Pejabat Administrator Eleson III, dan pejabat pengawas Eselon IV pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sulsel di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Rabu (13/5).

Pengambilan sumpah dan pengukuhan ini berdasarkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI No : 821.22-757 tahun 2020 tentang pengangkatan kembali/pengukuhan atau pengangkatan dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selaku Kepala Disdukcapil Sulsel.

Juga berdasarkan SK Mendagri No : 821. 2-1261 Dukcapil Tahun 2020 tentang pengangkatan kembali/ pengukuhan atau pengangkatan dalam jabatan Administrator dan pejabat Sekeretaris dinas, Kepala Bidang dan Kepala Seksi/Kepala Sub Bagian pada Disdukcapil Sulsel.

Adapun pejabat yang dikukuhkan yakni Dra. Sukarniaty Kondolele MM sebagai Kepala Disdukcapil Sulsel, Ardiles Saggaf S.STP, M.Si sebagai Disdukcapil Sulsel, Nurfan Fatriah S.STP, M.Adm. Pemb sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Sulsel.

Sementara Dra. Hj. A. Nuraeni M.Pd sebagai Kepala Bidang Fasilitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Sulsel, Muh. Haeruddin S.STP, M. AP sebagai Kepala Sub Bagian Program Disdukcapil Sulsel, Sutrisno Adhy Putra, S.IP, MM sebagai Kepala Subbagian Umum, Kepegawaian dan Hukum Disdukcapil Sulsel, serta Andi Nina Lerang, S.Sos, MM sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan Disdukcapil Sulsel.

Selain itu, Dra. Beatrix, MM sebagai Kepala Seksi Bina Aparatur Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sulsel, Alfian Alwi, S.IP sebagai Kepala Seksi Bina Aparatur Pencatatan Sipil Disdukcapil Sulsel, Imran, SH sebagai Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi, dan Dokumentasi Fasilitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Sulsel.

Kemudian ada Aswan Ansar, S.IP, M.AP sebagai Kepala Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data Kependudukan Disdukcapil Sulsel, Ika Merdekawati, S.STP, M.H sebagai Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Disdukcapil Sulsel, dan Fitriani Nas, S. STP, M.Si sebagai Kepala Seksi Kerjasama, Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Sulsel.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat Gani menyampaikan perlu menjadi perhatian bersama, terutama kepada para pejabat yang baru dikukuhkan, bahwa semangat dari revisi Perda OPD adalah penyederhanaan dan perampingan birokrasi agar lebih menjadi efektif dan efesien.

“Saya percaya bahwa saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” kata Abdul Hayat Gani.

Turut hadir dalam pelaksanaan pengambilan sumpah dan pengukuhan itu, diantaranya Asisten Bidang Administrasi Setda Sulsel, Kepala Inspektorat Sulsel, dan Kepala BKD Sulsel.

Sekprov Sulsel Minta ASN Ubah Pola Pikir

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, meminta agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengubah pola pikirnya. Jika sebelumnya dilayani, maka PNS di era sekarang harus melayani.

“Kami mengharapkan agar ASN sekarang berubah menjadi ASN yang melayani, sesuai dengan Misi Pemprov Sulsel yaitu Sulsel Melayani, dengan tujuan mempercepat pelayanan kepada masyarakat sehingga reformasi birokrasi terwujud dalam pemerintahan kita,” tegas Abdul Hayat, usai melakukan penyerahan SK dan mengambil sumpah/janji 500 PNS, di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Selasa, 28 April 2020.

Dalam pengambilan sumpah/janji yang dilakukan melalui media teleconference, sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk pencegahan pandemi Covid-19 tersebut, terdapat 361 orang CPNS dan 139 tenaga pendidik yang belum pernah melakukan sumpah/janji PNS.

Abdul Hayat mengatakan, ada beberapa hal yang mengikat seorang CPNS yang telah diangkat menjadi PNS, ketika sudah mengucapkan sumpah/janji PNS, yang telah diatur dalam Undang-undang No. 5 Tahun 2014.

Pertama, kata Abdul Hayat, secara otomatis telah 100 persen tergabung dalam ASN. Kedua, diharapkan PNS menguasai tugas pokok dan fungsinya. Dan ketiga, PNS harus memahami Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin, hak dan kewajiban PNS.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan agar PNS lingkup Pemprov Sulsel tetap netral pada Pemilu mendatang. Komisi ASN senantiasa mensosialisasikan, bahwa setiap PNS tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak pada kepentingan siapapun.

“Dalam aspek politik, sudah seharusnya netralitas dijunjung tinggi demi terwujudnya reformasi birokrasi, karena ada 12 kabupaten/kota di Sulsel yang akan melakukan pemilihan kepala daerah,” tegasnya.

Senin, Abdul Hayat Gani Kembali Bekerja Sebagai Sekprov Sulsel

KabarMakassar.com — Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua pekan dan dinyatakan pulih serta sehat oleh tim dokter, Abdul Hayat Gani akan kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan Sulsel.

Selama Abdul Hayat menjalani perawatan, psosisinya sebagai Sekprov untuk sementara digantikan oleh Asisten Pemerintahan Andi Aslam Patonangi yang ditunjuk oleh Gubernur Sulsel untuk menjabat sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekprov.

“Alhamdulillah saya sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, dan saat ini sudah berada di rumah,” kata Hayat Gani, melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Abdul Hayat mengatakan, dirinya akan terrlebih dahulu melaporkan kepada Gubernur Sulsel perihal kondisi kesehatannya saat ini yang telah pulih dan sehat untuk kembali menjalankan tugas serta tanggungjawabnya membantu gubernur sesuai tugas dan fungsinya selaku Sekprov.

Menurut Abdul Hayat, dirinya juga akan menyesuaikan dan mengikuti protokol pemerintah dengan menerapkan work from home (WFH) dalam membantu gubernur mengkoordinasikan langkah-langkah dan upaya dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah Sulsel dengan seluruh perangkat daerah terkait.

“Insya Allah, Senin saya akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab selaku Sekprov Sulsel dalam membantu tugas-tugas Gubernur Sulsel, baik di bidang administrasi maupun tugas-tugas lain yang diamanahkan dan diperintahkan gubernur,” tutupnya.

Sekprov Sulsel Bahas Sinergitas Bidang Agraria Tata Ruang

KabarMakassar.com — Sejak disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria pada tanggal 24 September 2018, peraturan ini mulai menjadi payung hukum dan dasar utama bagi pelaksanaan Reforma Agraria di Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik dan mendukung Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan dalam upaya melakukan Reforma Agraria, terutama tanah, menata ulang ketimpangan penguasaan pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan sumber-sumber agraria, dan memberikan kepastian hukum atas hak tanah yang dimiliki.

Hal tersebut ditegaskan, Gubernur Sulsel yang diwakili Sekprov Sulsel, Hayat Gani saat memberikan sambutan pada acara lepas sambut Kepala Kantor Wilayah ATR/Badan Pertanahan Sulsel dari pejabat lama DR Dadang Suhendi SH MH ke pejabat baru Bambang Priyono SH MH, Minggu (19/1) di Hotel Rinra Makassar.

Lebih jauh dijelaskan, tanah merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup baik manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan. Manusia hidup dan tinggal diatas
tanah dan memanfaatkan tanah untuk sumber kehidupan dengan menanam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan makanan.

Mengingat begitu pentingnya tanah karena dapat menghasilkan sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi orang banyak maka perlu diatur oleh pemerintah. Tanah merupakan modal dasar pembangunan, dalam kehidupan masyarakat pada umumnya menggantungkan kehidupannya pada manfaat tanah dan memiliki hubungan yang bersifat abadi dengan negara dan rakyat.

“Tanah sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia sehari hari, bahkan dapat dikatakan setiap saat manusia berhubungan dengan tanah. Setiap orang memerlukan tanah, oleh karena itu, diharapkan agar pihak BPN Sulsel lebih memaksimal pelayanan kepada masyarakat dan juga melakukan sinergitas dengan Pemprov Sulsel dalam hal aset tanah milik pemerintah yang dikuasai pihak pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memberikan kepastian hukum dan alas hak kepemilikan tanah milik pemerintah Sulsel. aset pemerintah harus dipertahankan dan diberikan alas haknya, sehingga jangan lagi ada penguasaan tanah hak milik pemerintah oleh pihak pihak lain,” tegas Hayat Gani.

Hadir pada lepas sambut Kakanwil BPN Sulsel Forkopimda Sulsel, para Kepala Kantor Pertanahan se-Sulsel, organisasi notaris dan seluruh pejabat dan pegawai dalam lingkup Kanwil ATR BPN Sulsel.

Abdul Hayat Gani Jadi Komisaris Utama Bank Sulselbar

KabarMakassar.com — Gerbong Komisaris di Bank Sulselbar kembali berubah. Kali ini posisi komisaris utama berganti dari Ellong Tjandra ke Abdul Hayat Gani.

Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sulsel Abdul Hayat Gani sebagai Komisaris Utama Bank Sulselbar. Abdul Hayat menjabat komisaris utama per tanggal 17 Januari 2020. Ia menggantikan komisaris utama sebelumnya, Ellong Tjandra.

Abd Hayat putra kelahiran Barru ini, terpilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tahun 2020 PT Bank Sulselbar di Hotel Claro, Kota Makassar, Jumat (17/1).

Selain penetapan komisaris utama, RUPS LB ini juga menghasilkan kesepakatan untuk menetapkan Rosmala Arifin sebagai Direktur Pemasaran dan Syariah hingga 2024.

“Saya Mengucapkan selamat kepada Bapak Abdul Hayat dan Ibu Rosmala yang sudah mengemban amanah sebagai Komisaris Utama dan Direktur Pemasaran dan Syariah PT Bank Sulselbar,” kata Prof Nurdin.

Tak hanya komisaris dan direktur, RUPS LB juga memutuskan untuk menambah jajaran direksi bank milik Pemerintah Sulsel dan Sulbar itu.

Saat ini Direksi Bank Sulselbar terdiri atas empat jabatan yakni direktur utama, direktur umum, direktur pemasaran dan syariah, dan direktur kepatuhan.

Direktur utama saat ini dijabat oleh pelaksana tuga (plt) yang juga merupakan Direktur Umum Irmayanti Sulthan. Irmayanti mengisi Plt direktur utama, menggantikan Direktur utama sebelumnya Muh Rahmat.

Sementara Direktur Pemasaran dan Syariah saat ini diduduki Rosmala Arifin dan Direktur Kepatuhan dijabat M Asril Azis. Tak hanya itu, ia juga meminta jumlah komisaris dan direksi harus sama. Artinya selain penambahan direksi, Bank Sulselbar juga akan menambah jajaran komisarisnya. Selain Abdul Hayat, Jabatan komisaris saat ini juga diisi oleh Muhammad Amri.

Siapa Abdul Hayat Gani?

Abdul Hayat Gani saat ini menjadi Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan.Pria kelahiran Bottoe, Tanete Rilau Barru, lahir 5 April 1965 lalu.

Alumnus IKIP Ujungpandang 1989 ini sekarang UNM, juga mengenyam
pendidikan S2 di UGM tahun 1997-2000 dan Doktor Antropologi Unhas 2001-2006.

Sebelum menjadi dilantik sebagai Sekrop 23 Mei 2019 lalu, pria yang suka tersenyum ini, berkarier di Jakarta sebagai Direktur di Kementerian Sosial RI.

Abdul Hayat Gani, beristrikan Sri Rejeki dengan tiga orang anak Ibnu Munzier Hasri Gani, Mudassir Hasri Gani dan Ichlasul Amal Hasri Gani.

Selamat bertugas Pak Hayat.

Pesan Gubernur ke Komut Bank Sulselbar Perkuat SDM dan Tim IT

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meminta kepada Komisaris Utama (Komut) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar, Abdul Hayat Gani, untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dan tim Informasi dan Teknologi (IT).

Hal ini disampaikan Gubernur Sulsel pada saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2020 PT. Bank Sulselbar, di Jasmine Ballroom, Hotel Claro, Jumat (17/1).

Nurdin Abdullah meminta kepada Komut Bank Sulselbar untuk lebih fokus dan memperkuat tim SDM dan IT sebagai penggerak.

“Kita melanjutkan yang sudah jalan, tapi memang perlu kita persiapkan baik-baik. Karena kita sudah menjadi bank devisa, tentu SDM dan ITnya ini harus menjadi penggerak. Kini kita tahu kelemahan selama ini, yang harus kita perkuat,” Jumat (17/1).

Mantan Bupati Bantaeng juga mengucapkan selamat kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Pemprov Sulsel Abdul Hayat Gani, karena per tanggal 17 Januari 2020 ini, resmi mengemban amanah sebagai Komisaris Utama Bank Sulselbar.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Abdul Hayat yang sudah mengemban amanah sebagai Komisaris Utama PT Bank Sulselbar,” ucapnya.

Menurut Nurdin Abdullah, dalam rapat tersebut menghasilkan kesepakatan dengan penetapan Direktur Pemasaran dan Komisaris Utama PT Bank Sulselbar. “Penetapan Direktur Pemasaran,” ujarnya.

Setelah menjadi Bank Devisa, kata Nurdin Abdullah, dibutuhkan penambahan direktur.