Sekprov Apresiasi Kominfo Soal Layanan Daring Selama Pandemi

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat, menyebutkan besarnya peran teknologi informasi dalam melayani kebutuhan masyarakat selama masa pandemi.

Pada webinar Adaptasi Kebiasaan Baru yang digelar bersama Direktorat Jenderal Penyelenggaraan dan Pos Informatika Kementerian Informatika RI, Abdul Hayat mengatakan, teknologi informasi memberi sumbangsih dalam menekan penyebaran virus di masyarakat.

“Mungkin jika melihat angka-angka statistik dari jumlah penularannya, peran teknologi tidak akan terasa, namun kita bisa membayangkan jika tidak ada bantuan teknologi sejak awal virus ini muncul, maka korban yang berjatuhan akan lebih banyak dari saat ini,” terang Abdul Hayat pada webinar di Baruga Lounge Kantor Gubenur Sulsel, Selasa, 11 Agustus 2020.

Hayat dalam kesempatan ini menyampaikan, sejumlah aplikasi yang dapat memberi pelayanan secara daring kepada masyarakat di masa pandemi. Yakni aplikasi SIMAK untuk pengurusan perizinan, pembayaran pajak kendaraan secara online, maupun penyampaian aspirasi kepada Pemprov Sulsel melalui aplikasi Baruga Sulsel.

“Aplikasi ini sangat membantu manyarakat karena masalah-masalah yang disampaikan lebih cepat direspon ataupun ditindak lanjuti,” sebut Hayat.

Didampingi Kepala Dinas Kominfo Sulsel, Amson Padolo, Abdul Hayat juga menyampikan apresiasi kepada Kementerian Kominfo RI melalui Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika bekerjasama dengan Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya juga mengapresiasi Kementerian Kominfo RI yang menciptakan aplikasi Peduli Lindungi pada sistem android yang dapat membantu dalam mengidentifikasi orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19,” kata Hayat.

Di forum ini, tak lupa Hayat menyampaikan perlunya ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk mendukung kebutuhan internet pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kami berharap kepada operator telekomunikasi melalui Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) agar dapat membantu dalam ketersediaan infrastruktur teknologi informasi. Di samping itu saya berharap tidak membebani biaya yang mahal terhadap pemerintah daerah maupun masyarakat,” tutupnya.

35 Pejabat Fungsional Dilantik Sekprov Sulsel

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat, melantik 35 pejabat fungsional di lingkungan Dinas Kesehatan Sulsel. Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (5/8).

Abdul Hayat mengatakan, pelantikan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan segala proses pelayanan utamanya di masa pandemi ini berjalan optimal.

“Agar pelayanan kesehatan kita berjalan optimal,” kata Abdul Hayat singkat.

Ia berharap, di situasi pandemi ini para tenaga kesehatan yang berada di lini terdepan tetap melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan dengan baik.

Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 821.29-228 tentang Perpindahan dari Jabatan lain ke dalam jabatan fungsional, SK Nomor 821.29-227 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional, SK Nomor 821.29-226 tentang penyesuasian/ inpassing dalam jabatan fungsional dan SK Nomor 821.29-225 tentang Penyesuaian/ Inpassing dalam jabatan fungsional.

Sebanyak 29 pejabat fungsional Dinas Kesehatan dilantik, terdiri dari jabatan Dokter Pertama, Perawat Pertama, Perawat Terampil, Apoteker, dan Epidemologi Kesehatan. Sisanya, pejabat yang dilantik berasal dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Sekda Dan Mentan RI Panen 630 Sapi Inseminasi Buatan

KabarMakassar.com — Langkah Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi daerah penyangga daging nasional terus digalakkan. Hari ini, Kamis, 30 Juli 2020, bersama Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Dinas Provinsi Sulsel, Dr. Abdul Hayat memanen 630 anak sapi usia sampai 8 bulan hasil inseminasi buatan. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Sinjai Bersatu diikuti oleh 500 peternak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sinjai.

Abdul Hayat menyampaikan apresiasi luar biasa atas model peternakan yang dikembangkan Kementerian Pertanian dalam menguatkan stabilitas pangan nasional.

“Pemprov Sulsel sangat apresiasi atas pengembangan peternakan yang ada di Sinjai, ini salah satu model akselerasi untuk Sulsel menjadi wilayah penyangga daging nasional,” ujar Abdul Hayat.

Ia mengatakan, Kabupaten Sinjai merupakan daerah ketiga dengan peternakan terbesar setelah Kabupaten Bone dan Gowa. “Langkah ini tentu akan kita optimalkan dengan pengawasan dan evaluasi secara maksimal,” tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada kegiatan ini menyampaikan langkah strategis yang dilakukan lembaganya untuk pengembangan sapi di Sinjai dengan membentuk klaster ternak.

“Di mana satu klaster ternak terdiri dari lima desa yang tiap-tiap desa mengembangkan 200 ekor sapi ternak. Jumlah ini dibagi 60 persen untuk penggemukan dan sisanya untuk budidaya,” jelas Syahrul.

Mantan orang nomor satu di Sulsel ini menyebutkan, meski di masa pandemi sektor pertanian masih mampu tumbuh dari 12,6 persen menjadi15,8 persen.

Sementara untuk ternak, ia menyebutkan, kebutuhan daging yang mampu disuplai dalam negeri adalah 400 ribu ton dari 700 ribu ton yang dibutuhkan.

“Kekurangan ini membuat kita masih harus impor sekitar 200 sampai 300 ribu ton. Dengan begitu, langkah untuk memaksimakan produksi daging dalam negeri harus terus kita optimalkan,” terangnya.

Syahrul optimistis, model peternakan melalui inseminasi buatan serta dukungan kepada para peternak mampu memperkecil nilai ekspor dan berdampak signifikan pada perekonomian peternak.

Dari data Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai, dari tahun 2019 hingga triwulan kedua 2020, jumlah kelahiran sapi mencapai 3.400 ekor. Rata-rata terdapat 173 ekor sapi dalam 1 kilometer persegi wilayah Kabupaten Sinjai. Hasil ternak sapi dengan metode inseminasi buatan dapat menghasilkan sapi dengan bobot hingga tiga kali sapi biasa. Dengan bobot yang besar juga berdampak pada harga sapi yang juga meningkat.

Empat Pejabat Pemprov Dilantik Sekda Abdul Hayat Gani

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, melantik empat pejabat lingkup Pemprov Sulsel, di ruang kerjanya, Kamis, 9 Juli 2020. Mereka yang dilantik antara lain Drs H Muhammad Rasyid sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dr Andy MSi sebagai Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda, Drs HA Sangkawana MM sebagai Kabag Sarana Perekonomian dan Sumber Daya Alam Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, serta Junaedi B S.Sos sebagai Sekretaris Bappelitbangda.

Abdul Hayat menyampaikan, pelantikan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi. Mutasi, demosi, promosi, dan rotasi merupakan hal biasa di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pelantikan bahkan bisa dilakukan tiap bulan jika memang dibutuhkan,” kata Abdul Hayat.

Di tengah pandemi Covid-19, ia mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat tidak boleh kendor. Menjadi seorang pemimpin, pun harus paham tugas dan tanggung jawabnya.

“Harus cerdas memberikan instruksi. Jika ada ASN yang merasa malas-malasan, merasa tidak punya pekerjaan, bukan ASN nya yang salah, tapi pimpinannya. Menjadi pimpinan di OPD masing-masing, juga harus memberikan solusi di setiap persoalan yang ada,” pesannya.

Ia berharap, sesuai dengan harapan Gubernur Sulsel, terjadi percepatan di semua sektor. Apalagi tidak terasa, masa jabatan Prof HM Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman akan memasuki tahun kedua.

“Jabatan struktural atau fungsional sama pentingnya. Jika pejabat-pejabat ini bekerja maksimal, saya kira kita bisa melakukan percepatan-percepatan di semua sektor,” pungkasnya.

Sekda Pemprov Lantik 10 Pejabat Fungsional RSUD Sayang Rakyat

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, melantik sepuluh pejabat fungsional lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, pada Kamis, 2 Juli 2020. Abdul Hayat melantik dan mengambil sumpah jabatan para fungsional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat dengan menjalankan protokol kesehatan secara tertib.

“Kita mengapresiasi ASN yang beralih ke fungsional, kaya fungsi dan miskin struktur. Kami membutuhkan action di lapangan, perbanyak eksekusi, kurangi diskusi,” terang Abdul Hayat usai pelantikan.

Ke sepuluh pejabat fungsional yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 821.29-185 yakni La Hatta, Cheryl Langiponno Buntugayang dan Rahmawati sebagai Arsiparis Madya. Sementara Heri Rusmana dilantik sebagai Pustakawan Madya. Sementara enam fungsional perpindahan jabatan lain ke dalam jabatan fungsional berdasarkan SK Gubernur Nomor 821.29-184 adalah Wahyuni Anwar, Sri Yunita, Halinda, Ayu Indira, Asri Ismaidah dan Mustagfir masing-masing sebagai Administrator Kesehatan Pertama dan Apoteker.

Sementara, Direktur RSUD Sayang Rakyat, Haeriyah Bohari, menanggapi pelantikan pejabat fungsional di instansi yang ia pimpin bagian dari perampingan struktur organisasi dan mengedepankan peran fungsional.

“Sesuai arahan dari Pak Sekda lebih banyak lebih bagus,” singkat Haeriyah.

RSUD Sayang Rakyat merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Sulsel dengan kapasitas lebih dari 100 pasien serta dilengkapi tujuh unit ventilator.

Sekprov Kukuhkan Pejabat Administrator dan Pengawas Disdukcapil Sulsel

KabarMakassar.com — Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani mengukuhkan pejabat Tinggi Pratama Eselon II, Pejabat Administrator Eleson III, dan pejabat pengawas Eselon IV pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sulsel di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Rabu (13/5).

Pengambilan sumpah dan pengukuhan ini berdasarkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI No : 821.22-757 tahun 2020 tentang pengangkatan kembali/pengukuhan atau pengangkatan dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selaku Kepala Disdukcapil Sulsel.

Juga berdasarkan SK Mendagri No : 821. 2-1261 Dukcapil Tahun 2020 tentang pengangkatan kembali/ pengukuhan atau pengangkatan dalam jabatan Administrator dan pejabat Sekeretaris dinas, Kepala Bidang dan Kepala Seksi/Kepala Sub Bagian pada Disdukcapil Sulsel.

Adapun pejabat yang dikukuhkan yakni Dra. Sukarniaty Kondolele MM sebagai Kepala Disdukcapil Sulsel, Ardiles Saggaf S.STP, M.Si sebagai Disdukcapil Sulsel, Nurfan Fatriah S.STP, M.Adm. Pemb sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Sulsel.

Sementara Dra. Hj. A. Nuraeni M.Pd sebagai Kepala Bidang Fasilitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Sulsel, Muh. Haeruddin S.STP, M. AP sebagai Kepala Sub Bagian Program Disdukcapil Sulsel, Sutrisno Adhy Putra, S.IP, MM sebagai Kepala Subbagian Umum, Kepegawaian dan Hukum Disdukcapil Sulsel, serta Andi Nina Lerang, S.Sos, MM sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan Disdukcapil Sulsel.

Selain itu, Dra. Beatrix, MM sebagai Kepala Seksi Bina Aparatur Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sulsel, Alfian Alwi, S.IP sebagai Kepala Seksi Bina Aparatur Pencatatan Sipil Disdukcapil Sulsel, Imran, SH sebagai Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi, dan Dokumentasi Fasilitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Sulsel.

Kemudian ada Aswan Ansar, S.IP, M.AP sebagai Kepala Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data Kependudukan Disdukcapil Sulsel, Ika Merdekawati, S.STP, M.H sebagai Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Disdukcapil Sulsel, dan Fitriani Nas, S. STP, M.Si sebagai Kepala Seksi Kerjasama, Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Sulsel.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat Gani menyampaikan perlu menjadi perhatian bersama, terutama kepada para pejabat yang baru dikukuhkan, bahwa semangat dari revisi Perda OPD adalah penyederhanaan dan perampingan birokrasi agar lebih menjadi efektif dan efesien.

“Saya percaya bahwa saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” kata Abdul Hayat Gani.

Turut hadir dalam pelaksanaan pengambilan sumpah dan pengukuhan itu, diantaranya Asisten Bidang Administrasi Setda Sulsel, Kepala Inspektorat Sulsel, dan Kepala BKD Sulsel.

Sekprov Sulsel Minta ASN Ubah Pola Pikir

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, meminta agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengubah pola pikirnya. Jika sebelumnya dilayani, maka PNS di era sekarang harus melayani.

“Kami mengharapkan agar ASN sekarang berubah menjadi ASN yang melayani, sesuai dengan Misi Pemprov Sulsel yaitu Sulsel Melayani, dengan tujuan mempercepat pelayanan kepada masyarakat sehingga reformasi birokrasi terwujud dalam pemerintahan kita,” tegas Abdul Hayat, usai melakukan penyerahan SK dan mengambil sumpah/janji 500 PNS, di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Selasa, 28 April 2020.

Dalam pengambilan sumpah/janji yang dilakukan melalui media teleconference, sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk pencegahan pandemi Covid-19 tersebut, terdapat 361 orang CPNS dan 139 tenaga pendidik yang belum pernah melakukan sumpah/janji PNS.

Abdul Hayat mengatakan, ada beberapa hal yang mengikat seorang CPNS yang telah diangkat menjadi PNS, ketika sudah mengucapkan sumpah/janji PNS, yang telah diatur dalam Undang-undang No. 5 Tahun 2014.

Pertama, kata Abdul Hayat, secara otomatis telah 100 persen tergabung dalam ASN. Kedua, diharapkan PNS menguasai tugas pokok dan fungsinya. Dan ketiga, PNS harus memahami Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin, hak dan kewajiban PNS.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan agar PNS lingkup Pemprov Sulsel tetap netral pada Pemilu mendatang. Komisi ASN senantiasa mensosialisasikan, bahwa setiap PNS tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak pada kepentingan siapapun.

“Dalam aspek politik, sudah seharusnya netralitas dijunjung tinggi demi terwujudnya reformasi birokrasi, karena ada 12 kabupaten/kota di Sulsel yang akan melakukan pemilihan kepala daerah,” tegasnya.

Senin, Abdul Hayat Gani Kembali Bekerja Sebagai Sekprov Sulsel

KabarMakassar.com — Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua pekan dan dinyatakan pulih serta sehat oleh tim dokter, Abdul Hayat Gani akan kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan Sulsel.

Selama Abdul Hayat menjalani perawatan, psosisinya sebagai Sekprov untuk sementara digantikan oleh Asisten Pemerintahan Andi Aslam Patonangi yang ditunjuk oleh Gubernur Sulsel untuk menjabat sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekprov.

“Alhamdulillah saya sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, dan saat ini sudah berada di rumah,” kata Hayat Gani, melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Abdul Hayat mengatakan, dirinya akan terrlebih dahulu melaporkan kepada Gubernur Sulsel perihal kondisi kesehatannya saat ini yang telah pulih dan sehat untuk kembali menjalankan tugas serta tanggungjawabnya membantu gubernur sesuai tugas dan fungsinya selaku Sekprov.

Menurut Abdul Hayat, dirinya juga akan menyesuaikan dan mengikuti protokol pemerintah dengan menerapkan work from home (WFH) dalam membantu gubernur mengkoordinasikan langkah-langkah dan upaya dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah Sulsel dengan seluruh perangkat daerah terkait.

“Insya Allah, Senin saya akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab selaku Sekprov Sulsel dalam membantu tugas-tugas Gubernur Sulsel, baik di bidang administrasi maupun tugas-tugas lain yang diamanahkan dan diperintahkan gubernur,” tutupnya.

Sekprov Sulsel Bahas Sinergitas Bidang Agraria Tata Ruang

KabarMakassar.com — Sejak disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria pada tanggal 24 September 2018, peraturan ini mulai menjadi payung hukum dan dasar utama bagi pelaksanaan Reforma Agraria di Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik dan mendukung Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan dalam upaya melakukan Reforma Agraria, terutama tanah, menata ulang ketimpangan penguasaan pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan sumber-sumber agraria, dan memberikan kepastian hukum atas hak tanah yang dimiliki.

Hal tersebut ditegaskan, Gubernur Sulsel yang diwakili Sekprov Sulsel, Hayat Gani saat memberikan sambutan pada acara lepas sambut Kepala Kantor Wilayah ATR/Badan Pertanahan Sulsel dari pejabat lama DR Dadang Suhendi SH MH ke pejabat baru Bambang Priyono SH MH, Minggu (19/1) di Hotel Rinra Makassar.

Lebih jauh dijelaskan, tanah merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup baik manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan. Manusia hidup dan tinggal diatas
tanah dan memanfaatkan tanah untuk sumber kehidupan dengan menanam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan makanan.

Mengingat begitu pentingnya tanah karena dapat menghasilkan sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi orang banyak maka perlu diatur oleh pemerintah. Tanah merupakan modal dasar pembangunan, dalam kehidupan masyarakat pada umumnya menggantungkan kehidupannya pada manfaat tanah dan memiliki hubungan yang bersifat abadi dengan negara dan rakyat.

“Tanah sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia sehari hari, bahkan dapat dikatakan setiap saat manusia berhubungan dengan tanah. Setiap orang memerlukan tanah, oleh karena itu, diharapkan agar pihak BPN Sulsel lebih memaksimal pelayanan kepada masyarakat dan juga melakukan sinergitas dengan Pemprov Sulsel dalam hal aset tanah milik pemerintah yang dikuasai pihak pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memberikan kepastian hukum dan alas hak kepemilikan tanah milik pemerintah Sulsel. aset pemerintah harus dipertahankan dan diberikan alas haknya, sehingga jangan lagi ada penguasaan tanah hak milik pemerintah oleh pihak pihak lain,” tegas Hayat Gani.

Hadir pada lepas sambut Kakanwil BPN Sulsel Forkopimda Sulsel, para Kepala Kantor Pertanahan se-Sulsel, organisasi notaris dan seluruh pejabat dan pegawai dalam lingkup Kanwil ATR BPN Sulsel.

Abdul Hayat Gani Jadi Komisaris Utama Bank Sulselbar

KabarMakassar.com — Gerbong Komisaris di Bank Sulselbar kembali berubah. Kali ini posisi komisaris utama berganti dari Ellong Tjandra ke Abdul Hayat Gani.

Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sulsel Abdul Hayat Gani sebagai Komisaris Utama Bank Sulselbar. Abdul Hayat menjabat komisaris utama per tanggal 17 Januari 2020. Ia menggantikan komisaris utama sebelumnya, Ellong Tjandra.

Abd Hayat putra kelahiran Barru ini, terpilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tahun 2020 PT Bank Sulselbar di Hotel Claro, Kota Makassar, Jumat (17/1).

Selain penetapan komisaris utama, RUPS LB ini juga menghasilkan kesepakatan untuk menetapkan Rosmala Arifin sebagai Direktur Pemasaran dan Syariah hingga 2024.

“Saya Mengucapkan selamat kepada Bapak Abdul Hayat dan Ibu Rosmala yang sudah mengemban amanah sebagai Komisaris Utama dan Direktur Pemasaran dan Syariah PT Bank Sulselbar,” kata Prof Nurdin.

Tak hanya komisaris dan direktur, RUPS LB juga memutuskan untuk menambah jajaran direksi bank milik Pemerintah Sulsel dan Sulbar itu.

Saat ini Direksi Bank Sulselbar terdiri atas empat jabatan yakni direktur utama, direktur umum, direktur pemasaran dan syariah, dan direktur kepatuhan.

Direktur utama saat ini dijabat oleh pelaksana tuga (plt) yang juga merupakan Direktur Umum Irmayanti Sulthan. Irmayanti mengisi Plt direktur utama, menggantikan Direktur utama sebelumnya Muh Rahmat.

Sementara Direktur Pemasaran dan Syariah saat ini diduduki Rosmala Arifin dan Direktur Kepatuhan dijabat M Asril Azis. Tak hanya itu, ia juga meminta jumlah komisaris dan direksi harus sama. Artinya selain penambahan direksi, Bank Sulselbar juga akan menambah jajaran komisarisnya. Selain Abdul Hayat, Jabatan komisaris saat ini juga diisi oleh Muhammad Amri.

Siapa Abdul Hayat Gani?

Abdul Hayat Gani saat ini menjadi Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan.Pria kelahiran Bottoe, Tanete Rilau Barru, lahir 5 April 1965 lalu.

Alumnus IKIP Ujungpandang 1989 ini sekarang UNM, juga mengenyam
pendidikan S2 di UGM tahun 1997-2000 dan Doktor Antropologi Unhas 2001-2006.

Sebelum menjadi dilantik sebagai Sekrop 23 Mei 2019 lalu, pria yang suka tersenyum ini, berkarier di Jakarta sebagai Direktur di Kementerian Sosial RI.

Abdul Hayat Gani, beristrikan Sri Rejeki dengan tiga orang anak Ibnu Munzier Hasri Gani, Mudassir Hasri Gani dan Ichlasul Amal Hasri Gani.

Selamat bertugas Pak Hayat.