SYL Panen Budidaya Sayuran Aeroponik di SMA 10 Makassar

SYL Panen Budidaya Sayuran Aeroponik di SMA 10 Makassar

SYL Panen Budidaya Sayuran Aeroponik di SMA 10 Makassar

Kabar Makassar -- Bersama Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo di SMA Negeri 10 Makassar, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memanen hasil kebun dari siswa-siswi sekolah berupa Sawi dan juga Selada. Jumat 13 Oktober 2017.

Siswa dan siswi SMA 10 Makassar memulai pembibitan sejak dua bulan lalu dengan sistem budidaya sayuran Aeroponik, untuk itu hasil kebun mereka mulai hari ini di panen bersama. Dihadiri oleh Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan budidaya sayuran aeroponik ini dijadikan percontohan untuk seluruh sekolah yang ada di Sulsel.

"Kita lihat aktifitas siswa disini yang kreatif, dalam jangka waktu dua bulan dia bisa panen hasil tanamnya, pakai sistem aeroponik lagi..sekolah ini menjadi percontohan untuk sekolah-sekolah lain"kata syahrul Yasin Limpo.

Syahrul YL menambhakan jika semua sekolah harus punya talenta dan bakat, sekolah SMA 10 Makassar ini menjadi contoh dan mereka sudah buktikan bahwa mereka sudah mampu menjawab tantangan diera golabal ini.

"Kedepan semua sekolah di Sulsel harus melakukan hal yang sama dengan yang telah dilakukan oleh SMA 10 Makassar ini. Kita minta akhir tahun nanti untuk semua sekolah sudah bisa menerapkan minimal depan kelas mereka sudah ada bibit sawi, cabe dan lainnya, jadi artinya teori dalam kelas prakteknya yaitu seperti ini, bahkan ini bisa jadi pekerjaan rumah mereka nanti"ujar Syahrul.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Irman Yasin Limpo mengatakan jika hal yang dilakukan siswa-siswi SMA 10 Makassar dapat diterapkan di sekolah-sekolah daerah.

"Ini jadi percontohan, bayangkan mereka mulai dua bulan lalu, dari pembibitan pakai sistem budidaya Aeroponik hingga mereka jual di pasar Antang. Ini banyak untungnya bisa capai 30 juta loh.."kata None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo.

Muali dari sini, anak-anak sekolah bisa mulai punya skill, bukan hanya belajar dalam kelas saja. Sekolah harus bekali keterampilan kecil-kecilan. Hingga mereka punya karakter untuk bisa mandiri nantinya. "Guru-guru juga harusnya memberikan pemahaman dan skill bagi muridnya untuk bercocok tanam, saya setuju dengan pak Gubernur tadi, kegiatan ini bisa jadi pekerjaan rumah bagi siswanya"kata None.

None menambahkan jika siswa-siswa harus punya skill dan perlahan guru mengajari mereka bertani mulai dari mengetahui pupuk hingga tatacara bercocok tanam dengan baik. Hal ini dapat membantu anak-anak sekolah bisa memiliki keahlian khusus diluar dari proses belajar-mengajar dalam kelas.

Sistem aeroponik juga bermanfaat Sistem bagi siswa yang belajar bercocoktanam yang tidak mempunyai lahan, karena aeroponik tidak membutuhkan tanah, tetapi media tanam yang berupa Styrofoam yang akarnya menggantung di udara. Sehingga bisa dijadikan sebagai lahan di pekarangan rumah.

Berikut kelebihan dengan budidaya sayur dengan sistem aeroponik membantu lingkungan dengan menghemat air, mengurangi jumlah tenaga kerja manusia yang terlibat. Karena akar di udara, tanaman menerima lebih banyak oksigen. Oksigen tambahan yang tanaman terima dapat meringankan pertumbuhan patogen berbahaya. Tanaman dapat memanfaatkan karbon-dioksida yang kaya oksigen di udara untuk melakukan fotosintesis.

 

 

 

 

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close