SYL: Hina Suku Bugis, Mahatir Harus Minta Maaf

SYL: Hina Suku Bugis, Mahatir Harus Minta Maaf

SYL: Hina Suku Bugis, Mahatir Harus Minta Maaf

Kabar Makassar -- Pernyataan Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhammad yang menghina suku Bugis dengan kata orang-orang Lanun (perompak) secara gamblang menyebut julukan pencuri, penyabung, bahkan perompak kepada orang bugis, menuai reaksi dari berbagai elemen masyarakat.

Front Masyarakat Sulsel Bermartabat yang didalamnya tergabung dalam kelompok jurnalis, budayawan dan aktivis serta akademisi bertemu dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo diruang kerjanya. Jumat 3 November 2017.

Herwin Bahar selaku perwakilan Front Masyarakat Sulsel Bermartabat membacakan tuntutannya dihadapan Gubernur Sulsel yakni:

1. Mendesak gubernur dan ketua DPRD Sulsel bersikap atas pernyataan Mahatir Mohamad sekaligus memberi jawaban terbuka bahwa setiap suku di Sulsel adalah sama di mata masyarakat

2. Mendesak seluruh elemen masyarakat Sulsel untuk memberi waktu kepada pimpinan pemerintahan di Sulsel bersikap 7×24 jam merespon tuntutan ini

3. Jika tuntutan tidak dipenuhi, mengajak seluruh masyarakat Sulsel untuk mengikuti apel akbar 9 November di Monumen Mandala Makassar.

Sementara itu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan jika mendukung penuh aspirasi yang disampaikan oleh
Front Masyarakat Sulsel Bermartabat. Ia pun meminta pihaknya melalui Sekda dan Kesbangpol Sulsel melanjutkan surat petisi tersebut hingga ke pusat.

"Kita punya budaya yang baik dan hal ini kita seriusi dan mengantar hingga ke Pusat, dan kita apresiasi tindakan kelompok ini dan saya dalam posisi Pemerintah provinsi Sulsel setuju dan akan memproses ini" tegas Syahrul.

Lanjut Syahrul YL agar mantan PM Malaysia tersebut harus peka dan melakukan permintaan maaf ke warga Bugis terkhusus masyarakat yang ada di Sulsel.

"Kita lakukan tindakan keras soal ini, dan Mahatir harus minta maaf soal penghinaan ini" ucap SYL.

Untuk diketahui Pidato Mahatir pertama kali diucapkan pada 14 Oktober 2017 lalu disampaikan pada acara Himpunan Rakyat Sayangi Malaysia, Negara Malaisya.

Dalam pidatonya, Mahathir menyebut keturunan bugis sebagai orang-orang lanun (perompak) bahkan secara gamblang menyebut julukan pencuri, penyabung, bahkan perompak kepada orang bugis.

Diduga, Mahathir melontarkan pidatonya untuk menyerang lawan politiknya perdana menteri Datuk Seri Najib Tum Razak yang memiliki darah keturunan Bugis.

“Mungkin kerana dia (Najib Razak) berasal dari lanun Bugis. Entah macam mana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi balik kah ke Bugis,” kata Mahathir dalam pidatonya.

Tidak hanya sampai di situ, di hadapan ribuan pendukung Mahathir yang bersorak memberi dukungan, tokoh senior Malaysia ini juga mengatakan.

“Kita hari ini dipimpin oleh Perdana Menteri pencuri, penyabung, perompak. Inilah negara kita hari ini, dimana dia berasal dari tanur Bugis. Kembalilah ke Bugis. Pencuri duit kita untuk kesenangan mewah dirinya dan keluarganya,” lanjutnya.

Hingga saat ini Mahathir belum memberikan klarifikasi dan permintaan maaf yang dianggap melanggar batas kesopanan dan norma toleransi dalam beragama.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: