Support Pelaksanaan PSBB di Makassar, Pemkab Gowa Bangun 4 Pos Perbatasan

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (IST)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan mendukung pelaksanaan Pembataan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar yang akan dimulai pada tanggal 24 April hingga 7 Mei mendatang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, bentuk dukungan (support) yang akan diberikan Pemkab Gowa yakni dengan membangun pos atau posko pemeriksaan di 4 titik perbatasan wilayah antara Gowa – Makassar.

Keempat titik perbatasan tersebut yaitu: di Jalan Alauddin, Jl. Hertasning Baru, Barombong, dan Antang.

“Di posko ini akan dilakukan seleksi bersama tim gabungan, baik dari Satpol PP, TNI maupun pihak kepolisian, Akan dilakukan pemeriksaan. Bagi warga Gowa yang mau ke Makassar, harus jelas tujuannya apa. Kalau tidak berkepentingan atau tidak terlalu urgen, maka akan diminta untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Inilah bentuk supporting kita kepada Kota Makassar,” kata Adnan.

“Itu juga sesuai kesepakatan kita dengan Pemerintah Kota Makassar, di pos perbatasan yang didirikan Pemkot Makassar juga akan dilakukan hal yang sama (pemeriksaan). Jadi akan ada 2 pemeriksaan,” sambungnya.

Adnan menjelaskan, jika memang ada kepentingan yang urgen, tak ada pelarangan bagi warga yang ingin melintas. Dengan catata, harus sesuai standar aturan PSBB. Salah atunya yakni wajib menggunakan masker.

Adnan berharap, warga bisa mengikuti dan mematuhi semua bentuk imbauan dan edukasi yang terus menerus diberikan oleh pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Imbauan dan edukasi yang diberikan tidak ada artinya jika masyarakat tidak ikut dan patuh. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, perlu kerjasama semua elemen masyarakat. Ingat, ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan bersama. kalau kita mampu mengikuti imbauan pemerintah, maka kita sudah membantu menyelamatkan orang banyak,” ujarnya.

“Saya berharap kita semua bisa bekerjasama. Jangan pandang enteng. Bencana ini tidak bisa dianggap remeh. Kita harus bersatu sesuai adat kita orang Bugis-Makassar,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI