Status Makassar Dinaikkan jadi Darurat Covid-19

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb (/int)

KabarMakassar.com — Jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar terus bertambah. Berdasarkan data yang dirilis di laman infocorona.makassar.go.id, hingga Kamis (26/3) pukul 09:47 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Makassar jumlahnya ada sebanyak12 orang (1 meninggal, 10 dirawat, 1 isolasi mandiri di rumah).

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 40 orang (4 proses pemantauan, 36 dalam pemantauan); dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang (4 meninggal, 48 masih dirawat, 7 pulang dan sehat).

Sementara berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, hingga Kamis (26/3) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien postif Covid-19 di Sulsel totalnya menjadi 27 orang. Angka ini bertambah sebanyak 14 orang data sebelumnya. Dimana pada Rabu (25/3) kemarin, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel ada sebanyak 13 orang.

Menyikapi terus bertambahnya jumlah kasus maupun pasien positif Covid-19 di Sulsel, khususnya Kota Makassar, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menaikkan status kota Makassar dari Tanggap Darurat menjadi Darurat Covid-19.

“Semenjak ada yang meninggal, kita (statusnya) sudah darurat,” kata Iqbal, Kamis (26/3).

Ditanya perihal apakah Pemkot Makassar memiliki rencana untuk melakukan lockdown, Iqbal mengaku dirinya secara pribadi ingin melakukan hal tersebut.

Namun, kata dia, mengingat Kota Makassar adalah pusat atau ibukota Provinsi Sulsel, maka kebijakan itu akan kembali dirembugkan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi.

“Kemungkinannya ada. Apalagi kalau nanti ada lonjakan yang besar, dan kalau itu dianggap sudah rawan. Kebijakan lockdown akan kita koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Forkopimda,” ujarnya.

Iqbal mengungkapkan, salah satu alasan Pemkot Makassar masih mempertimbangkan untuk melakukan lockdown adalah alasan distribusi logistik yang masuk ke Sulsel melalui Makassar, khususnya yang lewat jalur udara.

“Karena jalur logistik, baik pangan, obat-obatan, itu lewat udara. Jadi masih dalam pertimbangan apakah akan ada pembatasan atau penutupan,” ungkapnya.

Iqbal menambahkan,saat ini Pemkot Makassar terus melakukan sejumlah upaya untuk menghambat dan menghentikan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Makassar. Salah satunya yakni dengan melakukan contact tracing terhadap orang-orang yang berkaitan atau pernah melakukan kontak dengan pasien postif Covid-19.

Reporter :

Editor :

Herlin

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI