Perusda
Bank SUlsel Bar

Albothyl Berbahaya, BPOM Larang Beredar di Sulsel

on 17/2/18 Oleh Hendra N. Arthur
Albothyl Berbahaya, BPOM Larang Beredar di Sulsel
[Foto: Ilustrasi]

KabarMakassar.com --- Balai Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM RI melarang peredaran dan membekukan izin edar obat antiseptic mereka Albothyl. 

Larangan dan penarikan BPOM RI ini terkait isu keamanan obat yang mengandung zat berbahaya berdasarkan surat edaran resmi Humas BPOM RI yang diterima redaksi KabarMakassar.com, Sabtu, 17 Februari 2018.

BPOM RI telah meminta PT. Pharos Indonesia sebagai produsen Albothyl dan industri farmasi lain yang memegang izin edar obat mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat diperintahkan untuk menarik obat dari peredaran.

Pemerintah mengimbau profesional kesehatan dan masyarakat menghentikan penggunaan obat tersebut.

Demikian juga masyarakat yang terbiasa menggunakan obat ini untuk mengatasi sariawan, dapat menggunakan obat pilihan lain.

Disarankan menggunakan obat yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C. 

Bila sakit berlanjut, masyarakat diminta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker di sarana pelayanan kesehatan terdekat.

Terkait pemantauan penggunaan obat merek Albothyl dalam dua tahun terakhir ini. BPOM RI telah menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping obat Albothyl.

Pasien pengguna Abothyl untuk pengobatan sariawan, dilaporkan memiliki efek samping serius pada sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi serius.

Albothyl sebagai obat bebas terbatas berupa cairan obat luar ditemukan mengandung policresulen konsentrat.

Kandungan ini biasa digunakan untuk hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan, serta penggunaan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), sariawan, gigi dan vaginal (ginekologi).

BPOM RI mengajak masyarakat untuk selalu membaca informasi yang terdapat pada kemasan obat sebelum digunakan, dan menyimpan obat tersebut dengan benar sesuai yang tertera pada kemasan. 

Ingat selalu CEK KLIK yakni Cek Kemasan, informasi pada Label, Izin Edar, Kedaluwarsa.

Masyarakat di imbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media sosial. (*)