Perusda
Bank SUlsel Bar

Klarifikasi Keluarga Pelaku Penganiayaan Difabel

on 28/1/18 Oleh Indrawan
Klarifikasi Keluarga Pelaku Penganiayaan Difabel
Klarifikasi Keluarga tersangka satpol PP yang diduga melakukan penganiayaan kepada seorang difabel saat konferensi pers di cafe Journali's Minggu (28/01/2018)

Kabarmakassar.com-- Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh satpol PP kepada seorang Difabel mendapat respon dari pihak keluarga.

Kasus yang melibatkan 3 oknum satpol PP yakni Andi Baharuddin (42 tahun) Andi Sahar (45 tahun) dan Ahmad (25 tahun) saat ini di tetapkan menjadi tersangka dan kasusnya sementara di limpahkan di kejaksaan.

Sebelumnya kasus penganiayaan yang di duga dialami seorang tuna daksa kinetik, Andi takdir terjadi pada tanggal 23 Desember 2017 di lapangan merdeka Kabupaten Bone. Hari ini dari pihak keluarga Satpol PP yang dijadikan tersangka mengundang media untuk memberikan konfirmasi versi Satpol PP bertempat di Cafe Journalis Minggu 28 Januari 2018.

"Kami merasa bahwa media tidak berimbang dalam mengangkat kasus ini" ungkap Andi Risnawati selaku keluarga korban. Andi Risnawati mengklaim selama kasus ini bergulir hanya dari pihak Andi Takdir saja yang terpublish.

"Kami merasa tidak adil karena hanya dari pihak Takdir saja, makanya kami juga mau menceritakan versi kami" kata Andi Risnawati. Lebih lanjut ia menceritakan kejadian dari versi satpol pp yang mengatakan bahwa pihak Satpol PP melakukan pengeroyokan itu tidak benar.

"Kejadian yang sebenarnya tidak seperti yang diberitakan oleh media, kami dari pihak keluarga menyangkal bahwa apa yang dilakukan satpol PP sudah sesuai aturan, tidak ada pemukulan, hanya gesekan saja. Hanya di dorong saja kepalanya," ungkap keluarga korban.

Dirinya menceritakan ditempat kejadian itu sebenarnya ada 2 kejadian. " Kasus yang pertama benar ada pengeroyokan tetapi yg di keroyok itu orang mabuk yang memang tidak seharusnya minum-minum sedangkan saudara takdir itu tidak di keroyok" tambahnya.

Pihak keluarga pun, lanjutnya telah melakukan negosiasi kepada pihak korban berupa penyelesaian secara kekeluargaan. "Pendekatan secara keluarga telah dilakukan kepada pihak Andi takdir namun ia melimpahkan persoalan ke lembaganya.

"Kata Andi Canca ayah dari andi Ahmad salah seorang satpol PP yang sekarang dijadikan tersangka yang juga hadir di konferensi pers. Pihak keluarga pun saat ini masih mengupayakan bisa bernegosiasi dengan korban.

"Harapnya kasus ini bisa diselesaikan secara keluarga" harap Andi canca selaku Ayah salah seorang tersangka. (*)