Perusda
Bank SUlsel Bar

Satu Dekade, Angka Harapan Hidup Sulsel 72,5 Tahun

on 6/4/18 Oleh Fritz Wongkar
Satu Dekade, Angka Harapan Hidup Sulsel 72,5 Tahun
Gubernur Sulsel dan Kadis Kesehatan, Rahmat Latief

KabarMakassar.com -- Angka Harapan Hidup masyarakat Sulsel dalam 10 tahun atau satu dekade meningkat dari 69,6 tahun pada tahun 2008 menjadi 72,5 tahun pada tahun 2018. Dengan meningkatnya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, membuat angka harapan hidup mengalami peningkatan. 

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief, mengatakan, angka ini didukung oleh fasilitas dan tenaga kesehatan yang semakin meningkat.

Dengan adanya rumah sakit ini, maka jumlah rumah sakit yang ada di Sulsel menjadi 101 unit. Sepuluh tahun lalu sebelum kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur, jumlah rumah sakit baru 86 unit.

Untuk Puskesmas juga mengalami peningkatan dari 395 unit di 2008 menjadi 455 unit di 2018. Tempat tidur dari 3.992 menjadi 14.835  unit. Serta tenaga medis dari 2.024 orang menjadi 3.257 orang, tenaga non medis dari 10.543 orang menjadi 16.429 orang.

"Hal ini merupakan pencapaian yang sangat menggembirakan yang diukir oleh Pemprov Sulsel yang dipimpin oleh Pak SYL," ungkapnya, saat menghadiri acara Peresmian UPT. 

Rumah Sakit Khusus Daerah Gigi dan Mulut Provinsi Sulsel di RSUD Gigi dan Mulut jalan Lanto Daeng Pasewang, Kamis (5/4). 

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Sulsel akan membangun Rumah Sakit Khusus Geriatri Kelas B yang akan disetarakan dengan Advance Medicine yang bekerjasama  dengan Prof Taruna Ikrar. 

Taruna Ikrar adalah adalah dokter dan seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan saraf.

Juga dalam hal ini dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pelayanan Rumah Sakit Khusus Geriatrik Kelas B dan Pelayanan Advance Medicine antara Gubernur dan Perwakilan dari Taruna Ikrar.

SYL juga mendapat penghargaan "Aditya Bhakti Husada" sebagai bentuk pengakuan akan sosok SYL sebagai orang yang bijaksana luar biasa dalam kesehatan paripurna.

"Ini adalah dari kami insan kesehatan. Kami persembahkan dengan tulus dan penuh rasa terima kasih atas dedikasi Pak Gubernur selama sepuluh tahun," ucapnya. 

Sementara,  Gubernur SYL menyebutkan bahwa pemerintah berkewajiban dalam peningkatan mutu fasilitas pelayanan kesehatan. 

"Apa gunanya pemerintah jika ada rakyat yang terlantar dan terkapar dan tidak mampu diapa-apai oleh keluarganya, jangan karena tidak punya uang," kata SYL. 

Sulsel sendiri pada tahun 2008 telah mencanangkan kesehatan gratis bahkan sempat diragukan.

"Semua orang bilang ada apa Pak Gub, itu adalah visi dan cita-cita yang tidak mungkin dilakukan. Tetapi kesehatan gratis sudah kita dijalankan, hari ini kita buktikan pemerintah hadir untuk rakyat," ujar SYL.