News

Sosialisasi Tarif Batas Atas dan Bawah Kendaraan Umum

Sosialisasi Tarif Batas Atas dan Bawah Kendaraan Umum

Kabar Makassar -- Dalam menindaklanjuti Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat nomor: SK.3244/AJ.801/DJPD/2017 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Angkutan Sewa Khusus.

Serta revisi Peraturan Menteri No. 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Oleh sebab itu, Dinas Perhubungan Sulsel menggelar rapat bersama pengusaha taksi online di ruang rapat dishub Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu 5 Juli 2017.

"Soal tarif itu kan mestinya per tanggal 1 Juli harusnya sudah diberlakukan tapi kan kita lihat banyak aksi penolakan di beberapa daerah termasuk juga Jakarta. Maka dari itu, saya berharap melalui rapat ini akan ada pendapat pendapat secara rasional," kata Pelaksana Tugas Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar.

Pada rapat yang dihadiri oleh para pengusaha kendaraan online dan konvensional ini diharapkan dapat memberikan solusi yang baik dan lengkap, selain itu juga agar taksi konveksional dan taksi online dapat berbesar hati untuk saling menerima.

"Di Sulsel sendiri kan, ada Grap, Gocar, Gojek dan sy dengar juga ada taksi online baru yaitu Uber dan itu belum kami akui karena kami belum bertemu langsung. Minta masyarakat untuk menggunakan taksi online kan lebih tinggi karena tarifnya murah, memberikan kenyamanan dan menjanjikan," imbuhnya.

Taksi konvensional dinilai harus ikut dengan era yang ada seperti yang akan dilakukan taksi bosowa dengan mencoba menggunakan aplikasi online tetapi dengan tarif konfensional yang akan diberi diskon bagi pengguna aplikasi.

Namun Ilyas menyayangkan karena hingga saat ini belum terdapat Taksi online yang telah melengkapi administrasi untuk mendapatkan ijin jalan dan hanya meminta rekomendasi kuota yang dikeluarkan hampir 800 unit.

"Tidak akan ada kebijakan lagi, satu minggu dari sekarang mereka sudah harus melengkapi berkas berkasnya yang nanti akan disepakati dengan dirlantas untuk dilakukan sosialisasi," tegasnya.

Tarif batas bawah dan batas atas yang telah ditentukan Menteri Perhubungan dimana Wilayah II termasuk Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua sebesar Rp.3.700 per km untuk batas bawah dan Rp.6.500 per km untuk batas atas.

Rapat tersebut akan membahas terkait tarif yang disepakati apakah akan mengacu pada peraturan Gubernur tahun 2016 dimana ditetapkan tarif taksi konveksional sebesar Rp. 4800 per km atau penentuan tarif baru.

Rapat tersebut hadir pula Kepala Operasional Ditlantas Polda Sulsel, Suratmin R, Kepala dinas Perhubungan Mamminasata termasuk kabupaten Gowa, Takalar, Maros dan Makassar.

Penulis: Wulandari

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close