Sompe’ Budaya Merantau dalam Suku Bugis Makassar

Kabar Makassar — Masyarakat Bugis dan Makassar terkenal dengan tradisi rantaunya dan budaya maritim. Mengarungi lautan Nusantara sudah dilakukan masyarakat Bugis Makassar berabad-abad lamanya.

Bermodalkan kapal Phinisi, Pelaut Bugis Makassar sanggup menyebrangi Samudera Pasifik sampai ke Vancouver di Kanada. Menaklukkan ombak di lautan sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan mereka dalam berniaga dan menangkap ikan di masa silam.

Baca juga :   Komunitas Ruang Seni Kreatif Tanggapi Polemik Ukiran Toraja di Four Point

Sompe’ di dalam bahasa Bugis adalah budaya merantau yang sudah mendarah daging dalam pribadi masyarakat Bugis Makassar. Bagi mereka yang melakukan sompe’ akan disebut dengan istilah passompe’ (perantau). Dengan budaya inilah mereka bisa dengan mudah dijumpai di seluruh pelosok tanah air bahkan sampai ke luar negeri seperti Afrika.

Tokoh ulama besar Shekh Yusuf yang berasal dari Sulawesi Selatan pernah menyebarkan agama Islam sampai ke tanah Afrika Selatan. Bahkan di sana sampai saat ini terdapat perkampungan Makassar yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Baca juga :   Menteri Yohana: Wanita Berpotensi Berantas Kemiskinan

Tujuan sompe’ adalah untuk meningkatkan taraf kehidupan menjadi lebih baik lagi. Tapi tidak hanya sebatas alasan ekonomi saja, mencari ilmu juga bisa menjadi alasan untuk massompe’ (merantau).

Mereka yang massompe’ biasanya tidak akan kembali ke kampung halaman sebelum sukses dalam perantauannya yang berkaitan erat dengan budaya siri’.

 

Foto: google.com

Baca juga :   PPPA Sulsel : STOP Perkawinan Usia Anak

[divider sc_id=”sc1105053688910″]divider-3[/divider][team layout=”4″ staff=”2398″ sc_id=”sc1063401510637″]