Soal Penculikan Anak, Ini Kata Akademisi Unhas

Ilustrasi (Ist.)

KabarMakassar.com— Kasus penculikan balita usia 1,5 tahun pada 09 Januari lalu membuat Pakar Psikologi Universitas Hasanuddin Istiana Tadjuddin, S.Psi., M.Psi Psikolog ini mengatakan bahwa psikologis korban penculikan yang dimana masih berusia kurang lebih 2 tahun merasa sangat tidak nyaman dengan situasi berpisah dari lingkungan tempatnya hidup selama ini.

“Tentu saja anaknya merasa sangat tidak nyaman dengan situasi berpisah dari lingkungan tempatnya hidup selama ini. Apalagi ia bersama orang asing. Hal ini bisa membuat anak takut untuk berhubungan dengan orang baru di waktu selanjutnya” tuturnya.

Lanjutnya anak akan merasa tidak aman dan tidak nyaman ketika harus berhubungan dengan orang lain yang anak tidak kenal.

Baca juga :   Disperindag Berkasus, Kadis Ini Buat Klarifikasi

“Anak akan merasa tidak aman dan tidak nyaman ketika harus berhubungan dengan selain orang tua dan pengasuh di rumah”.

Orangtua sebaiknya dalam kondisi sekarang dapat menemani anaknya terlebih dahulu dirumah dengan memberikan pelukan dan bermain dengan anak.

“Minimal orangtuanya dapat bersama anak ketika anak dirumah. Menciptakan rasa aman anak dengan memberikan rasa aman, caranya dengan pelukan dan bermain bersama anak. Agar timbul kembali rasa percaya terhadap lingkungannya”.

Pakar Psikologi Unhas ini melanjutkan bahwa anak kerap kali dipilih oleh pelaku kejahatan karena pelaku menganggap anak masih sangat tidak berdaya tapi bisa dimanfaatkan.

Baca juga :   Piala Adipura Tidak Butuh Banyak Tugu di Makassar

“Perilaku mengorbankan anak kerap dipilih pelaku kejahatan karena anak masih dianggap sesuatu yang paling tidak berdaya, namun paling dapat diberdayakan untuk mencari keuntungan baik secara materi dan psikologis,” Tambahnya.

Istiana juga menambahkan bahwa masyarakat harus menghargai kedudukan anak dan tidak melibatkan anak dalam permasalahan orang tua, dan jangan menyalahkan kepada orang tua yang bekerja.

“Kepada orang tua, siapapun dapat mengalami hal ini. Situasi saat ini yang dilematis bagi orang tua yang keduanya harus bekerja dan juga bisa meningkatkan keamanan balita. Misalnya, yang menjaga lebih dari satu orang, pintu diterali besi, menjalin hubungan dengan tetangga secara baik agar dapat membantu memantau anak, hal lain adalah senantiasa menjaga hubungan baik dengan orang lain serta berdoa kepada Tuhan agar senantiasa dijauhkan dari hal-hal berbahaya,” tutupnya.(*/sng)

Baca juga :   Foto: Polda Rilis Empat Tersangka Kasus Penculikan Anak

Penulis Enggra Mamonto