Soal Kontrak Freeport, Indonesia (B )untung

Soal Kontrak  Freeport, Indonesia (B )untung

Soal Kontrak Freeport, Indonesia (B )untung

Siapa yang (b)untung?

Sabar 4 tahun, kontrak berakhir, tambang Freeport Indonesia (FI) di Papua jadi milik Indonesia 100%. Perkara nanti dikelolanya oleh BUMN kita sendiri, atau kita undang pihak luar untuk jadi operator dengan skema bagi hasil yang lebih menguntungkan untuk kita, itu bisa kita bahas di 4 tahun masa tunggu tersebut (baca: sekalian perang urat syaraf dengan Freeport McMoran).

Ngasih opsi kontrak baru, yang berarti ngasih PINTU gratis untuk Freeport McMoran (FM) untuk bercokol di FI, dengan "bonus" buat FM mendapat Milyaran Dollar dari jualan saham (divestasi hingga 51%)?

* FM bangun Smelter dalam 5 tahun? Lha, apa bedanya dengan JANJI sebelumnya. Ingat, ini "bunga bunga".

* Skema divestasi: saham hingga porsi 51% dilepas ke pasar, BUKAN diserahterima (hand-over) ke Pemerintah RI. Privilise Pemerintah RI hanyalah sebagai pihak "yang pertama kali" ditawarkan. Adakah klausul "wajib menjadi" hak Pemerintah RI di situ? TIDAK. Faktornya ada dua di sini. Satu: Ada nggak duit Pemerintah Pusat untuk beli? Dua: Tergantung orang-orang dalam pemerintahan yang sedang berkuasa ---> kalo "masuk angin", ya kebijakannya menepis tawaran. As easy as that, isn't it?
Kalau gerbong tujuan penawaran tak mampu beli (Pempus, Pemda, BUMN, BUMD, Swasta Nasional), maka saham "diletakkan" begitu saja di pasar. Siapa yang menjamin FM tidak membelinya? Uang kantong kiri keluar masuk kantong kanan. Eh, uang dari sumber daya alam Indonesia sendiri lho. Jangan lupa.

* Kalau divestasi berjalan "sesuai rencana", yaitu lepasan saham laku... FM sudah dapat milyaran dollar, terus perusahaan ini menarik diri dari operasi di lapangan, kita bisa apa? Hanya bisa melongo, karena waktu yang seharusnya kita bisa gunakan untuk konsolidasi sudah terbuang "percuma". FM sambil ngurus tambang-tambang mereka di seluruh dunia dengan santai tinggal menonton "pemegang 51%" saham lainnya lintang pukang tutup kerugian operasi. Kewajiban tanggungan mereka yang 49%? Gampang. Tinggal pake duit hasil divestasi.

Nah, sekarang.....

Siapa yang (b)untung?

penulis : Canny Watae

Redaksi

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close