SMF Gelar Sosialisasi dan Edukasi Percepatan Program 1 Juta Rumah

Meikarta

Kabarmakassar— PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar Sosialisasi dan Edukasi Percepatan Program Satu Juta Rumah di Indonesia Tengah dan Timur. Sosialisasi dan edukasi digelar di Makassar Sulawesi Selatan, Senin 20 Nopember 2017.

Hadir sebagai pemateri Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawes, Maluku dan Papua (Sulampua) Indiarto Budiwitono, Sekretaris Jenderal Asbanda Edie Rizliyanto dan Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan Yunus Henda.

Baca juga :   Fasilitas Unggulan di Hotel Grand Park Sayang

Kegiatan bertujuan meningkatkan volume KPR melalui penyaluran pinjaman kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Sesuai dengan program kerja perseroan di tahun ini, Perogram Pembiayaan terus dilakukan dengan memperluas jangkauan pembiayaan kepada seluruh BPD di Indonesia khususnya di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia,” Kata Heliantopo.

BPD dinilai mempunyai peran penting dalam mendukung penyelenggaraan Program Sejuta Rumah karena BPD sebagai sistem perbankan lokal dapat lebih efisien dalam memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan perumahan.

Baca juga :   H-8 Harga Beberapa Komoditi Dipasaran Masih Normal

“Tentunya BPD cenderung lebih spesifik mengenai karakteristik masyarakat di daerah masing-masing, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memiliki rumah dan mensukseskan program sejuta rumah diperlukan fasilitas KPR yang terjangkau dan muda akses,” Lanjut Heliantopo.

Melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan, sejak awal berdirinya SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR sampai dengan 31 Oktober 2017 kumulatif mencapai 32,67 triliun terdiri dari sekuritisasi sebesar 8,15 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar 24,51 triliun.

Baca juga :   Staff Kepresidenan RI Cari Bibit Wirausaha Muda di Unhas

SMF telah melaksanakan 11 kali sekuritisasi dengan nilai 8,15 triliun dan penerbitan surat utang sebanyak 29 kali dengan total 19,22 triliun.

Penulis : Baba Duppa