News

Setnov Ditangkap KPK, NH-Idrus Kendalikan Partai Golkar

Setnov Ditangkap KPK, NH-Idrus Kendalikan Partai Golkar

Kabar Makassar --- Dua tokoh asal Sulsel yang menjabat posisi elit di Partai Golkar, Nurdin Halid dan juga Idrus Marham dipercaya mengendalikan partai Golkar yang saat ini goyah dikarenakan Ketua Umum Partai tersebut ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus e-KTP.

Rapat pleno yang digelar oleh sejumlah pejabat elit Golkar pada sore hari di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, 18 juli 2017 yang dipimpin langsung Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid, didampingi Ketua Umum Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham menyampaikan dua agenda yakni, respon Golkar atas penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP dan laporan mengenai progres Partai Golkar di Pilkada serentak 2018.

Dari hasil rapat pleno tersebut juga menghasilkan 7 poin yakni;

1. DPP Partai Golkar tetap konsisten akan melaksanakan keputusan musyawarah
nasional luar biasa tahun 2016, khususnya berkaitan dengan dukungan Partai Golkar terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

2. DPP Partai Golkar tetap berketetapan untuk melaksanakan keputusan Rapimnas tahun 2016 khususnya berkaitan dengan pencalonan Bapak Jokowi pada Pemilu Presiden 2019.

3. DPP tetap untuk melaksanakan keputusan Rapimnas tahun 2017 yang berkaitan bahwa tidak akan melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar.

4. DPP Partai Golkar menyetujui Keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk menugaskan kepada ketua harian dan sekretaris jenderal DPP Partai Golkar untuk bersama-sama melaksanakan koordinasi dalam menjalankan fungsi-fungsi pengendalian dan tugas-tugas organisasi serta tetap berkoordinasi dan melaporkan kepada Ketua Umum Partai Golkar yaitu Bapak Setya Novanto.

5. Berkaitan dalam proses pengambilan keputusan terhadap Undang-Undang Pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2017 di DPR RI, maka ditugaskan kepada seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI hadir dalam rapat paripurna tersebut dalam memperjuangkan keputusan dan kebijakan Partai Golkar di legislatif.

6. Partai Golkar menugaskan kepada anggota fraksi, pemenangan Pemilu Indonesia I dan II serta seluruh koordinator wilayah provinsi Partai Golkar untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh kader Partai Golkar di daerah berkaitan dengan kondisi terkini Partai Golkar baik internal maupun eksternal.

7. DPP Partai Golkar berketetapan dalam menyikapi permasalahan dan antisipasi
ke depan, maka DPP Partai Golkar tetap harus berpegang teguh kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta seluruh peraturan-peraturan pelaksanaannya.

Dari tujuh poin hasil rapat disebutkan jika di poin keempat yakni memberi mandat kepada Nurdin Halid dan Idrus Marham untuk mengendalikan roda operasional organisasi Partai Golkar.

"Saya tiba-tiba sangat bangga di akhir rapat karena dua putra terbaik Sulawesi Selatan diberi kepercayaan Pak Novanto untuk mengendalikan roda operasional organisasi Partai Golkar," ujar Risman yang juga juru bicara Golkar Sulsel.

Rapat pleno partai tersebut tidak mengubah sedikit pun struktur DPP Partai Golkar yang ada. Risman menjelaskan bahwa Setya Novanto tetap ketua umum yang mengendalikan sepenuhnya kedaulatan struktur DPP Partai Golkar.

"Kedua tokoh penting DPP ini, pak Idrus dan Pak Nurdin, akan melapor secara reguler kepada ketum Novanto atas pelaksanaan pengendalian roda organisasi tadi," kata Risman menjelaskan.

Dalam rapat pleno tersebut, hadir pula Risman Pasigai, ia mengatakan jika merasa bangga ada dua orang putra sulsel yang kendalikan golkar saat ini.

"Saya juga bangga dan tiba-tiba di akhir rapat dua putra Sulawesi Selatan diberi kepercayaan Pak Novanto untuk mengendalikan roda operasional organisasi Partai Golkar," ujar Risman.

Foto: Int.

Fritz Wongkar

Journalist

Pewarta yang telah mengantongi sertifikat Jurnalis Muda dari Dewan Pers. Aktif menulis sejak 2011.

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close