Senjakala Media Cetak dan Sosial Media

Kabar Makassar —— Kaisar dunia maya, Mark Zuckerberg dengan nada riang mengabarkan: pekan ini, pengguna halaman media sosial Facebook telah melampaui dua miliar manusia atau lebih dari seperempat penduduk bumi.

Kata Mark Zuckerberg, angka tonggak itu tercapai di tahun ke-13 kelahiran Facebook dan persis lima tahun semenjak angka pengguna Facebook melewati satu miliar manusia.

Baca juga :   Soal Kontrak Freeport, Indonesia (B )untung

Setiap hari, kata Mike Nowak, Direktur Produksi Facebook: “lebih dari 175 juta orang mengungkap tanda cinta, dan lebih 800 juta orang me-Like sesuatu di Facebook.”

Hari ini, saya membacai tiga surat kabar pagi: satu koran nasional yang dulu bertiras tinggi dan paling tebal dengan halaman untuk iklan terpisah sendiri, dua koran daerah dengan halaman depan semakin provokatif tapi isinya tak menjawab judul berita.

Baca juga :   Opini: Merah Putih Sakral Tak Boleh Cedera

Tiga koran ini rasanya semakin tipis dan menciut.

Berita-beritanya sudah lalu lalang di lini masa semenjak kemarin, diulas dari segala penjuru di media online, dan dikomentari membuta di grup-grup WhatsApp.

Saya membaca koran-koran ini dengan sedikit cemas. Bukan tentang isi berita, tapi mengenai media cetak itu sendiri.

Penulis : Tomi Lebang