Selama PSBB, Pemkab Gowa Salurkan Bantuan Melebihi Target

KabarMakassar.com — Penyaluran bantuan sosial selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa melebihi dari target yang ditetapkan. Hal ini dengan merujuk pada data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa.

Target awal bantuan akan diberikan kepada 98.786 Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 77.675 RT, dan 21.111 KK dari data terdampak Covid-19 yang tidak masuk dalam DTKS.

Kepala Dinas Sosial, Syamsuddin Bidol mengatakan selama berjalannya penyaluran dan dibukannya layanan call center pengaduan untuk mengcover masyarakat yang layak menerima bantuan tetapi belum terdaftar data penerima naik hingga 135.494 KK.

“Ada tambahan 36.708 KK yang merupakan masyarakat wajib penerima bantuan, apalagi saat dilaksanakannya PSBB,” kata Syamsuddin Bidol.

Menurutnya bantuan yang disalurkan pun mulai dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemkab Gowa. Diantaranyta Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui anggaran desa dan kelurahan, kemudian Paket Sembako Covid-19.

“Bantuan ini kita salurkan sebelum dan selama penerapan PSBB berlangsung. Ini telah menjadi instruksi Bapak Bupati Gowa agar kebutuhan masyarakat terpenuhi selama berada di rumah,” jelasnya.

Kata dia, bantuan sosial terutama paket sembako merupakan jaringan pengaman sosial yang diprioritaskan Pemkab Gowa selama penerapan PSBB. Karena menjadi dasar atau kebutuhan pokok masyarakat saat melakukan aktivitas dari rumah, terlebih lagi bagi mereka yang terkena dampak penyebaran pandemi Covid-19.

“Untuk pengawasan penyaluran bantuan pun dijaga ketat tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri dengan melakukan sesuai protokol kesehatan. Sementara, untuk mekanisme penyalurannya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dari setiap bantuan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, warga Desa Parigi, Kecamatan Tiggimoncong, Alimin Ditung mengaku mengembalikan sembako yang diterimanya untuk diberikan ke masyarakat lain yang lebih membutuhkan. Padahal, ia tidak menerima bantuan apapun selain paket sembako tersebut.

“Alhamdulillah karena masih diberikan rezeki, biarpun saya miskin tapi masih banyak orang dibawah saya, jadi saya terima dulu bantuannya baru saya kembalikan untuk diberikan ke orang lain yang lebih membutuhkan,” kata Alimin

Sementara Daeng Ngasseng mengaku sangat merasakan manfaat dari adanya bantuan tersebut. Menurutnya, selama pandemi aktivitas sosial terkendala dan berimbas pada pendapatan ekonomi, tetapi dengan adanya bantuan sembako tersebut cukup memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Bersyukur sekali pasti karena dapat bantuan, artinya pemerintah bertanggung jawab selama PSBB ini untuk mencukupi kebutuhan pokok kita,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI