Sejarah Penggunaan Nama Makassar-Ujung Pandang-Makassar

Foto Makassar Tempo Doloe [Foto:Int.]
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kabar Makassar– Makassar dulunya adalah daerah tingkat II berstatus kotamadya, yang dari tahun 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujung Pandang dan sekaligus menjadi ibu kota provinsi Sulawesi Selatan.

Alasan mengganti nama Makassar menjadi Ujung Pandang karena landasan politik, dan kemudian karena Makassar adalah nama sebuah suku bangsa padahal tidak semua penduduk kota Makassar adalah anggota dari Etnik Makassar.

Pada Perang Dunia Kedua dan pendirian Republik Indonesia sekali lagi mengubah wajah Makassar. Hengkangnya sebagian besar warga asing pada tahun 1949 dan nasionalisasi perusahan perusahaan asing pada akhir tahun 1950-an menjadikannya kembali sebagai sebuah provinsi.

Nama Ujung Pandang sendiri adalah nama sebuah kampung dalam wilayah kota Makassar. Kampung tersebut bermula di dekat Benteng Ujung Pandang, kemudian membujurkah suatu tanjung yang ditumbuhi rumpun rumpun pandan. Namun, sekarang Tanjung ini tidak ada lagi.

Nama Ujung Pandang mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-X, Tunipalangga yang pada tahun 1545 mendirikan benteng Ujung Pandang sebagi kelengkapan dari benteng benteng kerajaan Gowa yang sudah ada sebelumya.

Beberapa tahun kemudian benteng Ujung Pandang jatuh ketangan Belanda, usai perang Makassar dengan disetujuinya perjanjian Bungaya 1667, benteng itu diserahkan.

Kemudian Speelmen mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam, bangunan bangunan bermotif Gowa perlahan lahan diganti dengan bagunan bergaya barat seperti yang dapat Anda saksikan sekarang.

Ihwal perubahan nama kota Makassar menjadi Ujung Pandang pada 31 Agustus 1971 berdasarakan Peraturan Pemerintah no 51 tahun 1971 di bawah kepemimpinan Walil Kota Makassar H.M Daeng Patompo (alm).

Saat itu Kota Makassar dimekarkan dari 21 kilometer persegi menjadi 115,87 kilometer persegi danterdiri dari 11 wilayah kecamatan dan 62 lingkungan dengan penduduk sekira 700 ribu jiwa.

Pemekaran ini mengadopsi sebagian dari wilayah tiga kabupaten diantaranya Maros, Gowa, dan Pangkajena Kepulauan. Kemudian sebagai kompensasinya nama Makassar diubah menjadi Ujung Pandang.

Sejak awal perubahan nama Makassarmenjadi Ujung Pandang menuai banyak protes dari berbagi kalangan masyarakat, terutama kalangan budayawan, seniman, sejarahwan pemerhati hukum hingga pebisnis.

Namun, aksi aksi protes yang dilakukan tidak juga mendapat respon dari Pemerintah Daerah maupun DPRD setempat untuk mengembalikan nama Makassar pada ibu kota Provinsi Sulsel. Sehingga nasib kota “Daeng” ini nyaris tidak menentu.

Hingga akhirnya dipenghujung masa jabatan Presiden BJ Habibie, nama Makassar dikembalikan tanpa melalui proses yang berbelit belit.

Seiring pengembalian nama Makassar, maka nama Ujung Pandang kini tinggal kenagan dan selanjutnya semua elemen masyarakat kota mengadakan penelusuran dan pangkajian sejarah Makassar.

Nama Makassar sendiri, berdasarkan sejarah penamaannya, Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke 14.

Nama Makassar berasal dari sebuah kata dalam bahasa “Mangkasarak” yang berarti manampakkan diri atau yang bersifat terbuka.

(Dilansir Dari Berbagi Sumber)

[divider sc_id=”sc337130911073″]divider-3[/divider]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.