News

Sebelum Ada Lampu Listrik Benda ini Menjadi Primadona

Sebelum Ada Lampu Listrik Benda ini Menjadi Primadona

Kabar Makassar-- Tradisi Petromax dimulai pada 5 November 1910. Petromax adalah sebuah nama sebuah merek dagang (brand) dari sebuah lampu berbahan bakar minyak bertekanan yang berasal dari Jerman.

Petromax pertama kali dibuat oleh Max Graetz. Nama Petromax merupakan singkatan dari "Petroleum Maxe," julukan Max Graetz yang diberikan oleh teman temannya.

Petromax adalah lampu berbahan bakar minyak tanah yang ditekan ke atas, diubah menjadi uap untuk memanaskan kaus lampu hingga berpijar.

Max Graetz sendiri adalah Presiden perusahaan Ehrich dan Graetz di Berlin, Jerman yang mengembangkan dan mendesain lampu petromax.

Awalnya, Max Graetz ingin menciptakan sebuah alat penerangan dengan bahan bakar parafin untuk dijadikan produk baru di perusahaannya.

Selanjutnya, Max Graetz menemukan proses untuk membuat gas keluar dari parafin, memiliki energi kalor yang sangat tinggi dan bisa membuat api biru yang sangat panas.

Graetz kemudian merancang lampu bertekanan, yang bekerja dengan uap parafin. Cara kerjanya yaitu parafin tersebut akan menguap (karena posisi yang sangat dekat dengan jaring jaring yang dibakar spirtus tadi) dan menjadi bahan bakar jaring jaring kramik sehingga menghasilkan cahaya yang terang.

Selama pasokan gas parafin dari tangki terus mengalir, jaring jaring kramik atau kaus lampu akan terus berpijar menghasilkan cahaya. Bila tekanan habis, terdapat sebuah pompa tangan yang berguna untuk menambah tekanan uap parafin ke kaus lampu.

Pada 5 November 1920, nama Petromax telah didaftarkan sebagai merek dagang. Sejak saat itu, lampu petromax diproduksi secara massal dalam berbagai spesifikasi dan ukuran.

Tidak hanya di Jerman, Petromax menjadi lampu yang sangat populer ke berbagi penjuru dunia.

Kepopuleran tersebut membuat nama Petromax menajdi nama generik untuk menyebut lampu dengan bahan bakr parafin.

Desain dan cara kerja lampu petromax sekarang banyak diadaptasi oleh berbagi pihak untuk membuat produk lampu dengan berbagi merek.

Di Indonesia, sebelum listrik menjadi bahan wajib seperti sekarang, Petromax mejadi pilihan yang biasa dikatakan mewah. Karena memang tidak semua orang bisa memilikinya.

Kini, Petromax masih sering digunakan sebagai alat penerangan cadangan bila litrik mati. Selain itu, lampu asal Jerman tersebut juga masih digunakan oelh para nelayan, pendaki gunung, pedagang kaki lima dan sebagainya.(Berbagai Sumber)

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close