Sanodding Pembuat Gula Merah dari Pohon Lontar

Kabarmakassar.com — Jeneponto sangat terkenal dengan pohon lontarnya untuk itu, sebagai pemanfaatan dari pohon tersebut warga sekitar banyak yang berprofesi sebagai pembuat gula merah yang tidak kalah rasanya dengan gula merah sejenis dari pohon lainnya.

Menghasilkan 30 biji sang pembuat gula merah menghabiskan waktu berjam-jam di depan wajan sambil mengaduk air dari pohon lontar tersebut, setelah berubah warnah dan mengental sang pembuat lalu menuangkannya ke cetakan khusus.

Sanodding (37) pembuat gula merah yang ada di Desa Mangepong, Kecematan Turatea mengatakan bahwa dalam proses pembuatan peralatan yang digunakannya semua masih serba tradisional dengan menggunakan cetakan tempurung kelapa.

“Dalam proses membuatnya semua masih menggunakan peralatan-peralatan yang di bikin ji, tuak (Ballo) manisnya yang di masak sampai mendidih berubah kemerahan” kata Sanodding Jumat (31/7).

“Kalau sudah mengental di tuang ke cetakan kemudian di tunggu sampai kering, dalam sehari yang kami buat tidak menentu, kadang 20-30 biji, tergantung berapa liter banyaknya tuak yang ada, kalau banyak orang yang mau minum tuaknya sedikit juga yang di masak” ujarnya

Lebih lanjut, Sanodding mengaku bahwa ketika banyak orang yang pesan Tuak manis hanya sedikit pula yang ia masak untuk di jadikan gula merah, dan di butuhkan waktu seharian untuk menghasilkan 5 liter tuak dari pohon lontar yang akan di buat gula merah,

Ia pun mengaku sudah hampir 20 tahun berprofesi sebagai pembuat gula merah bersama dengan ayahnya, lokasi tempatnya membuat di kebunnya sendiri jauh dari pemukiman warga di Desa Mangepong

“Balllo manisnya kalau ada yang mau minum tidak di jualji, yang penting orangnya bilang lebih dulu kalau dia mau, jadi yang di jual itu hanya gula merahnya saja, dengan harga 10 ribu” ungkapnya.

Reporter :

Editor :

Zul Tamzil

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI