Sambangi Korban Tabrak Lari, Ini Harapan MKP Bagi Pemerintahan

Sambangi Korban Tabrak Lari, Ini Harapan MKP Bagi Pemerintahan

Sambangi Korban Tabrak Lari, Ini Harapan MKP Bagi Pemerintahan

Kabar Makassar-- Lembaga Makassar Peduli (MKP) yang sejak setahun lebih bergerak untuk meringankan beban kaum duafa dan berkomitmen dalam memanusiakan manusia. Hari ini kembali menyampaikan donasi bagi dua warga jalan Rappocini Raya gang 1 yang kehidupan perekonomiannya kurang mampu.

Ialah Kakek Hamid (70 tahun) dan Nenek Cenna (72 tahun), Dua warga ini hidup dalam keadaan yang serba kekurangan. Nenek Cenna (72 tahun) yang tinggal bersama ponakannya sehari harinya hanya mengharap belas kasih dari para tetangga jika sang ponakan sedang tidak bekerja. Sedangkan kakek Hamid (70 tahun) yang diketahui tinggal sebatangkara di rumahnya yang hanya berukuran 2,5 x 2,5 meter, pasca hari raya Idul Fitri lalu terkena musibah tabrak lari yang mengakibatkan patah tulang pada persendian kaki kiri.

Berdasarkan keterangan dari Ketua RW, Arsyad, saat itu kakek Hamid (70 tahun) sedang menyeberang jalan menuju pasar Maricayya, lalu dari arah Veteran datang pengendara sepeda motor yang menabraknya kemudian pergi begitu saja. "Dua hari setelah lebaran itu, disitu jalan Veteran dia menyeberang mau ke pasar tiba tiba ada motor tabrak dan pergi begitu saja," ungkap Arsyad. Minggu 6 Agustus 2017.

Karena hidup sendiri, luka kaki kakek Hamid (70 tahun) tidak mendapat perawatan intensif sehingga mengakibatkan infeksi yang membuat kake Hamid (70 tahun) tidak lagi dapat beraktivitas seperti hari hari sebelumnya. Olehnya itu, tim MKP yang berkunjung ke kediaman kakek Hamid (70 tahun) tidak hanya menyampaikan donasi tapi juga melakukan perawatan terhadap luka sang kakek dan menyarankan agar warga setempat dapat bekerjasama serta membawa kakek Hamid (70 tahun) untuk dirawat dirumah sakit. "Baiknya agar kakek di bawa ke rumah sakit, agar mendapat perawatan yang baik. Kami berharap agar warga disini dapat membantu kami dalam perawatan kakek Hamid demi kesehatannya," kata Ketua LMP, Rudy.

Namun, dibalik pergerakan pergerakan Tim MKP dalam meringankan beban dari mereka yang tidak mampu, kerap mendapat kendala terlebih jika kaum duafa yang sedang sakit dan ingin di bawa ke rumah sakit, kendala terberatnya adalah kadang ada diantara mereka yang tidak mempunyai BPJS atau kartu KIS.

"Kita liat kasus baru baru ini kaum duafa yang hidupnya sebatang kara dan sakit. Kami ingin tempuh kerjasama dengan pemerintah karena beberapa kendala yang kita alami dilapangan itu selalu terkendala dalam mengurus KIS nya dan mengurus kesehatan gratisnya itu sangat susah. Makanya itu kita sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah agar dalam menjalankan aksi aksi sosial ini lebih mudah," harapnya.

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close