RSU Wahidin Siapkan 7 Dokter Antisipasi Virus Corona

Dokter (Foto: Pixabay).

KabarMakassar.com — Sejak mencuatnya kabar virus Corona yang sedang menyerang masyarakat di Wuhan China, berbagai bentuk pencegahan dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Meski, Penyebaran virus Corona belum ditemukan di Sulawesi Selatan, pihak Rumah sakit umum Regional Wahidin Sudirohusodo Sulsel mengaku telah menyiagakan tujuh tim dokter untuk menangani menangani pasien suspect virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Kesiapsiagaan Pendemi RSU Regional Wahidin Sudirohusodo, Irawaty Jaharuddin.

“Jadi Tim Kesiapsiagaan Pandemi ini sudah ada surat ketetapan khusus dari Kemenkes yang menangani pasien. Timnya harus multidisiplin. 24 jam bekerja untuk penanganannya,” ungkap Irawati Kamis,(30/1)

Tak hanya itu, pihak RSU Regional Wahidin juga mengaku telah menyediakan Gedung khusu untuk menangani kasus ini. Dimana masing-masing ruangan akan memiliki peralatan sesuai fungsinya.

“Seperti ruang triase yang difungsikan untuk pemeriksaan awal pasien. Di situ kita menilai, memeriksakan secara awal pasien pada saat pertama kali datang. Dilakukan pengukuran tekanan darah, suhu tubuh dan lainnya” jelasnya.

Selanjutnya, juga disediakan ruang observasi. Di ruangan tersebut pasien akan diperiksa lebih detail dari pemeriksaan di ruangan sebelumnya. Kemudian ditentukan, kategori penanganan lanjutannya, apakah akan dimasukkan ke ruangan ICU atau ke ruangan pemeriksaan biasa.

“Terakhir adalah ruang isolasi. Ruangan tersebut ditujukan bagi pasien yang telah positif terpapar virus corona. Jadi setiap hari, petugas akan memantau sejauh mana suhu tubuhnya, kondisi klinis, pemeriksaan fisik dan radiologi,” papar Irawati.

Jika ada pasien yang positif terpapar virus corona meninggal dunia, disediakan juga disiapkan ruangan khusus untuk menampung jenazah.
“Ketika ada yang meninggal ada ruang perawatan jenazah sendiri, karena dia tidak boleh bergabung dengan jenazah yang lainnya. Dan itu sudah ada alurnya, jadi begitu keluar, sudah ditunggu sama ambulans khusus,” lanjut Irawati

Sementara itu, Direktur RSU Regional Wahidin Sudirohusodo, Khalid Saleh menjelaskan, gedung ini juga diperuntukkan untuk penanganan kasus, seperti flu burung (H5N1), SARS, flu babi (H1N1) dan sekarang diperuntukan lagi untuk yang baru ini corona virus (nCov).

“Selain itu, juga terdapat lima ruangan khusus, yang teknis penanganannya dilakukan secara bertahap jika pasien dianggop positif terpapar virus, dengan tahapan-tahapan penanganannya,” ungkap Khalid.

Nantinya akan diberlakukan aturan dimana petugas yang menangani pasien terpapar virus corona dianjurkan untuk menggunakan pakaian hanya sekali pakai. Kecuali ada yang bisa disterilkan kembali seperti kaca mata, sepatu boots, itu dipakaikan ulang setelah disterilkan.

Petugas juga tidak bisa melalui pintu perawatan kalau mau pulang karena sudah ada jalur khusus yang steril apabila petugas sudah selesai jam jaganya. Mereka juga mandi sebelum keluar ruangan.

Begitu pun dengan keluarga pasien, jika hendak membesuk diwajibkan untuk menggunakan kostum steril. Semua untuk mengantisipasi penularan virus lewat berbagai medium yang ada di sekitar perawatan pasien.

Reporter :

Editor :

Herlin Sadid

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI