News

Relokasi Pedagang Pasar Sentral Hanya Dua Minggu

Relokasi Pedagang Pasar Sentral Hanya Dua Minggu

Kabar Makassar -- Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya mengundang sejumlah pedagang Pasar Sentral Makassar terkait relokasi lapak penampungan, yang rencananya akan dibongkar dalam kurun waktu dua minggu sejak Senin, 1 Agustus 2017 mendatang.

"Terkait adanya proses betonisasi yang sementara dilakukan Dinas PU Kota Makassar, maka kami mengimbau kepada para pedagang yang masih menempati lapak penampungan untuk segera dilakukan relokasi mulai Senin sampai dua minggu ke depan. Berhubung dana pembangunan drainase siap dan waktunya hanya sampai akhir tahun 2017. Kalau tidak selesai, uang akan dikembalikan ke pusat dan belum tentu dua atau tiga tahun kemudian kita bisa dapat kembali dananya," terang Dirut PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam di hadapan para pedagang. Sabtu, 29 Juli 2017.

Adapun tenggang waktu tersebut dibagi atas dua tahap, yakni pemberian toleransi kepada para pedagang untuk membongkar lapak sendiri. Kedua, apabila pedagang masih bersikeras menetap sampai minggu kedua akan dilakukan pembongkaran paksa.

"Untuk saat ini kami (PD Pasar Makassar Raya, red) tidak akan membahas permasalahan negosiasi harga, tapi tentang relokasi jalan untuk kenyamanan masyarakat pengguna jalan dan kita bersama," jelas Rahim.

Jika seandainya ada pedagang yang menolak masuk ke dalam gedung baru, kata Rahim, mereka akan dipindahkan ke Pasar Terong atau di Pasar Kalimbu.

Berdasarkan pantauan KabarMakassar.com, sosialisasi yang digelar di Durian Condotel, Jalan H.I. Saleh, Losari, Kecamatan Ujung Pandang itu berlangsung tegang. Pasalnya, para pedagang tetap menolak dilakukan relokasi sebelum perjanjian rapat yang telah disepakati sebelumnya disetujui.

Sainuddin, salah seorang pedagang mengatakan, Sebelum ada kunci yang dipegang dan harga yang ditetapkan, ia bersama pedagang lainnya bersatu tidak akan meninggalkan lapak. Meskipun secara paksa.

"Kalau Dirut memaksa pembongkaran, saya menganggap bahwa dia tidak memandang Pancasilais, tidak melaksanakan sila keempat musyawarah, tidak ada keadilan. Padahal pasar dasar kesejahteraan berdasarkan Perda No. 15 tahun 2009,"

Selain itu, Sainuddin juga menganggap jika pemerintah tidak lagi berpihak kepada pedagang atas kejadian ini.

"Karena kalau pedagang direlokasi semestinya memberikan harga yang pas, diberikan kunci dan mempersilahkan pedagang masuk. Tanpa direlokasi, pedagang akan pindah sendiri. Tapi sekarang Dirut PD Pasar melakukan pembongkaran tidak ada kejelasan mau dibawa kemana pedagang, dari segi kemanusiaan orang mau dimana," tegasnya.

Sebelumnya, Dinas PU Kota Makassar melalui Kepala Bidang dan Jembatan, Darlis mengatakan pihaknya akan mengalami kendala karena banyaknya lapak di tempat penampungan masih berdiri di ruas jalan yang akan dilakukan proses betonisasi. Sehingga harus menunggu pemindahan para pedagang di gedung New Makassar Mal.

"Kami berharap agar pedagang untuk segera masuk ke dalam (New Makassar Mal, red), karena anggaran kami ini dibatasi," ujarnya.

Darlis mengaku, proses pembangunan drainase dan betonisasi jalan harus selesai pada Desember tahun ini.

"Ini kan demi kepentingan kita bersama. Kalau jalanan bagus, masyarat akan nyaman tidak ada jalan macet," tambahnya.

Adapun anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tersedia, yakni senilai Rp 20.800.000.000. Sementara anggaran yang telah dibayarkan kepada pihak tender sebesar Rp 17. 279.100.000.

"Jadi kalau batas kontrak yang ditentukan (Desember 2017), proses pengerjaan hanya begitu-begitu saja. Maka akan hangus anggaran," pungkasnya.

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: