Rasio KPR di Indonesia Hanya 2,85 Persen

Meikarta

Kabarmakassar—- Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Heliantopo menyebutkan jika rasio Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di Indonesia masuk kategori rendah di tahun 2016.

Hal ini disampaikan Heliantopo dalam Sosialisasi dan edukasi SMF dan percepatan program 1 juta rumah di Indonesia di Hotel Artama, di Makassar, Senin 20 November 2017.

KPR di Indonesia urutan terendah di dunia dengan angka 2,85 persen. Bahkan di ASEAN, Indonesia dikalahkan oleh Malaysia yang menembus angka 38,8 persen.

Baca juga :   Dokumen Kerjasama Australia Hilang, Ini Penjelasan Pemkot

Sementara untuk negara yang persentase rasio KPR tinggi yakni Amerika Serikat dengan 77 persen.

p

“Rasio KPR di Indonesia hanya 2,85 persen, kalah dengan Malaysia 38,8 persen. Amerika yang tertinggi rasio KPR nya yang 77 persen. Di luar negeri, masyarakatnya sudah memiliki rumah sementara di Indonesia, masyarakatnya masih banyak yang belum punya rumah,” Terang Heliantopo.

Baca juga :   ReFIT: Peluang Bisnis Kebugaran Hadir Di Sulsel

Rasio KPR di Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sangat kecil sehingga kedalaman pasar KPR masih dangkal. Oleh karena itu, pasar perumahan memiliki multipller effect terhadap ekonomi nasional dan perkembangan pasar perumahan perlu dimonitor.

[divider sc_id=”sc473643577417″]divider-3[/divider]

[team layout=”3″ staff=”487″ sc_id=”sc621149823369″]