Puisi Rusdin Tompo di HUT Kabar Makassar ke-8

Puisi Rusdin Tompo di HUT Kabar Makassar ke-8

Puisi Rusdin Tompo di HUT Kabar Makassar ke-8

Kabar Makassar -- Penerima penghargaan Kabar Makassar Award 2016 lalu di kategori penulis lokal terbaik, Rusdin Tompo memberikan puisinya kepada Kabar Makassar di HUT yang ke-8 pada 29 Agustus 2017 kemarin.

Rusdin Tompo membacakan dengan lantang dihadapan para tamu undangan yang hadir di malam puncak perayaan HUT Kabar Makassar dan juga disaksikan langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. CEO PT Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana dan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi.

Berikut isi puisi yang dibacakan Rusdin Tompo yang sekaligus menjadi kado manis buat Kabar Makassar yang berusia 8 tahun;

KABAR MAKASSAR
Karya: Rusdin Tompo

Aku membayangkan dirimu adalah kotaku
Dengan bangku taman menawarkan duduknya, nikmati cericit burung sembari membaca buku
Dengan kafe dan kedai kopi hangatkan obrolan, layaknya ruang keluarga bagi masyarakat kota
Dengan kudapan kanrejawa menemani senja, jadi buah tangan penanda kunjungan penuh keramahan
Dengan pendar lampu semarak malam temani pelancong bersantap, selepas pelesiran di Paotere, Fort Rotterdam, dan Pantai Losari

Aku membayangkan dirimu adalah kotaku
Dengan warga dalam formasi siaga saling menjaga
Warga yang sipakatau, sipakalebi, sipakainga, hidup guyub dalam keberagaman
Warga yang paham kepada siapa rasa hormat dipersembahkan, rasa santun dijunjung bagai merawat wajah sendiri
Warga yang jadikan dirimu sebagai oase informasi, dibanding sumber hoax penuh kontradiksi

Aku membayangkan dirimu adalah kotaku
Dengan cerita penuh inspirasi tentang generasi yang gemar akkareso, generasi milenial yang tidak abai pada nilai-nilai tradisional
Dengan para profesional gegas semangat luapkan gagasan-gagasan bernas penuh visi global
Dengan birokrasi yang tak dibuat mengular, tapi melayani rakyat penuh khikmad dan sabar
Dengan elite politik yang wajahnya tak berpaling muka ketika berkuasa

Aku membayangkan dirimu adalah kotaku
Tak habis berbagi kisah dari sumber-sumber cerita yang layak dipercaya
Bukan sekadar keluh kesah yang melemahkan daya cipta
Bukan lontaran sumpah serapah, tak jelas arah
Bukan kisah fiktif para pembual, karena berita bukan imajinasi para pemburu sensasi
Berita, seperti juga puisi, dikabarkan untuk dimengerti bukan sekadar hadirkan teka-teki
Berita, seperti juga gizi untuk tubuh, diperlukan untuk asupan pertumbunhan dan perkembangan
Sedangkan bagi pengambil kebijakan, dijadikan bahan evaluasi untuk menakar distribusi pembangunan yang berkeadilan.

Aku membayangkan dirimu adalah kotaku
Gemerlap dalam nyala lilin ulang tahun
Dengan lagu pesta yang riuh hangat mengalun
Namun gemanya kuharap bukan akan menjadi lagu yang me-nina-bobo-kan
Dalam tepuk tangan sesaat yang berhenti di angka delapan
Tapi teruslah menyala dalam ingatan
Lambusu’ ri kontu tojeng, jujur pada kebenaran
Karena kabar bukan sekadar laporan peristiwa yang diberitakan lalu dilupakan
Kabar adalah peristiwa sejarah yang didokumentasikan sebagai pembelajaran
Yang akan berjejak bagi peradaban dan kemanusiaan.

Makassar, 29 Agustus 2017

*) Puisi ini dibacakan pada peringatan Ulang Tahun Kabar Makassar yang ke-8 di Plaza Mal Ratu Indah Makassar.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close