PSBB di Makassar Diperpanjang Sampai 22 Mei 2020

(IST)

KabarMakassar.com — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar resmi diperpanjang selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 8 hingga 22 Mei 2020.

Penetapan perpanjangan PSBB di Kota Makassar itu tertuang dalam Surat keputusan (SK) Walikota Makassar Nomor: 1153/360/Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Dalam SK tersebut, disampaikan bahwa penetapan perpanjangan pemberlakukan PSBB initelah mendapat persetujuan dari Gubernur Sulawesi Selatan berdasarkan surat Nomor 440.1.1/04783/Diskes tanggal 6 Mei 2020 perihal persetujuan perpanjangan PSBB di Kota Makassar.

Terkait PSBB tahap kedua di Kota Makassar ini, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof. Aminuddin Ilmar mengatakan, yang dibutuhkan adalah ketegasan yang lebih baik dari sebelumnya. Hal ini mengingat tingkat kepatuhan masyarakat di Kota Makassar untuk mengikuti imbauan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan masih rendah.

Sementara, kata dia, tujuan utama PSBB adalah untuk menghentikan terjadinya penyebaran atau penularan virus Corona (Covid-19) secara efektif, dengan melarang atau membatasi interaksi orang, guna mencegah terjadinya transmisi lokal.

“Kemarin kan pak gubernur juga bilang bahwa tingkat kepatuhan masih rendah, sehingga masih harus dilakukan PSBB lanjutan di Makassar,” kata Prof. Aminuddin, Kamis (7/5).

Menurut Prof. Aminuddin, problem yang dihadapi saat ini adalah akan diberikannya relaksasi atau kelonggaran pada penerapan PSBB, dengan alasan bahwa ternyata pelaksanaannya mengakibatkan roda perekonomian terganggu.

“PSBB itu sebenarnya sudah longgar. Kalau kemudian itu dilonggarkan lagi, ya sama saja tidak ada PSBB. Ini yang harus diperhatikan. Seharusnya relaksasi itu baru bisa dilakukan kalau kasusnya sudah mulai menurun dan kepatuhan masyarakat sudah tinggi. Sekarang ini itu belum tercapai. Kasusnya kan masih tinggi,” ujarnya.

“Makanya harus lebih tegas dari sebelumnya, dan bukan justru dengan relaksasasi mengajak orang pergi belanja karena menghadapi idulfitri. Apa yang mau dicapai dengan PSBB seperti itu? Kalau itu (kelonggaran) diberikan, saya yakin penerapan PSBB itu akan menjadi masalah dan akan sia-sia,” sambungnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, salah satu alasan perpanjangan masa PSBB di Kota Makasar ini adalah tingkat kepatuhan masyarakat yang masih sangat rendah.

“Setelah kita rapat, kita evaluasi selama 14 hari, PSBB Makassar ini boleh dikata tingkat kepatuhan kita masih sangat rendah. Sehingga, perpanjangan ini kita lakukan,” kata Nurdin, Rabu (6/5).

Nurdin juga menekankan beberapa catatan dalam pelaksanaan perpanjangan PSBB di Kota Makassar.

“Pertama semua petugas yang ada di lapangan itu harus lebih santun, termasuk Satpol PP. Turun bukan untuk marah-marah, tetapi turun untuk melayani. Kalau ada yang keliru, ada yang tidak patuh, hukuman boleh, tetapi tidak dengan kata-kata yang menyakitkan. Orang yang dihukum itu butuh sentuhan,” ucapnya.

“Saya berharap, PSBB diberlakukan tapi ekonomi masyarakat tetap bisa bergerak,” lanjutnya.

Untuk menjaga ekonomi agar bisa terus bergerak, Nurdin mengaku sudah meminta kepada Pj Walikota Makassar mengundang semua pemilik toko di Makassar, terutama yang memiliki karyawan dalam jumlah besar.

“Karena mau lebaran, kalau toko ditutup semua, orang mau belanja dimana? Makanya semua toko, terutama yang punya tenaga kerja banyak ini harus kita tetap buka. Tapi dengan catatan protokol kesehatan harus tetap dijaga. Pakai masker, jaga jarak, di depan ada wastafel, ada hand sanitizer, ada scanner, itu saja. Kita pastikan orang yang masuk di toko tidak ada yang positif, tidak ada yang bermasalah,” ujarnya.

Nurdin menegaskan bahwa persoalan tutup jalan bukan lagi fokus utama dalam PSBB. Yang lebih penting adalah lebih masif mencari carrier Covid-19 untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya dengan menemukan kasus-kasus transmisi lokal.

“Local transmission ini harus betul-betul ditemukan orangnya,” tegasnya.

Nurdin juga meminta agar seluruh warga Kota Makassar tidak perlu panik dengan perpanjangan PSBB ini. Ia memastikan PSBB akan berjalan lebih baik dari sebelumnya.

“Tidak usah kita panik atau resah, kita sudah melakukan evaluasi 14 hari ini. Iya tentu masih ada oknum-oknum aparat kita, terutama Satpol-PP yang berlaku tidak sepantasnya di tengah-tengah masyarakat, itu kita minta maaf. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang siram-siram barangnya orang, karena itu sudah dilarang. Langkah yang cocok, kalau ada yang salah kita bicarakan secara persuasif,” tuturnya.

Nurdin menambahkan, tugas pemerintah saat ini adalah menyelamatkan usaha-usaha yang sudah hampir bangkrut atau colaps.

“Ini harus kita selamatkan. Cara kita selamatkan, kita support, jangan justru tambah dipojokkan,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI