Prof. Idrus Umumkan Dirinya Positif Covid-19, Begini Respon Rektor Unhas

Ilustrasi - INT

KabarMakassar.com — Rabu (25/3) siang, pemerintah secara resmi mengumumkan adanya penambahan sebanyak 105 pasien di Indonesia yang telah dinyatakan positif Covid-19, dimana 9 diantaranya berada di Sulawesi Selatan.

Dengan adanya tambahan 9 pasien baru ini, secara total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel bertambah menjadi 13 orang.

Tak lama setelah pengumuman itu atau sekitar pukul 17.00 WITA, Prof. Idrus A. Paturusi (Rektor Universitas Hasnuddin periode 2006 – 2010 dan 2010 – 2014) mengumumkan bahwa dirinya positif Covid-19, dan telah berada di Ruang Isolasi Rumah Sakit Unhas.

Informasi yang disampaikan melalui anak kandungnya ini sangat mengagetkan civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas). Berbagai ucapan do’a memohon kesembuhan dan keselamatan dari para dosen dan pegawai yang disampaikan melalui berbagai grup WA internal Unhas pun mengalir.

Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan semangat yang ditunjukkan oleh Prof. Idrus sangat luar biasa.

Prof. Idrus, kata dia, dikenal aktif dalam merespon setiap peristiwa kemanusiaan, termasuk membantu menangani wabah Covid-19.

“Beliau merupakan motor penggerak Tim Satgas Covid-19 Unhas yang intensif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar RSPTN Unhas bisa turut serta dalam pemeriksaan virus,” kata Prof. Dwia melalui pernyataan tertulisnya.

Selain itu, lanjut Prof. Dwia, Prof. Idrus juga aktif menggalang dan mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam gerakan mengatasi pandemi Covid-19, termasuk dengan Kodam XIV Hasanuddin, Polda Sulawesi Selatan, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak swasta.

“Kemarin beliau masih kontak saya, menyampaikan bahwa beliau saja mengecek kesiapan Lab BSL-3 Rumah Sakit Unhas yang dipersiapkan untuk mendeteksi virus. Beliau menyampaikan apa-apa saja yang masih kurang di lab tersebut,” terang Prof. Dwia.

Menurut Prof. Dwia, semangat yang ditunjukkan oleh Prof. Idrus dalam masalah kemanusiaan bukan kali ini saja. Ketika bencana tsunami menerjang Aceh pada tahun 2004, Prof. Idrus adalah relawan pertama yang datang ke lokasi yang porak poranda. Begitu juga setiap peristiwa kemanusiaan lainnya, beliau selalu hadir.

Lebih jauh Prof. Dwia mengatakan, sikap Prof. Idrus yang secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya positif terjangkit Covid-19 tentunya dilandasi oleh kesadaran beliau bagaimana seharusnya wabah ini diatasi.

“Itu karena sensitifitas beliau yang tanggap bencana. Kita sangat hargai sekali. Prof. Idrus ingin agar orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir ini segera mawas diri, melakukan isolasi mandiri, atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis,” ujar Prof. Dwia.

Peristiwa ini merupakan peringatan bagi siapa saja, bahwa semua orang berpotensi untuk terpapar Covid-19. Keterbukaan seperti yang ditunjukkan Prof. Idrus adalah langkah pencegahan aktif. Ini akan memicu kesadaran bersama untuk selalu berhati-hati.

“Mari kita bersama-sama mendo’akan kesehatan dan kesembuhan beliau. Semoga apa yang telah beliau lakukan selama ini, dedikasi, dan pengabdiannya, akan menjadi amalan untuk kesembuhan beliau. Amin,” tutup Prof. Dwia.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI