Produk UKM Makassar Jajaki Pasar Global

Kabar Makassar– Badan Promosi dan Pariwisata Makassar (BP2M) mendorong produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) khas Makassar mulai menjajaki pasar global.

Hal ini seperti disampaikan Direktur Eksekutif BP2M Iin Yoesoef Madjid yang menjelaskan produk UKM saat ini mulai memiliki pasar di sektor pariwisata.

Pemerintah kota Makassar, lanjutnya berusaha untuk memberi ruang bagi produk lokal agar bisa dilirik oleh konsumen asing.

Baru-baru ini salah satu hotel di Makassar menyepakati untuk memamerkan produk-produk dari UKM dan menjadikan produk tersebut sebagai kuliner oleh-oleh khas Makassar

Baca juga :   KPID Award 2017 Sulawesi Selatan Siap Digelar

“Hotel Dalton memberi ruang untuk kuliner oleh-oleh Makassar agar bisa dilirik oleh pengunjung. Ide ini memang baru sebulan direalisasikan. Harapan kami tahun depan semua hotel dan mall memberi ruang untuk UMK. Kalau bisa cemilan hotel digantimi dengan produk lokal” ujarnya

Sebelum produk menyentuh sektor pariwisata, kata dia produk-produk tersebut telah memiliki pasar tersendiri dikalangan tamu-tamu pejabat Walikota Makassar

“Terakhir ada tamu dari Palembang dan Bekasi mereka senang kok. Mereka malahan minta tambah tapi kami cuma bawa sedikit, yah karena itu tadi masih ada rasa-rasa tidak percaya diri” ungkapnya

Baca juga :   Fakta Tentang Narkotika Flakka

Produk khas itu, sebutnya yang punya varian rasa kripik rasa pisang ijo, kripik udang, kacang rasa cumi, kacang rasa udang, bumbu coto, bumbu sop sodara, dan bumbu toppa ladang. Paket kemasannya sudah mulai bagus dan bersih.

Insiasi BP2M mendorong produk UKM tembus pasar global telah didukung Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto yang sebelumnya berencana untuk membawa produk UKM tersebut ke negara tetangga agar kuliner khas kota Makassar semakin dikenal

Baca juga :   Hotel Melia Menghadirkan Ibiza 2018

“Pak wali pernah membahas hal ini waktu bertemu dengan Duta Besar Indonesia di Singapura untuk membawa kita punya bumbu-bumbu, tidak usah terlalu jauh dulu cukup Malaysia dan Singapura saja dulu” imbuhnya. (*)

Penulis Sriwaty Ilyas