News

Pro Kontra Senjata 5000

Pro Kontra Senjata 5000

Kabar Makassar-- Tidak boleh ada 1 pucuk pun senjata yang diadakan tanpa legislasi. Oleh badan intelijen sekali pun. Bahkan demi untuk membebaskan sandera. Tidak boleh. Tidak boleh, ya tidak boleh.

Itulah sebabnya, Reagan "putar otak". Rezimnya menjual senjata ke Iran (yang sedang berperang melawan Irak), via perantaraan Israel, lalu (sebagian) duit hasil penjualan itu digunakan untuk membelikan senjata kelompok pemberontak Contra (yang didukung Amerika) di Nikaragua.

Kisahnya sangat kompleks. Bahkan dimulai sejak Reagan-Bush masih dalam tahap kampanye pilpres. (Cawapres) Bush sampai harus diterbangkan secara rahasia dari Paris, dengan pesawat rahasia pula, agar tiba di Amerika dalam waktu kurang dari 3 jam, agar dapat tampil di panggung kampanye seakan-akan ia "tidak ke mana-mana" sebelumnya.

Ia "diutus" ke Paris untuk berunding dengan utusan tinggi pemerintahan Iran. Perundingan itu sejatinya adalah perundingan pembebasan sandera warga Amerika yang sedang ditahan di Iran. Permintaan Iran "sederhana": senjata anti tank (untuk melawan Irak).

Saat Reagan-Bush berkuasa, "kesepakatan" itu ditepati. Caranya, senjata Amerika yang ada di Israel "dijual" ke Iran. Sebagai ganti, melalui item anggaran yang resmi ada di APBN, Amerika menyuplai senjata (pengganti) ke Israel.

Karena duit hasil "penjualan" ke Iran adalah uang "haram" yang tak bisa dilaporkan ke dalam kolom penerimaan APBN Amerika, itu duit gede (sebagian) ditampung dalam rekening perusahaan fiktif yang dikendalikan CIA, sebagian lagi digunakan untuk membelikan senjata kelompok gerilyawan Contra.

Pada akhirnya, Kongres Amerika "masuk" ke dalam pusaran kasus itu dengan pijakan sederhana: ada pembelian senjata (untuk gerilyawan Contra) tanpa sepengetahuan badan legislatif.
Maka mencuatlah skandal yang disebut Iran-Contra itu.

Rezim Reagan-Bush berhasil bertahan dari gempuran Kongres, dengan "mengorbankan" seorang Letnan Kolonel bernama Oliver North (masuk penjara). Bush berhasil jadi Presiden. Perang Teluk yang pecah di awal pemerintahannya membuat rakyat Amerika "alih fokus", mengenyampingkan skandal itu.

Perang Teluk 1991 berlangsung sangat singkat. Saat masuk masa kampanye berikutnya awal 1992, Capres Clinton "menggaruk" skandal itu. Bush kemudian kalah. Sebelum ia turun jabatan, buru-buru ia mengeluarkan amnesti bagi semua orang yang terlibat skandal Iran-Contra.

Begitulah. Berawal dari pengadaan senjata tanpa sepengetahuan lembaga legislatif.

Di sana, mereka tidak mempeributkan jumlah pucuk. Lima ribu, 500, 50, atau pun hanya 5. Sepucuk pun, harus atas sepengetahuan legislatif. Itulah namanya bernegara. Tidak boleh ada negara di dalam negara.

Penulis: Canny Watae

Redaksi

Related Articles

Berita Foto: Pendaftaran Nasdem Sebagai Peserta Pemilu 2019 Berita Foto: Pendaftaran Nasdem Sebagai Peserta Pemilu 2019 Berita Foto: Pendaftaran Nasdem Sebagai Peserta Pemilu 2019

Berita Foto: Pendaftaran Nasdem Sebagai Peserta Pemilu 2019

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: