Pria Ini Ditahan Setelah Lakukan Pemerasan dan Setubuhi Istri Orang

Pria Ini Ditahan Setelah Lakukan Pemerasan dan Setubuhi Istri Orang
Seorang pria berinisial EN (26), warga kelurahan Langga Kecamatan Mattiro Sompe diamankan Polres Pinrang lantaran diduga memeras dan menyetubuhi istri orang.

KabarMakassar.com-- Polisi mengamankan seorang pria berinisial EN (26), warga kelurahan Langga Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang lantaran diduga memeras dan menyetubuhi berinisial IS (25) wanita yang sudah bersuami.

Penangkapan EN berdasarkan laporan Polisi nomor LP /53 /XI/2019/SPKT/RES PRNG/SEK MT.SOMPE. tgl 6 Nopember 2019.

Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara membenarkan Informasi itu " Betul, terduga pelaku sudah diamankan, " Ungkap Dharma di Mapolres Pinrang Kamis (07/11).

Awalnya, kata Dharma, kejadian ini bermula pada Juli 2018 lalu, pelaku mengetahui korban memiliki Pria Idaman Lain (PIL), pelaku kemudian menghubungi korban dan mengancam akan membocorkan rahasia korban jika tidak menuruti permintaan pelaku.

“Akhirnya korban pun luluh, dan menuruti semua permintaan terduga pelaku, termasuk menuruti permintaan pelaku untuk Vidio Call dalam keadaan telanjang bulat ,” ujarnya.

“Ternyata saat Vidio Call dengan Korban Pelaku memotret IS yang telanjang. Foto korban tanpa busana itu, kemudian menjadi senjata baru untuk memeras korban IS dengan mengancam akan menyebarkan foto bugil korban jika tidak memberikan uang kepada EN,” sambugnya.

Pemerasan yang dilancarkan pelaku, lanjut Dharma, korban pun menyerahkan sejumlah uang kepada terduga pelaku, termasuk menuruti permintaan pelaku, agar korban berhubungan badan dengannya.

“Karena tidak tahan diperas dan dilecehkan korbanpun kemudian akhirnya melapor,” tandasnya.

Kepada polisi, EN mengakui perbuatannya. EN berdalih tidak memiliki uang untuk biaya kebutuhan sehari hari sehingga melakukan perbuatan bejat itu.

Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Pinrang untuk mempertanggungkan jawabkan perbuatannya, pelaku kini akan dikenakan pasal 368 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Penulis : Ardiansyah

Editor : Supriadi Maud