Pembangunan Masjid 99 Kubah Ditangguhkan untuk Proses Audit

Pembangunan Masjid 99 Kubah Ditangguhkan untuk Proses Audit
Masjid 99 Kubah Makassar. (Int)

KabarMakassar.com -- Proses pembangunan masjid 99 kubah yang mulai dikerjakan sejak tahun 2017 lalu dihentikan sementara oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pemberhentian ini dikarenakan akan dilakukannya proses audit konstruksi terhadap masjid yang berada di kawasan Center Point of Indonesia ini.

Menurut Kepala Dinas pengelola Sumber Saya Air (PSDA) mengungkapkan syarat utama penganggaran pembangunan adalah adanya hasil audit fisik dari masjid ini.

"Tentu audit menjadi syarat utama untuk melakukan penganggaran karena tentu audit itu harus selesai baru dianggarkan tapi yang jelas kita mengikuti apa yang menjadi perintah pimpinan," ungkap Darmawan Bintang saat dikonfirmasi via telpon.

Untuk 2019 PSDA menganggarkan pada perubahan anggaran sekitar Rp 500 juta.

"2019 penganggarannya ada diperobahan. kita menggarkan diperobahan untuk membeli alat yang mengubah air asinan menjadi air tawar juga untuk maintenancenya sejumlah 500 juta," tambahnya.

Untuk Tahun 2020 ia mengungkapkan PSDA akan melakukan usulan dana untuk pembangunan Fisik sebesar Rp 32 milyar.

"Untuk tahun depan kita sudah mengusulkan, ini baru usulan karena keterbatasan anggaran kita mengusulkan dana sekitar Rp 32 milyar hanya saja, tentu itu semua tergantung pada TPAD yang melihat secara utuh penganggaran bukan hanya di dinas PSDA" jelasnya.

Penganggaran sebesar Rp 32 milyar ini untuk pembangunan pelataran suci dan sebagainya yang belum rampung.

"Itu ditujukan untuk menyelesaikan pelataran suci, kemudian ada sebagian tidak semua dari 17 kubah yang masih tersisa, kantor dibawah, lantai parkir bawah" terangnya. Selasa, (5/11).

Sementara itu ditempat berbeda, Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan mengaku akan akan menganggarkan audit masjid 99 kubah pada tahun 2020 mendatang.

"Masjid kuba karena anggarannya tidak cukup nanti mungkin awal 2020 (penganggaran untuk audit)".Ungkap Salim AR.

Untuk audit konstruksi masjid ini sendiri dianggarkan sebesar Rp 200-300 juta."Kita akan anggaran 200-300juta," tutupnya.

Proses audit konstruksi yang akan dilakukan oleh pemerintah Provinsi bertujuan agar pembangunan sesuai dengan yang diharapkan secara teknis di lapangan sebelum dilanjutkan pada tahap pembangunan lebih lanjut.

Penulis : Herlin Sadid

Editor : Prisatno