Menjaga Tenun Kebangsaan Melalui Festival Keraton Nusantara

Menjaga Tenun Kebangsaan Melalui Festival Keraton Nusantara
FKN XIII di Tana Luwu akan berlangsung hingga 13 September.

KabarMakassar.com -- Terik matahari tak menghentikan langkah peserta kirab keraton. Dengan pakaian adat, para kontingen satu per satu melakukan kirab, mengelilingi Lapangan Gaspa, Kota Palopo. Riasan memukau, dupa, hingga gendang, melengkapi Festival Keraton Nusantara.

Wajah-wajah ayu dan penuh kharisma melewati satu per satu penonton yang antusias menyaksikan acara tahunan tersebut. Tua dan muda, Pria dan perempuan, melebur dalam festival tersebut. Tak ada sekat. 

Luthfi A. Mutty (LAM) yang membaca sambutan dalam pembukaan FKN XIII menuturkan bahwa keraton-keraton Sebagai penjaga identitas bangsa. "FKN harus dimaknai sebagai revitalisasi peran keraton untuk menjaga tenun kebangsaan yang rasa-rasanya mulai terkoyak," kata mantan Bupati Luwu Utara tersebut. Senin (9/9)

Pembukaan berlangsung meriah dengan tarian kolosal Batara Guru oleh ratusan penari yang telah berlatih selam 32 hari. Selain itu, pertunjukan Polisi Cilik juga menghibur para tamu undangan dan juga masyarakat.

Rencananya, FKN XIII di Tana Luwu akan berlangsung hingga 13 September dengan beberapa rangkaian acara, seperti Maccera Tasi, Manre Saperra, Festival Danau Matano, dan lain sebagainya.

Penulis : Indah Sari

Editor : Prisatno