Pengembangan Induk Udang Vaname, Konsultan Budi Daya Survei Perairan Selayar

Pengembangan Induk Udang  Vaname, Konsultan Budi Daya Survei Perairan Selayar
Konsultan Budi Daya Perikanan Indonesia Hasanuddin Atjo, diterima oleh Sekretaris Daerah Marjani Sultan, di ruang kerjanya.

KabarMakassar.com -- Konsultan Budi Daya Perikanan Indonesia Hasanuddin Atjo, yang juga menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda Sulteng, Jumat (6/9) berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Selayar. Kedatangannya bersama rombongan lainnya disambut dan diterima oleh Sekretaris Daerah Marjani Sultan, di ruang kerjanya.

Hasanuddin Atjo dalam keterangannya dijelaskan bahwa kedatangannya terkait pengembangan industri perikanan dan pariwisata di Selayar. Ia akan melakukan survei selama beberapa hari karena melihat wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar punya prospek untuk pengembangan industri induk udang vaname. Hasanuddin Atjo mengemukakan bahwa kebutuhan akan induk udang vaname selama ini masih diimpor dari luar negeri.

Ia berharap industri induk udang vaname Indonesia ada di Selayar, terlebih letak geografisnya ada di tengah-tengah Indonesia. Selain itu kata dia, sumber daya perairan Selayar dinilai masih bagus, juga memiliki bandara.

“Investor melihat Selayar punya prospek untuk pengembangan industri induk udang vaname. Olehnya itu kami datang di sini melakukan survei awal. Setelah survei, kami akan datang lagi dengan membawa investor nasional, tapi dia B2B atau Business to Business dengan industri udang dari Florida atau Hawai,” ucap Hasanuddin Atjo.

Sementara Sekda Selayar Marjani Sultan, menyebutkan terkait prospek Kabupaten kepulauan Selayar untuk dijadikan sebagai pusat penangkaran induk udang vaname (udang putih), membenarkan bahwa pihak investor menginginkan ada tim yang melakukan survei awal. Sementara pusat induk udang vaname di dunia hanya ada di Hawai.

“Mereka berkeinginan membuka cabang di Selayar sebagai pusat pengembangan industri induk udang vaname nomor tiga di dunia, setelah India dan Singapura,” terangnya. 

Marjani Sultan menjelaskan kebutuhan induk udang vaname di Indonesia 18 juta per tahun, sedangkan terpenuhi baru sekitar empat persen. Menurut dia bukan tidak mungkin, kalau industri induk udang vaname bisa berkembang di Selayar, kebutuhan-kebutuhan negara tetangga bisa kita suplai langsung dari Selayar.

“Tim konsultan budi daya perikanan Indonesia ini mencari perairan yang curam, kita tunjukkan pantai timur. Anak udang vaname asli akan didatangkan dari Hawai. Kemudian di sinilah dipelihari sampai jadi induk. Setelah jadi induk baru dijual,” ucapnya.

Lanjut Marjani bahwa investor nantinya ingin pengembangan industri perikanannya ini dipaketkan dengan wisata. “Jadi dia tidak hanya mengurus industri ini, tapi dia juga ingin mengurus pariwisata. Karena punya pesawat sendiri, nantinya pesawatnya ada yang memuat barang dan ada yang memuat orang. Mereka ingin wisatawan-wisatawan dari Cina misalnya diangkut langsung ke Selayar, jika panjang runway Bandara kita sudah memungkinkan,” jelas Marjani.

Mewakili Bupati, Sekda Selayar menyambut baik kedatangan tim konsultan budi daya perikanan Indonesia."Karena untuk menanggulangi kemiskinan, pengangguran tidak ada cara lain yang lebih cepat kecuali dengan menghadirkan investor. Ini patut kita syukuri," tutup Marjani. 

Sekadar diinfokan bahwa tim konsultan budi daya perikanan Indonesia itu, selain Hasanuddin Atjo, turut mendampingi dari UMI masing-masing Andi Tamsil, Muhammad Saenong, Muhammad Akram, Rismang, serta Rama Ramzhani. Hadir Pula Kadis Kelautan dan Perikanan Selayar Makkawaru, Marsuki Adam juga dari DKP Selayar.

Penulis : Redaksi

Editor : Prisatno