Lepas Tukik di Kampung Penyu, Turis Asal New Zealand Takjub

Lepas Tukik di Kampung Penyu, Turis Asal New Zealand Takjub
Wisatawan asing terkesan bisa berinteraksi dengan tukik (anak penyu), di Kampung Penyu di Dusun Tulang, Desa Barugaiya, Kecamatan Bontomanai, Selayar.

KabarMakassar.com -- Sedikitnya 34 orang turis mancanegara peserta International Yacth Rally melakukan kunjungan ke Kampung Penyu di Dusun Tulang Desa Barugaiya, Kecamatan Bontomanai, Senin (2/9). Di Kampung Penyu mereka melakukan bersih-bersih pantai dan melepas tukik (anak penyu).

Selain Kampung Penyu para wisatawan asing ini juga berkunjung ke wisata budaya kearifan lokal yakni pembuatan parang secara tradisional dan pembuatan kue tradisional di Dusun Sariahang, Desa Bungaia. 

Umumnya mereka sangat mengagumi keindahan Indonesia terkhusus ketika berkesempatan mengunjungi wisata bahari kampung penyu yang memiliki keindahan pantai yang terlihat masih alami. Yang lebih mengesankan lagi bahwa mereka bisa berinteraksi dengan tukik. Beberapa diantaranya mengadopsi tukik kemudian melepasnya ke pantai dengan memberi nama yang sama dengan nama pengadopsi tukik tersebut.

"Saya sangat suka bisa melepaskan tukik, ini benar-benar kesempatan yang sangat bagus dan saya seorang vegetarian karena saya penyayang hewan seperti tukik," ungkap Ross wisatawan asal New Zealand.

Ungkapan yang sama disampaikan istri Ross, Polly bahwa pelepasan penyu bisa menjadi objek turis yang sangat menarik. 

Tidak kalah mengesankan saat mereka berkunjung ke wisata budaya dengan melihat kearifan lokal pembuatan kerajinan parang dan kue tradisional di Dusun Sariahang Desa Bungaia. Mereka sangat terkesan dan takjub akan budaya kearifan lokal yang masih terjaga sampai sekarang di era modernisasi.

"indonesia sangat menakjubkan karena indonesia memiliki banyak karya. Biasanya kalau saya ke supermarket hanya membeli makanan jadi, dan beda disini dengan melihat betapa sulitnya proses pembuatan kue tradisional," terang Ross.

Penulis : Redaksi

Editor : Prisatno