Menelisik Saraung Topi Khas Kerajinan Warga Pappa Takalar

Menelisik Saraung Topi Khas Kerajinan Warga Pappa Takalar
Saraung atau Caping topi khas petani yang dibuat warga Pappa Kabupaten Takalar, (Foto: Saleh Sibali/KabarMakassar.com).

KabarMakassar.com -- Topi petani atau yang disebut Saraung menjadi lahan bisnis warga Pappa, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Takalar. Ratusan saraung kerajinan tangan warga Pappa ini ternyata telah menyebar dan dipasarkan hingga ke seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
 
Pelindung kepala untuk petani ini ternyata digeluti salahsatu warga Pappa yakni Rosnani. Terbuat dari anyaman bambu, Saraung ini bisa dibuat oleh Rosnani dan rekannya hingga 100 buah per tiga hari.

"Ini bisa kami buat 100 buah, kalau tiga hari saya kerjakan," kata Rosnani kepada KabarMakassar.com, Senin (2/9).

Hasil kerajinan tangan warga Pappa ini, selain untuk petani para nelayan di wilayah pesisir juga kerap membeli hingga selusin bahkan lebih. 

Topi Saraung sendiri bervarasi bahkan ada harga terendah hingga Rp8 Ribu dan harga tertinggi bisa mencapai puluhan ribu.

Selama 4 tahun digeluti Rosnani, anyaman bambu memang menjadi penjualan terbanyak. Bahkan ia kerap dalam sehari meraup untuk hingga jutaan rupiah. Tak hanya Saraung beberapa kerajinan tangan lainnya juga dibuatnya seperti, alat tapian padi (beras) hingga kerajinan dari tanah liat seperti celengan, alat masak, gentong air dan lain sebagainya.

Didaerah lain nama Saraung atau topi khas petani ini diberi nama Caping, topi yang berbentuk kerucut. Caping ternyata ada juga yang terbuat dari daun pandan, atau sejenis rumputan,ataupun daun kelapa. 

Untuk diketahui pula jika sebagian Saraung atau caping dilengkapi dengan tali dagu yang berfungsi untuk menjaga keseimbangangan caping.

Selain bentuknya yang khas caping juga mempunyai kelebihan dibanding topi yaitu dapat menahan panas terik matahari saat cuaca panas (kepala dan leher) dan dapat menghalau air hujan saat cuaca hujan. 

Caping biasanya dipakai oleh para petani ketika sedang bekerja di sawah, meskipun ada juga dari golongan bukan petani yang menggunakannya, bahkan ada juga yang menggunakannya sebagai lampion atau cup lampu. Caping sudah masuk menjadi bagian kebudayaan masyarakat di Indonesia baik di Sulawesi Selatan, Pulau Jawa dan seluruh wilayah di Indonesia.

Saraung atau caping tersebut ternyata tidak hanya digunakan di Indonesia tetapi juga digunakan di Asia Tenggara serta Asia Timur terutama di Cina, Korea, Vietnam, Jepang dan sebagainya.
 

Penulis : Saleh Sibali

Editor : Fritz Wongkar