Bupati Selayar: Tahun Baru Hijriyah Momentum Transformasi ke Arah yang Lebih Baik

Bupati Selayar: Tahun Baru Hijriyah Momentum Transformasi ke Arah yang Lebih Baik
Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali bersama Istri Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, pada peringatan tahun baru Islam.

KabarMakassar.com -- Tahun baru Hijriyah kerap dijadikan sebagai momentum bersama untuk mengintrospeksi diri untuk melakukan transformasi ke arah kondisi yang lebih baik, terlebih sebagi umat Islam harus mampu meneladani konsep hijrah Rasulullah SAW yang bukan hanya sebagai perpindahan dari Mekah ke Madinah, namun lebih dari itu adalah makna mentransformasi diri ke arah yang lebih bermakna, lebih baik dan lebih bermanfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Demikian sambutan Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali pada peringatan tahun baru Islam 1441 H/2019 M, Minggu (1/9) malam di Pendopo Rumah Jabatan Bupati. 

Dalam peringatan tahun baru Islam itu juga digelar tauziah dengan menghadirkan penceramah kondang ustadz H. Arifuddin Lewa, yang akrab disapa ustadz Harley. Masih dalam rangkaian memeriahkan tahun baru Hijriyah, sebelumnya juga digelar lomba pawai ta’arruf dan drumb band antar sekolah.

“Perlu kita sadari bahwa kita sebagai umat Islam memiliki aqidah yang sama, syariat yang sama dan tujuan yang sama. Maka apapun perbedaan yang terjadi antar umat Islam, selama itu hanya berkisar tentang kulit luar saja, tidaklah perlu dijadikan alasan untuk berpecah-belah,” kata H. Muh. Basli Ali.

Basli mengatakan memperingati tahun baru Hijriyah, juga berarti kilas balik perjalanan kehidupan dalam satu tahun ke belakang, serta memahami sekaligus menerapkan filosofi hijrah sebagai sebuah titik tolak peningkatan kualitas diri baik lahiriah maupun bathiniah.

Bupati juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta organisasi keagamaan yang telah bersinergi dan telah berperan aktif dalam mendukung program pemerintah daerah di bidang keagamaan. 

“Saya juga berterima kasih kepada Muhammadiyah, NU, MUI, Dewan Masjid Indonesia, Forsyam, Badan Amil Zakat Nasional, BKPRMI, Lembaga Pendidikan Tilawatil Qur’an dan Kemenag, karena telah bersama-sama menjaga ukhuwah islamiah, wathaniah, dan insaniayah demi terwujudnya masyarakat yang religius,” ucapnya. 

Sementara inti ceramah agama yang disampaikan oleh ustadz H. Arifuddin Lewa adalah jangan menilai keburukan orang, tapi nilailah diri sendiri agar bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Hadir Sekda Selayar Marjani Sultan, Ketua TP. PKK Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, unsur forkopimda, para asisten dan pimpinan OPD, para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta undangan lainnya. 

Penulis : Redaksi

Editor : Prisatno