Naomi: Masa Depan Saya Masih Panjang

Naomi: Masa Depan Saya Masih Panjang
Naomi seorang pelajar asal Rantepao yang telah menjadi peserta JKN-KIS

KabarMakassar.com -- Naomi merupakan salah seorang pelajar asal Rantepao yang telah menjadi peserta JKN-KIS segmen PBI APBN sejak tahun 2014 lalu. Tak hanya ia saja dalam keluarganya yang mendapatkan bantuan pemeliharaan kesehatan oleh pemerintah, orang tua dan saudaranya pun telah terdaftar menjadi peserta PBI APBN. Diusianya yang masih tergolong muda, Naomi (18) pernah merasakan sakitnya radang pada usus buntu.

Radang Usus buntu (Apendisitis) adalah salah satu penyakit yang seringkali menjadi keluhan di masyarakat. Radang usus buntu bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele justru memerlukan penanganan medis.  Pasalnya radang terjadi karena adanya infeksi virus atau bakteri yang menyebar ke usus buntu yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan, sehingga menyebabkan nyeri yang teramat pada perut bawah sebelah kanan.

“Awalnya ketika saya duduk di bangku SMP saya sempat merasakan sakit yang teramat pada bagian perut saya sebelah kanan hingga menjalar ke kaki. Namun gejalanya hanya muncul sebentar dan kemudian menghilang lagi. Namun sebagai antisipasi, orang tua saya membawa saya untuk melakukan pengobatan kampung dan diberikan ramuan obat. Sakitnya memang hilang tapi tak bertahan lama kemudian muncul kembali,” ceritanya ketika ditanya oleh tim Jamkesnews, Selasa (27/08).

Dikarenakan sakit yang terasa kembali dengan frekuensi yang makin sering dan membuatnya kesusahan untuk berjalan, ia akhirnya memutuskan untuk melakukan pengecekan di rumah sakit berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan rujukan dari FKTP tempat ia terdaftar.

“Waktu itu ketika saya diperiksa oleh dokter saya menyebutkan keluhan-keluhan saya. Dokter pun memutuskan untuk melakukan rontgen dan setelah diperoleh hasilnya saya dianjurkan untuk melakukan operasi. Dikarenakan tidak mampu lagi dengan sakitnya saya menyanggupi anjuran dokter dan tak menunggu lama saya dioperasi keesokan harinya,” sambungnya bercerita.

Menurut pengakuannya, setelah menerima penangan medis melalui operasi ia diijinkan untuk pulang namun tetap melakukan kontrol hingga bekas operasi pulih dan disarankan untuk menjaga pola makan. Ia merasa puas dengan pelayanan yang ada meskipun berada di kelas perawatan 3.

“Pelayanannya baik selama saya dirawat selama 3 hari, tidak dibeda-bedakan dengan pasien lain. Tidak hanya selama dirawat, kontrol pasca operasi pun berjalan dengan baik. Terima kasih sudah memberikan perhatian dan pelayanan bagi kami segmen PBI dengan pengobatan gratis melalui program BPJS Kesehatan, terlebih bagi saya yang adalah seorang pelajar dengan masa depan yang masih panjang,” tutupnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Prisatno