Alasan Polisi Jeneponto Ini Mundur dan Jadi Calon Kades

Alasan Polisi Jeneponto Ini Mundur dan Jadi Calon Kades
Aipda Hasbibi Arsyad nyatakan mundur sebagai anggota polisi dan memilih menjadi calon kepala desa di Jeneponto.

KabarMakassar.com -- Personil Bhabinkamtibmas Polsek Resort Bangkala Polres Jeneponto, Aipda Hasbibi Arsyad menyatakan mundur jadi anggota polisi dan memilih menjadi calon kepala desa di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Jeneponto Sulawesi Selatan.

Aipda Hasbibi Arsyad yang merupakan personil Bhabinkamtibmas Polsek Resort Bangkala Polres Jeneponto mengaku serius untuk mundur dan memilih sebagai calon kepala desa. Ia juga mengaku bahwa dirinya bakal mengabdikan dirinya untuk desa tersebut dan terkhusus untuk pembangunan desa tersebut.

"Kita ini, ingin berdayakan semua potensi yang ada, tidak hanya sumber daya manusia tetapi juga sumberdaya alam yang ada di kampung ini, dan terpilih tidaknya itu konsekuensi yang harus diterima. Rejeki sudah ditentukan dan  tidak akan tertukar dengan orang lain," ujar Hasbibi Arsyad, Jumat (16/8).

Desa Kalimporo bagi Hasbibi merupakan tempatnya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas.

"Sudah lama saya ini mau jadi kades, tahun kemarin saya kepikiran untuk maju, Nah memang hampir tiap hari saya berada di desa tersebut, dimana saya memberikan pembinaan kesadaran hukum kepada warga,"tutupnya.

Sementara itu terkait mundurunya anggota polri karena ingin maju kepala desa dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul. 

"Pak hasbibi ini sudah dinyatakan diberhentikan secara terhormat dari Dinas Polri atau pemberhentian pensiun dini berdasarkan Surat Keterangan (SK) dari Polda Sulsel
tertanggal 1 Agustus 2019," kata AKP Syahrul.

AKP Syahrul mengatakan bahwa hal ini pertama kalinya mendapatkan anggota Polri mundur hanya untuk maju sebagai kepala desa di Jeneponto. Bahkan ia nekat karena dirinya baru menjadi calon kepala desa.

Untuk diketahui pula jika Hasbibi memiliki masa dinasnya masih bisa dijalani sekitar 15 tahun.

"Langkah yang dilakukan bukan pelanggaran, karena dalam di lingkungan Polri kerap terjadi, tapi kali ini pertama yang terjadi di Jeneponto,"tutupnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar