Kisah Haru Sehidup Semati, Kakek Nenek Meninggal Selang 12 Jam

Kisah Haru Sehidup Semati, Kakek Nenek Meninggal Selang 12 Jam
Pasangan kakek nenek, Hj Maemunah meninggal dunia pada siang hari pukul 13.30 Wita, selang 12 jam sang suami H. Batry Selkam pun wafat pada pukul 01.40 Wita, (Int).

KabarMakassar.com -- Kisah mengharukan sepasang suami istri meninggal dengan selang waktu 12 jam. Dimana pasangan kakek nenek ini menjadi viral karena indahnya kasih sayang suami istri hingga ajal menjemput. 

Hj Maemunah meninggal dunia pada siang hari pukul 13.30 Wita, selang 12 jam sang suami H. Batry Selkam pun wafat pada pukul 01.40 Wita.

Warga asal Makassar, jalan Cakalang 2, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar pun mendadak viral, dimana hanya selisih waktu keduanya meninggal dunia. Kisah tersebut mengingatkan pula akan pasangan asal Malaysia yang merupakan Imam Masjid Simpang Renggam, H Bera bin Madiran dan Istrinya Hj Maimunah pada awal Desember 2018 lalu.

Berbeda dengan imam masjid asal Malaysia yang meninggal bersama istrinya dan yang terjadi di Makassar, dimana pasangan kakek nenek yang meninggal ini pun hanya selisih dua jam, bahkan dikubur dalam satu liang lahat.

Sementara saat dikubur pihak keluarga Hj Maimunnah dan suaminya, H Batry Selkam tidak memberi keterangan jika keduanya dikubur dalam satu liang lahat. Namun dikabarkan jika dimakamkan di pekuburan yang sama di Pangkep Sulawesi Selatan.

Keduanya dikabarkan meminggal karena sakit keras, hal tersebut disampaikan tetangga korban di jalan Cakalang Makassar, "Kurang tahu persis sakit apa, tapi keduanya memang ada info sakit keras," kata salahsatu tetangga almarhum.

Almarhumah Hj. Maimunnah dikenal tetangga sekitar merupakan guru agama dan membuka Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di rumahnya. Maimunah mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 sementara Batriy mengajar di Pesantren An-nahdlah Makassar.

Kisah ini beredar luas di masyarakat saat foto kedua pasangan ini berdampingan saat disemayamkan dikediamannya beberapa waktu lalu.
 

Penulis : Arien Pranawa AB

Editor : Fritz Wongkar