Disdag Makassar Minta Warga Lapor Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Disdag Makassar Minta Warga Lapor Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Kelangkaan Gas Elpiji 3Kg (Ilustrasi).

KabarMakassar.com -- Kelangkaan bahan bakar gas elpiji subsidi ukuran 3 kg yang di keluhkan oleh sebagian warga di Kota Makassar, di tanggapi oleh Dinas Perdangan (Disdag) Kota Makassar.

Menurut Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kota Makassar, Ikhsan NS bahwa sebenarnya tidak ada masalah soal pasokan ataupun kelangkaan gas elpiji 3 kg ini. 

"Sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja ada kepanikan di masyarakat mendengar kelangkaan gas ini, makanya ia berbondong-bondong mebeli gas dua sampai tiga tabung," kata Ikhsan saat di hubungi lewat via telpon, Rabu (7/8).

Ikhsan melanjutkan bahwa dari informasih yang ia dapat, pihak Pertamina sendiri tidak ada masalah, malah disebutkan akan menambah pasokan tabung gas elpiji 3 kg ke  
agen-agen resmi.

Selain itu Ikhsan juga turut menghimbau apabila ada warga yang merasa kesulitan dalam mendapatkan gas subsidi ini, agar segera melapor.

"Kami hari ini akan kembali turun untuk memantau. Jadi kalau ada masyarakat yang merasa di wilayahnya tidak ada gas elpiji 3 kg itu, silahkan menghubungi 112 kontak NTPD Kota Makassar atau di pemerintah setempat, seperti lurah dan camat,  atau langsung mendatangi kantor kami agar segera kami tindak," ungkapnya. 

Sebelumnya Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal S Shuaeb juga menyampaikan dugaannya atas langkahnya gas elpiji 3 Kg. Diaman ia menduga gas diborong oleh orang-orang mampu, sehingga masyarakat yang berhak justru tidak kebagian.

"Kita juga akan cek ke distributor, apakah ada pengambilan tidak wajar oleh pihak yang tidak berwenang," ungkap Iqbal. 

Sementara dari pihak Pertamina sendiri dari awal menyebut telah mengantisipasi hal ini jelang hari raya Idul Adha, dimana ditandai dengan meningkatnya konsumsi dari 21 ribu metrik ton perhari, menjadi 22.143 metrik ton per hari. Jumlah itu setara dengan peningkatan dari 7 juta tabung 3 kg menjadi 7,38 juta tabung.

Khusus Makassar sendiri, Pertamina mendistribusikan tambahan 6.160 tabung LPG 3 kg. Stok itu kemudian disalurkan masing-masing 560 tabung untuk 15 kecamatan dan Pertamina mengimbau bahwa LPG 3 kg di peruntukkan khusus bagi masyarakat miskin.

Masyarakat juga diimbau membeli langsung ke pangkalan atau agen resmi, dan dipastikan tidak ada kenaikan harga.

"Jika terbukti (harga naik), kami pastikan agen atau pangkalan akan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Pjs Unit Manager Communication dan CSR Ahad Rahedi lewat siaran persnya.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar