Bupati Toraja Utara, Kala'tiku Paembonan: TIF Mewakili Ratusan Wisata di Toraja

Bupati Toraja Utara, Kala'tiku Paembonan: TIF Mewakili Ratusan Wisata di Toraja
Kemeriahan Toraja International Festival (TIF) ) di kawasan objek wisata Ke'te Kesu', Desa Kesu, Toraja Utara, dari tanggal (19-21/7).

KabarMakassar.com-- Toraja International Festival (TIF) adalah salah satu event International yang sudah masuk kalender Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI) kembali digelar di kawasan objek wisata Ke'te Kesu', Desa Kesu, Toraja Utara, dari tanggal (19-21/7).

Bupati Toraja Utara, Kala'tiku Paembonan, yang ikut hadir menonton pertunjukan para seniman Lokal dan Mancanegera di kegiatan TIF mengatakan event kali ini akan memberi warna baru dan peningkatan dari kegiatan sebelumnya. Dimana inti dari event ini adalah kemeriahan dan kepuasan bagi pengunjung yang menyaksikan even internasional ini.

"Ada yang khas dari TIF ini, dan Kete Kesu ini merupakan suatu obyek wisata yang mewakili dari ratusan wisata di Toraja Utara," kata Kala'tiku sapaan akrabnya saat di wawancara di sela-sela kegiatan. Minggu (7/21).

Lanjut disampaikan bahwa TIF  ini akan di rangkaikan dengan ulang tahun Toraja Utara yang ke-11 tahun.

TIF juga disebut sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan parawisata yang ada di Toraja Utara, dimana kegiatan ini di gelar setiap tahunya dan ini yang ke-7 kalinya.

"Setiap tahun ini kita laksanakan dan ini upaya kita untuk mempromosikan parawisata yang ada di Toraja Utara" ungkapnya.

Dengan adanya TIF ini pengunjung (Wisatawan) yang masuk ke Toraja meningkat 15% hingga 20% kata Kala'tiku. Hal itu dapat dilihat dari data jumlah pengunjung hotel.

"Itu kita tahu setelah mengisi hotel-hotel, apa yang menjadi daya tarik? salah satu daya tariknya adalah melalui TIF. Jadi lewat pemberitaan media, orang datang berkunjung, setelah itu tahun depanya itu datang lagi. Atau bisa saja setiap saat mereka datang" jelasnya.

Adapun tarian-tarian yang ditonjolkan adalah tarian asli Toraja, diantaranya Tari Pagellu dimana tari ini disebut bisa dikreasikan sedemikian rupa, namun tetap memiliki makna yang sama.

"Pagellu itu bisa diciptakan dengan dua puluh kreasi yang intinya sama tetapi merupakan penampilan yang beda. Ada yang digarap sedemikian rupa dan sekreatif mungkin, sehingga mengambarkan sebuah kecintaan yang membawa daya tarik bagi orang. Jadi ada daya magic, dimana mereka bisa ikut seolah-olah dalam tarian tersebut di libatkan. Itulah hebatnya tari pagellu itu" jelasnya.

Sementara Direktur TIF, Franky Raden, saat di konfirmasih mengucapkan terimah kasih kepada pihak dari keluarga tuan rumah di Tongkonan Ke'te Kesu' yang senantiasa membantu hingga terlaksananya event ini.

Franky juga menganalogikan TIF ini ibarat rumah para seniman dan penikmatnya, seperti ikatan TIF dan Ke'te Kesu'.

"Kita kembali mencoba kolaborasi yang menarik, dari garapan tarian dan musik. Tarian dan musik nusantara berkolaborasi dari kesenian budaya di Toraja. Tidak hanya itu ada tamu mancanegara. Dengan tampil memamerkan  tarian dan kesenian mancanegara" ujar Franky.

Tak hanya itu kata Franky, TIF ini juga banyak dilirik orang dari luar Sulawesi untuk belajar budaya seni Toraja diantaranya yang hadir dari Bandung, Palu, Kupang, dimana mereka ingin studi banding kebudayaan dan seni Toraja bersama grupnya.

Beberapa seniman dalam negeri hingga mancanegara telah tampil seperti, Sundanese Tarompet Ensemble feats Yoyon Darsono (Bandung), Bharatanatyam Dance (India), Nita Aartsen latin Quartet (USA/Brazil/Indonesia), Sendratari Toraja feats Kamau Abayomi (USA), Hip Hop Kupang (Nusa Tenggara Timur), DJ Kamau Abayomi (USA).

Malam ini, Minggu 21 Juli 2019 sebagai puncak acara yang di rangkaiakan dengan penutupan akan digelar Culinary & Craft Fair BINTANG TORAJA, pada siang hari lalu kemudian malam harinya sejumlah seniman akan kembali tampil di antaranya, Londorundun Dance Drama (Palopo), Sundanese Tarompet Ensemble feats Yoyon Darsono (Bandung), Toraja solo Dance by Robby Samba (Toraja), Violin, Flute &Tabla Trio feats Kamau Abayomi (Int'I Collaboration), Jeonju Gi-jeop Nori (Korea), Hip Hop Kupang (Nusa Tenggara Timur, dan Dero Dance Group Contest.

Acara berlangsung dengan sangat meriah, ribuan pengunjung yang datang dan padati acara tersebut baik dari warga lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan acara dan tak mau ketinggalan dari acara yang spektakuler tersebut.

Penulis : Syarief Kate

Editor : Nor Syakila