KAMMI : Musdalub KNPI Maros Dipaksakan, Sarat Kepentingan Pilkada

KAMMI : Musdalub KNPI Maros Dipaksakan, Sarat Kepentingan Pilkada
Muh. Jamil Hamzah, Ketua KAMMI Maros

KabarMakassar.com -- Perjalanan organisasi kepemudaan di Maros kesannya menemukan titik terang dengan dilaksanakannya Musdalub KNPI Maros, Namun Pengurus Daerah KAMMI (Kesatuan Aksi.Mahasiswa Muslim Indonesia) sebagai salah satu peserta Musda DPD KNPI Maros 2017 melihat bahwa proses pelaksanaan Musdalub KNPI Maros sarat dengan kepentingan politik menyongsong Pilkada Maros.

"KAMMI Maros melihat prosesnya penuh dengan keganjalan karena harusnya setelah Musda 2017 lalu DPD 1 knpi Sulsel segera menerbitkan SK namun tak kunjung diterbitkan, ada apa? Kemudian tiba-tiba ada isu karetaker, namun ini tidak berdasar sehingga tidak mampu menggulingkan kepemimpinan Asri Said sebagai Ketua terpilih," ucap Muh.Jamil Ketum KAMMI Maros.

"Tidak berhasil mengkaretaker isu Musdalub di gencarkan dan sampai pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2019 dilaksanakan Musdalub KNPI Maros dan KAMMI melihat ini bukan solusi dan hanya akan menimbulkan gejolak yang lebih besar karena seakan-akan hasil Musda 2017 diabaikan dan mencederai hasil musyawarah tertinggi pemuda di Maros" tambahnya.

"Kammi melihat pelaksanaan musdalub diwarnai kepentingan politik karena mengingat Maros akan menghadapi Pilkada tahun 2020. Solusi yang seharusnya dilakukan DPD 1 KNPI Sulsel adalah diterbitkannya SK demi menjaga amanat hasil musyawarah DPD KNPI Maros 2017 lalu" tambah Muh.Jamil

KAMMI Maros juga menyayangkan kehadiran beberapa OKP pada Musdalub ini sama saja mengabaikan proses musyawarah tertinggi Musda KNPI 2017 lalu.

"Pada akhirnya keputusan Musdalub akan menghasilkan keputusan yang mengecewakan kepemudaan karena pada dasarnya banyak pihak yang diabaikan" tutup Jamil.

Penulis : Sulistiawati

Editor : Nor Syakila